Mood Boster Juli Kuliner Yum & Perayaan Coffee Culture Antara Blok M – Panglima Polim

Tentang Sofistikasi Coffee Culture, Tekko kian terdepan dalam mengakomodir kebutuhan Gen-Z & Milenial. Foto : Istimewa.

Wanitaindonesia.co, Jakarta – Ada – ada saja godaan jelang week end.

Jum’at, 11/7 sekira pukul 16.00 WIB, Bestie yang berprofesi sebagai jurnalis kuliner profesional mengajak Wanitaindonesia.co ngopi senja, sembari melakukan reportase di kawasan Panglima Polim. Tawaran yang rutin diterima, tapi kali ini terasa lebih menarik, dikarenakan kawasan Blok M dan Panglima Polim paskah Covid-19, mulai menggeliat lewat ragam kuliner khas Gen-Z, dan Milenial. “Hmmm…, Yum!.

Ingin merasakan keriaan dua generasi yang bertolak belakang dalam prinsip hidup, Wanitaindonesia.co sengaja datang lebih awal, untuk menyambangani wilayah di era 80-an ikonik dengan sebutan Lintas Melawai.

Setiap spot terasa hidup & bergairah dengan kehadiran kelompok Gen-Z, dan Milenial. Umumnya mereka datang secara berkelompok dengan tampilan percaya diri. Busana kekinian cukup menarik dilihat menjadi fashion statment mengacu ke fashion skena.

Lalu lalang, celotehan riang sembari hunting kuliner seolah menafikan hawa panas dari sisa sengatan Matahari yang masih terasa gahar. Membawa atmosfer kehidupan baru paska Pandemi walau spot di dalam basement Gedung Mall Blok M belum sepenuhnya menggeliat tapi lebih bersih serta apik setelah direnovasi.

From the kitchen of Misoa Story, “Hmmm…, Yum!
Foto : Istimewa

Kuliner Skena

Sementara Generasi Milenial terlihat lebih kalem, lelah setelah bekerja mereka ingin refresh dengan menyempatkan untuk kongkow dengan kelompoknya. Sembari ngobrol termasuk masalah pekerjaan mereka asyik menikmati kuliner favorit khas berkuah panas, gurih menyegarkan.

Pilihannya berupa semangkuk ramen selain misoa ala Misoa Story. Olahan bihun gandum khas kuliner peranakan.
Konsep resto hadir dengan ambience Bar Noodles dengan tempat makan mengelilingi dapur terbuka di bagian tengah. Juga dikonsep menyerupai kedai.

Sajian bihun panas menawarkan kelezatan paripurna dari varian
Original, Dry Misoa Beef, Mara Chicken Shitake, dan Beef Sesame. Hidangan
disajikan dengan beragam condiment diantaranya acar, irisan daun bawang, cabai rawit, bawang goreng, minyak cabai. Kesemuanya dapat diambil sepuasnya.
Sebagai side dish tersedia snacking aneka dumpling goreng diantaranya pangsit.
Citarasa Misoa lekat dengan rasa gurih segar. Pas disantap usai berkegiatan, kala tubuh lelah utamanya saat cuaca dingin.

Bagi pengunjung yang mengedepankan jalur ‘aman’ pilihannya berupa bakso. Ketiga varian kuliner yang merupakan One dish meals Jepang, Cina, dan Indonesia ini sangat lekat dengan keseharian mereka, pun harganya affordable menyesuaikan budget kala nongkrong di luar.

Pemandangan lain tak kalah ikonik, antrian mengular dua jalur di sebuah gerai makanan. Dari luar tak terlihat karena lapak kuliner ini berada di bagian belakang bangunan. Menempati bekas lapak pedagang yang terbilang sangat kecil, lokasinya berdekatan dengan halte Trans Jakarta.

Kepo dengan antrian tersebut, Wanitaindonesia.co mencoba untuk melihat dari dekat. “Ulala…, ternyata tiramisu yang sekilas terlihat menggoda. Pantas saja pengunjungnya antusias, rela, dan sabar untuk antri karena image kue premium dijual murmer lho. Mulai dari Rp. 15.000 untuk loyang aluminium kecil yang ditujukan untuk satu orang hingga yang berukuran ukuran besar versi mereka seharga Rp. 40.000.

