Menjaga Hutan Demi Menjamin Isi Piring Makan Keluarga

Hutan yang terpelihara bisa memberikan kontribusi kepada ketahanan pangan. Gdi

WANITAINDONESIA.CO – Keberlangsungan pangan sehat yang tersaji di meja makan keluarga kita setiap hari ternyata sangat bergantung pada seberapa baik kita menjaga benteng pertahanan alam di pedalaman hutan. Banyak dari kita yang mungkin belum menyadari bahwa setiap bulir nasi, segarnya sayuran, dan pasokan air bersih yang dikonsumsi anak-anak di rumah berakar dari keseimbangan ekosistem terdepan kita. Hubungan erat antara rimbunnya pepohonan dan kedaulatan pangan ini menjadi alarm penting di tengah ancaman kerusakan lingkungan global yang kian nyata.

Keterkaitan krusial ini dikupas secara mendalam oleh Hanif Faisol Nurofiq selaku Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, saat menyampaikan kuliah umum di Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat yang terletak di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada hari Senin lalu. Dalam penjelasannya, beliau mengingatkan bahwa hutan tidak boleh lagi dipandang secara sempit sebagai sekadar kumpulan tanaman atau pepohonan belaka. Hutan adalah sebuah infrastruktur ekologis yang bekerja tanpa henti untuk menjaga siklus tata air, melindungi keanekaragaman hayati, mempertahankan kesuburan lahan pertanian, serta menopang stabilitas iklim.

Baca Juga :  Kerutinan Makan yang Kurang baik pada Anak

Apabila infrastruktur alami ini rusak, dampaknya akan langsung memukul sektor terkecil di dalam masyarakat, yaitu pemenuhan kebutuhan pangan keluarga. Saat ini, dunia sedang dibayangi oleh tantangan berat yang dikenal sebagai tiga krisis planet (triple planetary crisis), yang meliputi perubahan iklim, kerusakan lingkungan, serta hilangnya keanekaragaman hayati. Ketika keseimbangan ini terganggu, maka risiko bencana hidrologis akan meningkat tajam.

Baca Juga :  Ramadan 1446 H, Dompet Dhuafa Apresiasi bagi Para Pejuang Keluarga

“Ancaman tiga krisis planet (triple planetary crisis) berupa perubahan iklim, kerusakan lingkungan, dan hilangnya keanekaragaman hayati menjadi tantangan serius bagi sektor pangan karena kerusakan hutan dapat meningkatkan risiko banjir, kekeringan, hingga penurunan produktivitas pertanian di berbagai wilayah Indonesia,” ujar Hanif Faisol Nurofiq dengan penuh keseriusan.

Oleh karena itu, pemerintah kini menempatkan pengelolaan hutan lestari sebagai strategi utama untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Kesadaran ini memicu pergeseran paradigma bahwa menjaga hutan bukan lagi sekadar urusan para rimbawan di tengah belantara, melainkan sebuah ikhtiar bersama demi melindungi masa depan pangan bangsa.

Baca Juga :  BSI Maslahat Respon Cepat Kebakaran Hutan dan Lahan di Sumatera

Melalui pemahaman ini, kita diajak untuk melihat hutan dengan cara yang lebih humanis. Setiap pohon yang tegak berdiri di hulu adalah pelindung bagi kepastian air yang mengalir ke sawah-sawah petani, yang pada akhirnya memastikan dapur-dapur ibu di seluruh penjuru negeri tetap mengepul. Menjaga kelestarian hutan sejatinya adalah wujud cinta kita dalam merawat kelangsungan hidup dan masa depan generasi penerus bangsa. (Gdi)