Pasca Gempa NTT, Dompet Dhuafa Siapkan 100 Rumah Sementara dan Renovasi Sekolah di Nagekeo

Dompet Dhuafa melalui Disaster Management Center (DMC) pada Rabu, 23 September 2026, melanjutkan respons kemanusiaannya dengan memulai pembangunan 25 unit Rumah Sementara (Rumtara) di NTT.

WANITAINDONESIA.CO – Ketika fase tanggap darurat mulai bergeser menuju pemulihan, kebutuhan penyintas gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) masih jauh dari selesai. Rumah yang rusak membuat sebagian warga membutuhkan hunian sementara, sementara fasilitas pendidikan yang terdampak harus segera dipulihkan agar anak-anak dapat kembali belajar dengan aman dan layak.

Merespons kebutuhan tersebut, Dompet Dhuafa melalui Disaster Management Center (DMC) pada Rabu, 23 September 2026, melanjutkan respons kemanusiaannya dengan memulai pembangunan 25 unit Rumah Sementara (Rumtara) di NTT. Pembangunan ini merupakan tahap awal dari target 100 unit Rumtara yang disiapkan bagi masyarakat terdampak gempa.

Selain hunian, Dompet Dhuafa turut memberikan dukungan renovasi SD Inpres Waturedu, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo. Upaya ini diarahkan untuk membantu memulihkan fasilitas pendidikan sekaligus mendukung keberlanjutan proses belajar anak-anak di wilayah terdampak.

“Dompet Dhuafa sudah bergerak sejak awal terjadinya gempa bumi di NTT untuk membantu mendistribusikan berbagai kebutuhan masyarakat yang terdampak. Dengan segala keterbatasan kami, kami tetap berikhtiar sekuat tenaga untuk membantu sebaik dan sekuat mungkin termasuk hari ini kita membantu menguatkan masyarakat terdampak melalui program rumah sementara ini,” ujar Herdiansah selaku Wakil Ketua Pengurus Dompet Dhuafa.

Baca Juga :  Cuaca Ekstrem Melanda Indonesia, Dompet Dhuafa dan Kemenkes Tekan Pola Hidup Bersih dan Sehat Cegah Penyakit

Berdasarkan data per 18 September 2026, dampak gempa di NTT masih terlihat dari besarnya kerusakan hunian dan fasilitas publik. Tercatat 103.427 unit rumah mengalami kerusakan. Pada sektor fasilitas umum, kerusakan meliputi 2.147 fasilitas pendidikan, 157 fasilitas kesehatan, 685 kantor, 558 rumah ibadah, empat pasar tradisional, serta 1.915 fasilitas umum lainnya.

Besarnya dampak tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat tidak berhenti ketika masa tanggap darurat berakhir. Pemulihan tempat tinggal, fasilitas pendidikan, serta layanan dasar menjadi bagian penting dalam membantu masyarakat kembali menjalani aktivitas sehari-hari.

Sejak fase tanggap darurat, Dompet Dhuafa melalui DMC telah menggelar berbagai layanan kemanusiaan di sejumlah wilayah terdampak. Bantuan mencakup pemenuhan kebutuhan dasar, layanan kesehatan, pendidikan, air bersih, hingga dukungan pencarian dan pertolongan.

Hingga 23 September 2026, total penerima manfaat dari berbagai layanan tersebut mencapai 25.863 jiwa.

Rinciannya, layanan air bersih telah menjangkau 655 penerima manfaat, pembangunan masjid darurat 2.480 penerima manfaat, distribusi logistik nonpangan 1.669 penerima manfaat, dan layanan kesehatan 3.726 penerima manfaat.

Baca Juga :  LPM Dompet Dhuafa Gelar Jambore Anak Hebat untuk 100 Yatim se-Jabodetabek

Sementara itu, distribusi logistik pangan menjangkau 5.800 penerima manfaat, layanan pendidikan dan Psychological First Aid (PFA) sebanyak 2.931 penerima manfaat, layanan internet 339 penerima manfaat, serta kegiatan SAR, evakuasi, dan asesmen sebanyak 341 penerima manfaat. Adapun layanan permakanan telah menjangkau 7.922 penerima manfaat.

Wakil Bupati Nagekeo, Gonzalo Gratianus Muga Sada, yang turut hadir dalam acara ini menyatakan apresiasinya atas inisiasi pembangunan Rumtara oleh Dompet Dhuafa. Kehadiran Pemerintah Kabupaten Nagekeo ini semakin memperkuat sinergi dalam mendukung realisasi Rumtara bagi masyarakat terdampak di Kabupaten Nagekeo

“Tidak ada kata lain yang bisa kami sampaikan atas nama pemerintah dan seluruh masyarakat terdampak di Kabupaten Nagekeo, selain ucapan terima kasih kepada Dompet Dhuafa. Kami tidak bisa balas, tetapi hanya bisa mendoakan Dompet Dhuafa yang sudah datang jauh-jauh untuk menolong kita disaat pemerintah juga masih dalam keterbatasan dalam membantu masyarakat terdampak,” tambah Gonzalo Gratianus Muga Sada.

Perkuat Respons dari Pos-Pos Kemanusiaan.

Baca Juga :  Dompet Dhuafa Salurkan Santunan untuk 120 Mualaf di Masjid Jamik Kebun Bunga Medan

Untuk mendukung koordinasi dan distribusi bantuan, Dompet Dhuafa juga mengoperasikan Pos Induk PATRIOT di Jalan Sernaru, Desa Wae Kelambu, Manggarai Barat, serta Pos PATRIOT Bayangan di Jalan Wairklau No. 29, Maumere, NTT.

Selain itu, pos lapangan ditempatkan di sejumlah wilayah, yakni Maumere, Nagekeo, Ngada, dan Manggarai. Keberadaan pos-pos tersebut menjadi bagian dari upaya Dompet Dhuafa untuk mendukung asesmen kebutuhan, distribusi bantuan, serta pelaksanaan berbagai layanan kemanusiaan di wilayah terdampak.

Memasuki fase pemulihan, pembangunan Rumtara dan renovasi sekolah menjadi bagian dari langkah lanjutan Dompet Dhuafa untuk menjawab kebutuhan masyarakat secara lebih berkelanjutan.

Tidak hanya memberikan bantuan pada saat krisis, upaya tersebut diarahkan untuk membantu penyintas memperoleh kembali kebutuhan dasar yang mendukung kehidupan mereka, mulai dari hunian sementara hingga ruang belajar yang layak bagi anak-anak.

“Mari bersama-sama turut menjadi bagian dalam membantu menghadirkan kembali kehangatan dan senyuman bagi keluarga penyintas pasca gempa. Dukungan dan upaya kita bersama menjadi hal yang begitu mereka butuhkan saat ini.” pungkas Herdiansah. (adv)