Site icon Wanita Indonesia

Menyusuri Jejak Peradaban Dunia yang Tersembunyi di Bawah Tanah Jakarta

Artefak kuno diduga peninggalan VOC berupa saluran air terbuat dari terakota ditemukan saat penggalian proyek MRT di kawasan Glodok, Jakarta Barat. MRT

WANITAINDONESIA.CO — Di bawah riuk pikuk dan deru mesin modernisasi ibu kota, tanah Jakarta rupanya menyimpan lembaran kisah masa lalu yang begitu kaya. Ribuan artefak kuno penanda kejayaan perdagangan peradaban Nusantara secara tidak sengaja kembali menyapa dunia di tengah penggalian jalur transportasi modern.

Proses penggalian konstruksi pengerjaan proyek MRT Jakarta Fase 2A rute Bundaran Hotel Indonesia hingga Kota tanpa diduga membuka gerbang mesin waktu. Para pekerja dan tim ahli menemukan lebih dari 4.000 artefak bersejarah yang tertimbun rapi selama berabad-abad di dalam lapisan tanah Jakarta.

Temuan tersebut tidak sekadar berupa potongan kayu atau struktur kuno biasa, melainkan peninggalan berharga yang mencakup struktur saluran air terakota (tembikar tanah liat), cerucuk kayu penyangga dinding sungai, hingga artefak lepas berupa fragmen keramik lintas negara.

Tim Ahli Arkeologi proyek MRT Jakarta Fase 2A sekaligus Anggota Tenaga Ahli Cagar Budaya Nasional Junus Satria Atmodjo mengungkapkan bahwa jumlah temuan berharga ini dipastikan terus bertambah saban hari seiring berjalannya proses penggalian tanah.

“Karena kan tiap hari nambah. Setiap kali kita mengangkat cerucuk baru, papan baru dari kanal, itu kan datanya selalu bertambah. Jadi yang terakhir saya tidak tahu, tapi kalau ngomong di atas 4.000-an, ya pasti lebih,” kata Junus usai penyerahan arkeologi dari proyek pembangunan MRT Jakarta Fase 2A di Stasiun Jakarta Kota, Jakarta, Kamis.

Hasil analisis terhadap pecahan keramik yang ditemukan membuktikan betapa dinamisnya kawasan Nusantara pada masa lampau. Benda-benda peninggalan tersebut menjadi bukti otentik adanya jejaring perniagaan laut yang menghubungkan Indonesia dengan berbagai negara besar seperti Jepang, China, Vietnam, Thailand, hingga Kamboja.

Keindahan dan nilai sejarah peninggalan ini bahkan telah menyita perhatian dunia internasional. Sebanyak 200 benda pilihan sempat diboyong untuk dipamerkan di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tokyo, Jepang, dan berhasil mendulang rasa takjub serta antusiasme yang sangat tinggi dari masyarakat setempat.

Melalui analisis mendalam dan pembandingan artefak, para peneliti dapat merekonstruksi kembali peta jalur perdagangan bahari yang pernah melintasi Asia. Peninggalan material ini memberikan pemahaman konkret bagi masyarakat bahwa bangsa ini telah menjadi pusat peradaban dan perdagangan internasional sejak zaman dahulu.

Agar keajaiban sejarah ini dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat, Project Management for Construction 2 MRT Jakarta Indra Gunawan menjelaskan bahwa seluruh benda temuan akan melewati tahapan kurasi (penataan dan perawatan benda pameran) yang cermat sebelum dipajang secara resmi.

Pihak pengelola berencana membangun galeri khusus yang berlokasi di Stasiun Jakarta Kota. Ruang pameran ini dihadirkan sebagai sarana edukasi interaktif untuk memperkenalkan warisan budaya berharga tersebut kepada para pengguna jasa kereta komuter maupun masyarakat luas.

Hingga 25 September 2026, progres pembangunan fisik MRT Jakarta Fase 2A sendiri telah menembus angka 65,10 persen. Pengerjaan segmen Bundaran HI-Harmoni ditargetkan rampung pada 2027, sedangkan segmen Harmoni-Kota dijadwalkan selesai sepenuhnya pada 2029.

Menyusuri lorong waktu di bawah tanah Jakarta kini bukan lagi sebatas imajinasi, sebab setiap jejak langkah perjalanan masa depan kita ternyata berpijak tepat di atas kemegahan sejarah bangsa yang siap untuk kembali diceritakan. (Gdi)

Exit mobile version