WANITAINDONESIA.CO – Kabar gembira bagi para “pejuang kereta” di lintas Tanah Abang–Rangkasbitung! Stasiun Jatake, yang berlokasi strategis di perbatasan Kelurahan Jatake dan Kadusirung, Pagedangan, Kabupaten Tangerang, kini sudah berdiri gagah.
Bukan sekadar pemberhentian biasa, Stasiun Jatake hadir sebagai jawaban atas lonjakan penumpang yang luar biasa. Bayangkan saja, jumlah pengguna jalur Rangkasbitung meroket dari 43 juta di tahun 2022 menjadi lebih dari 70 juta di penghujung 2025.
Stasiun ini dirancang dengan konsep Transit Oriented Development (TOD). Artinya, stasiun bukan lagi sekadar tempat naik-turun kereta, melainkan pusat aktivitas masyarakat.
Sesuai rancangan bangunan ini terdiri atas tiga lantai di atas lahan 2.435 meter persegi yang mampu menampung hingga 20.000 penumpang per hari. Fasilitas stasiun jangan ditanya, terdapat area komersial, zona perkantoran, hingga parkir luas untuk sepeda, motor, dan mobil.
“Stasiun Jatake dipersiapkan untuk menghadirkan akses yang lebih dekat dan distribusi penumpang yang lebih merata,” ujar Bobby Rasyidin, Direktur Utama KAI.
Kehadiran stasiun di tengah kawasan Pagedangan yang berkembang pesat (dekat dengan kawasan BSD City) bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan mesin pertumbuhan ekonomi baru. Berikut adalah analisis dampaknya:
- Efek Domino Sektor Properti
Kehadiran stasiun kereta api adalah “magnet” bagi nilai tanah dan properti. Kawasan Pagedangan dan sekitarnya diprediksi akan mengalami kenaikan harga properti yang signifikan. Pengembang akan semakin gencar membangun hunian vertikal maupun landed house yang menyasar kaum urban dengan mobilitas tinggi menuju Jakarta. - Kebangkitan UMKM dan Ekonomi Lokal
Dengan proyeksi 20.000 orang per hari, Stasiun Jatake adalah pasar yang sangat besar. - Zona Komersial
Area di dalam stasiun akan membuka peluang bagi brand retail dan kuliner lokal. Ekosistem pendukung di luar stasiun, akan tumbuh jasa transportasi feeder (angkot, ojek online), warung makan, hingga jasa parkir yang dikelola warga sekitar, yang secara langsung meningkatkan pendapatan masyarakat lokal. - Efisiensi Biaya Logistik dan Produktivitas Kerja
Konektivitas yang lebih dekat berarti penghematan waktu tempuh bagi warga Kabupaten Tangerang yang bekerja di Jakarta. Berkurangnya waktu di jalan berkorelasi langsung pada peningkatan produktivitas pekerja dan pengurangan beban biaya transportasi harian. - Magnet Investasi Kawasan Penyangga
Stasiun ini memperkuat posisi Kabupaten Tangerang sebagai kawasan penyangga (buffer) Jakarta yang paling mandiri. Infrastruktur transportasi yang mumpuni akan menarik investor untuk membangun pusat perkantoran atau gudang logistik di sekitar wilayah Pagedangan karena aksesibilitas tenaga kerja yang mudah.
Stasiun Jatake adalah bukti bahwa transportasi publik bukan hanya soal memindahkan orang, tapi soal membangun ekonomi. Dengan integrasi yang baik antara layanan KAI dan kebutuhan masyarakat, Jatake siap menjadi simpul baru yang menghidupkan ekonomi kawasan Tangerang. (Gdi)





