Mimpi Piala Dunia Kian Dekat, Luke Vickery Resmi Warga Indonesia

Luke Vickery siap perkuat timnas Indonesia setelah menjadi WNI. KJRI Sydney, Australia

WANITAINDONESIA.CO – Aroma rumput hijau Piala Dunia 2030 mendadak terasa begitu dekat di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Sydney, Australia. Langkah besar baru saja diambil oleh talenta muda sepak bola, Luke Anthony Vickery. Di bawah bendera Merah Putih yang berkibar khidmat, pemuda berusia 19 tahun ini resmi mengikat janji suci menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) setelah mengucapkan sumpah setianya. Momen sakral ini bukan sekadar proses administrasi biasa, melainkan sebuah babak baru yang membawa beban harapan besar dari Presiden Prabowo Subianto serta jutaan pencinta sepak bola di tanah air.

Harapan setinggi langit itu langsung digantungkan di pundak Vickery begitu prosesi berakhir. Menteri Hukum Republik Indonesia, Supratman Andi Agtas, menegaskan bahwa kehadiran sang pemain bukan sekadar untuk melengkapi formasi, melainkan menjadi amunisi vital guna menembus panggung dunia. Pemerintah menaruh harapan besar agar Vickery mampu berkolaborasi secara solid dengan para penggawa tim nasional lainnya.

Baca Juga :  Shakira Perkenalkan Lagu Anthem Resmi Piala Dunia FIFA 2026 yang Penuh Semangat Persatuan

“Saya berharap Luke bisa berjuang bersama dengan pemain timnas lain untuk bahu membahu mewujudkan keinginan Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Masyarakat Indonesia, untuk tampil di Piala Dunia 2030,” ujar Supratman Andi Agtas dalam pesan resmi yang diterima, Kamis, terkait pengambilan sumpah tersebut.

Perjalanan atlet kelahiran Kailua, Honolulu, Hawaii ini untuk mengenakan seragam berlambang Garuda di dada dilewati melalui proses yang panjang dan berlapis.

PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga telah mengusulkan namanya sejak awal tahun 2026. Ia harus melewati pemeriksaan ketat seleksi administrasi hingga kajian dari Tim Pemeriksa Peneliti Pemberian Kewarganegaraan (TP3K) lintas kementerian. Setelah dinilai layak, lampu hijau berupa rekomendasi dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dikantongi pada 17 Juni 2026, sebelum akhirnya disetujui oleh Presiden.

Baca Juga :  Isi Goodie Bag Pembukaan Piala Dunia dari Trofi FIFA hingga Selimut La'eeb

Kehadiran para pejabat penting dalam prosesi di Australia menegaskan betapa krusialnya momentum naturalisasi (pewarganegaraan) ini. Vickery mengucap sumpah dengan didampingi langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Hukum RI, Nico Afinta. Turut menyaksikan pula Wakil Duta Besar RI untuk Australia, Lintang Paramitasari Parnohadiningrat, serta Kepala Konsulat Jenderal RI di Sydney, Pendekar Muda Leonard Sondakh.

Bagi Vickery, Indonesia bukanlah tempat yang asing, melainkan rumah yang memanggilnya pulang lewat ikatan darah. Pemain berbakat yang kini merumput untuk klub Macarthur Sydney di Liga A Australia—setelah sebelumnya sempat membela Western United—memiliki garis keturunan Indonesia yang kuat dari sang ibu, tepatnya sang nenek yang lahir di Kota Medan pada 3 Desember 1937. Fondasi emosional inilah yang membakar semangatnya untuk memberikan pembuktian terbaik di lapangan hijau.

Baca Juga :  Isi Goodie Bag Pembukaan Piala Dunia dari Trofi FIFA hingga Selimut La'eeb

Dengan tatapan penuh keyakinan dan tangan yang siap mengepal demi lambang Garuda, pesepak bola muda ini menyambut takdir barunya dengan optimisme tinggi. Ia memastikan bahwa dirinya tidak akan berjuang sendirian, melainkan bersama satu tim yang solid demi membawa nama bangsa ke tingkat tertinggi.

“Saya bersama tim siap membawa Indonesia tampil pada Piala Dunia 2030,” tegas Vickery seusai upacara pembacaan sumpah.

Piala Dunia memang masih menyisakan waktu beberapa tahun lagi, namun fondasi mimpi itu mulai dibangun sejak hari ini. Kehadiran talenta muda dengan pengalaman kompetisi internasional seperti Luke Vickery menjadi bukti bahwa Indonesia tidak pernah berhenti mengetuk pintu panggung dunia. Kini, publik tinggal menanti pembuktian sang elang muda di atas rumput hijau, merajut asa, dan mengarsiteki sejarah baru yang akan dikenang sepanjang masa. (Gdi)