WANITAINDONESIA.CO – Suasana musim panas di selatan Prancis dipastikan akan semakin membara dalam hitungan hari. Riuh rendah sorak penonton dan decit sepatu di atas lapangan akan segera memenuhi Parc Chanot saat kota pelabuhan Marseille bersiap menjadi saksi bisu pertarungan sengit para maestro lapangan hijau. Pada tanggal 5 hingga 6 Juli 2026, turnamen bergengsi Seri Wanita FIBA 3×3 (FIBA 3×3 Women’s Series) kembali hadir membawa drama, ambisi, dan heroisme olahraga bola basket tiga lawan tiga (3×3 basketball) tingkat tinggi yang siap memanjakan para pencinta olahraga di seluruh dunia.
Sorotan utama dalam kompetisi kali ini tertuju pada tim unggulan utama (top seed), Neftchi SOCAR dari Azerbaijan. Datang dengan kepercayaan diri yang membubung tinggi berkat performa impresif di sepanjang musim, mereka mengusung misi penebusan dosa demi menghapus memori kelam atas hasil minor yang mereka raih pada seri sebelumnya di Poitiers. Lapangan Marseille akan menjadi arena pembuktian apakah sang raksasa mampu bangkit kembali atau justru kembali tersungkur di hadapan para penantang yang sudah mengasah taji.
Langkah Neftchi dipastikan tidak akan mudah karena dinding pertahanan kokoh dari tim unggulan kedua (second seed), Kanada, sudah menghadang di depan mata. Tim Negeri Pecahan Es ini kembali membawa kombinasi permainan fisik yang solid serta kedalaman skuad yang merata. Di sisi lain, Madrid yang menempati posisi unggulan ketiga juga tidak boleh dipandang sebelah mata setelah keberhasilan mereka merebut gelar juara di Wina beberapa waktu lalu. Ditambah dengan motivasi berlipat dari tim tuan rumah Prancis yang berada di peringkat keempat, atmosfer kompetisi di babak utama (main draw) dipastikan akan menyajikan tontonan yang memompa adrenalin sejak menit pertama.
Kompetisi ini juga memberikan ruang bagi kejutan-kejutan tidak terduga melalui babak kualifikasi (qualifying draw). Tim-tim kuda hitam seperti Benin, Portugal, Uganda, hingga tim usia muda Kanada Ottawa akan saling sikut demi memperebutkan tiket tersisa menuju babak utama. Sistem pembagian grup (pool) yang ketat akan langsung mempertemukan tim-tim besar dalam duel hidup mati, seperti persaingan ketat di Grup A yang dihuni Neftchi SOCAR bersama Slowakia dan Hungaria, atau ketatnya pertarungan di Grup B yang mempertemukan Kanada dengan Italia.
Antusiasme yang luar biasa ini diamini oleh Alex Sanchez selaku Direktur Pelaksana (Managing Director) FIBA 3×3. Dalam pernyataan resminya, ia menegaskan bahwa pergelaran di Marseille ini merupakan salah satu seri paling dinantikan dalam kalender kompetisi tahun ini karena kualitas tim yang merata.
“Marseille selalu memiliki energi yang magis untuk olahraga ini. Dengan jajaran tim terbaik yang hadir saat ini, setiap detiknya akan menjadi pembuktian bahwa kerja keras dan strategi di lapangan adalah penentu segalanya, bukan sekadar angka di atas kertas peringkat dunia,” ujar Alex Sanchez dengan penuh optimisme.
Sinergi antara kekuatan fisik, kecepatan berpikir, dan akurasi tembakan di atas lapangan akan melebur menjadi satu kesatuan drama yang sangat sayang untuk dilewatkan. Mari kita nantikan bersama, siapakah yang akan berdiri tegak mengangkat trofi kemenangan di bawah langit Marseille pada akhir pekan nanti. (Gdi)





