
WANITAINDONESIA.CO – Keamanan keluarga di ranah digital kini menjadi prioritas utama pemerintah. Pasca melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kantor Meta beberapa waktu lalu, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid secara resmi menerima kunjungan jajaran petinggi Meta untuk menuntut perbaikan nyata.
Pertemuan yang berlangsung di Kantor Kemkomdigi, Jakarta, Kamis (12/3) tersebut dihadiri oleh Director of Public Policy Meta untuk Southeast & South Asia, Rafael Frankel. Pertemuan ini bukan sekadar seremonial, melainkan tindak lanjut tegas atas rendahnya kepatuhan Meta dalam menangani konten negatif di Indonesia.
Meutya Hafid menekankan bahwa langkah sidak yang dilakukan pemerintah adalah bentuk keseriusan negara dalam melindungi warganya.
“Saya memastikan sidak kemarin terhadap kantor Meta bukan simbolik dan akan dan harus ada perbaikan. Pertemuan ini membahas langkah-langkah peningkatan kepatuhan terhadap regulasi Indonesia,” ujar Meutya dalam keterangan resminya.
Dalam diskusi tersebut, ada beberapa poin krusial yang menjadi sorotan utama, terutama yang berdampak langsung pada kesejahteraan rumah tangga:
Pemerintah mendesak Meta (Facebook, Instagram, WhatsApp) untuk menciptakan ekosistem yang sehat agar anak-anak terhindar dari pengaruh buruk konten negatif.
Dewasa ini banyaknya disinformasi medis yang beredar di platform Meta menjadi perhatian serius karena dapat menyesatkan masyarakat dalam mengambil keputusan terkait kesehatan keluarga.
Berikutnya masih marak penipuan berkedok investasi atau scam keuangan yang sering menyasar kaum perempuan dan ibu rumah tangga juga dituntut untuk segera diatasi dengan sistem yang lebih mutakhir.
Meutya berharap Meta tidak hanya memberikan janji, tetapi juga memperbarui sistem perlindungan pengguna mereka. Selain itu, diperlukan mekanisme koordinasi yang lebih cepat antara pihak platform dan pemerintah saat ditemukan pelanggaran.
“Pemerintah Indonesia terbuka untuk berdialog dengan semua platform digital, namun prinsipnya jelas: setiap perusahaan yang beroperasi di Indonesia harus menghormati dan mematuhi regulasi yang berlaku,” tegas Menkomdigi.
Sebagai informasi, langkah tegas ini diambil setelah upaya persuasif sebelumnya dianggap belum membuahkan hasil maksimal. Dengan pertemuan ini, diharapkan para pengguna media sosial di Indonesia dapat merasa lebih tenang dan terlindungi dari ancaman siber yang merugikan. (Gdi)




