Site icon Wanita Indonesia

Menjelajah Rasa Nusantara, Upaya Kementerian Pariwisata Menyulap Kuliner Lokal Menjadi Daya Tarik Wisata

Kuliner lokal terus diangkat pemerintah dalam upaya mendukung sektor pariwisata. Gdi

WANITAINDONESIA.CO – Setiap piring hidangan khas Nusantara tidak sekadar menyajikan kelezatan rasa, melainkan juga menyimpan rekam jejak sejarah, kearifan lokal, serta cerita tradisi yang memikat. Memahami potensi besar tersebut, Kementerian Pariwisata bergerak aktif membuka jalan bagi para pelaku usaha makanan dan minuman (F&B) untuk mengekspansi panggung pasar yang lebih luas sekaligus memperkenalkan kekayaan seni tata boga (gastronomi) Indonesia.

Visi besar tersebut diwujudkan melalui pergelaran Wonderful Indonesia Gastronomy (WIG) Culinary Festival 2026. Ajang festival ini dirancang khusus sebagai ruang kerja sama (kolaborasi) yang merangkul semua pihak (inklusif) bagi para pelaku usaha F&B. Melalui wadah ini, masyarakat diajak menyelami keberagaman cita rasa tanah air yang sarat akan warisan budaya bangsa.

Langkah ini menjadi kelanjutan sekaligus penajaman strategi pemerintah dalam memajukan sektor kuliner. Apabila tahun lalu sajian gastronomi modern (kontemporer) dihadirkan lewat Wonderful Indonesia Gourmet di Jakarta dan Bali, maka tahun ini fokus dialihkan pada penguatan akar sejarah dan budaya. Rangkaian perhelatan digelar di Surakarta dan Yogyakarta dengan pendekatan yang lebih merangkul seluruh lini ekosistem kuliner nasional, mulai dari petani, produsen pangan pengrajin (artisan), pengusaha kuliner, hingga koki profesional yang saling bertautan.

“Visi kami adalah memperluas pengenalan terhadap destinasi, produk, dan talenta kuliner Indonesia, mendorong transaksi bagi pelaku usaha, serta mengembangkan kekayaan lokal menjadi pengalaman wisata yang bermakna,” kata Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.

Penguatan rantai usaha kuliner ini membuktikan dampak ekonomi yang luar biasa nyata. Pada tahun 2025, sektor penyedia makan dan minum tercatat memberikan sumbangan ekonomi yang sangat besar terhadap negara, yakni mencapai Rp503,5 triliun atau setara dengan 2,11 persen dari total Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menilai kekayaan kuliner tanah air sebagai keunggulan utama yang mampu memberikan pengalaman pelesiran yang lebih asli (autentik) dan berkesan. Wisatawan tidak hanya memanjakan lidah, melainkan juga berkesempatan mendalami sejarah dan kehidupan masyarakat lokal tempat kuliner tersebut lahir. Pengalaman berkesan ini diyakini bakal memicu hasrat pelancong untuk berkunjung langsung ke daerah asal hidangan tersebut.

Melalui kerja sama ini, panggung promosi pariwisata tak lagi terbatas pada ruang konvensional, melainkan juga merambah pusat perbelanjaan yang dekat dengan keseharian masyarakat. Pertemuan antara pengusaha F&B, pengelola mal, mitra bisnis, serta konsumen diyakini sanggup memantik jalinan kerja sama usaha yang berkesinambungan.

“Kolaborasi ini menunjukkan bahwa promosi pariwisata dapat dilakukan di berbagai ruang termasuk pusat perbelanjaan yang menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari masyarakat ini. Tujuan akhirnya adalah membangkitkan minat masyarakat untuk berkunjung langsung ke destinasi menikmati kekayaan kuliner kita,” katanya.

Mari terus dukung karya dan kelezatan hidangan para pelaku usaha kuliner lokal, sebab dalam setiap suapan sajian Nusantara, ada jejak tradisi, kearifan bangsa, dan denyut ekonomi masyarakat yang terus bertumbuh. (gdi)

Exit mobile version