“Sekali lagi, ide serta kreativitas tentunya tak akan pernah bisa terhenti lewat pelaku usaha yang memiliki DNA inovasi. Walau menempati lapak sangat kecil serta tak strategis karena pengaruh promosi medsos serta orang ke orang, pembeli serasa menemukan kuliner hidden gem.

Bila diamati hampir seluruh area Blok M Square menjadi melting pot pengunjung. Didominasi oleh pelaku usaha kuliner seperti di belakang Pasaraya, di area lapak pedagang bersebelahan dengan terminal, serta area teras Blok M Square, ikonik dengan kuliner malam berkonsep lesehan yang sempat viral karena dianggap memberikan tarif tak wajar ke pelanggan. Serta spot lainnya yang kekinian bagaikan lahan emas bagi pelaku usaha kuliner.

Walau ada ratusan varian kopi Blend, buktikan preferensi Anda lebih baik dengan ngopi di sini.Foto : Istimewa.

Tentang Sofistikasi Coffee Culture

Tak jauh dari kawasan Blok M yang kekinian hips kembali, membentang Jalan Antasari. Di sana menawarkan keberagaman kuliner yang tak kalah menggoda. Sebagian dikonsep sebagai tempat makan yang mengedepankan aspek prestisius bagi Penikmatnya. Yang paling hips hadir Tekko Signature. Ikonik lewat sajian iga bakar serta kuliner Nusantara otentik. Melengkapi perayaan bersantap, tersedia beragam genre minuman kopi.

Keberadaan kopi merupakan upaya berkelanjutan manajemen dalam mengakomodir kebutuhan pelanggan khususnya para pekerja. “Kami terdepan lewat tempat bersantap premium di seputaran Panglima Polim. Tentunya apa yang menjadi kebutuhan pelanggan akan dengan senang hati kami sediakan. Khususnya budaya lewat Coffee Culture yang lekat dengan masyarakat urban. Selain peluang bisnis hal ini tentunya bagian dari upaya kami untuk memberikan layanan terbaik, “jelas Sidik Kadarsyah, Marketing Tekko Group yang dijumpai Wanitaindonesia.co jelang senja.

Sidik menambahkan,” Upaya untuk menjadikan kopi sebagai bagian dari produk unggulan Tekko Premium hadir kolaborasi Barista profesional. Mulai dari memilah serta memilih biji kopi Nusantara terbaik, proses roasting, grinding hingga penyeduhan dilakukan secara cermat.”

“Karena kopi tak cukup diartikan sebagai minuman kekinian tapi lekat dengan beragam keunikan seperti filosofi. Kopi merupakan karya bernilai, dihasilkan lewat proses panjang. Kopi itu penyemangat serta pengikat rasa. Kopi dapat meningkatkan hormon bahagia di otak. sehingga mampu meningkatkan suasana hati, fungsi mental, dan memberikan rasa lega sementara dari sergapan lelah, “imbuhnya.

Private room lt 2 hadirkan pengalaman bersantap, menikmati kopi serta snacking sembari beraktivitas dalam satu atap.
Foto : Istimewa.

Selain di Tekko Signature Panglima Polim, keberagaman kopi blend dapat dijumpai di Tekko Plaza Festival, TIS Square Tebet, dan Tekko Bandara Soekarno-Hatta. Penyajian kopi Tekko hanya menggunakan origin terbaik kopi Nusantara jenis Arabika yang lebih rendah kadar cafeinnya dibandingkan dengan jenis kopi Robusta. Biji kopi pilihan lalu diroasting, kemudian digrinding dengan baik. Dipresentasikan dengan seduhan standar Barista dunia.

Kopi blend dipresentasikan menyelarasksn dengan selera kekinian, mengaitkan dengan kearifan budaya Indonesia serta tradisi Tekko Signature dalam menjamu para tamunya.
Ragam varian berikut mesti Anda coba kemudian bandingkan dengan Preferensi di tempat lain seperti Popcorn Coffee, Hazelnut Coffee, Caramel Latte, Vanilla Latte serta Avocado Coffee menggunakan bubuk Avocado.

Untuk mengakomodir kebutuhan mice, lantai dua resto terdapat dua buah meeting room yang memadai. “So, tunggu apa lagi? Berkegiatan sembari menikmati kuliner Indonesia otentik di tempat prestisius. Dari godaan kopi Nusantara yang diracik kekinian, dengan pelengkap snacking varian dimsum. “Yuk sambangi saja kuliner yang kami rekomendasikan.