Mengungkap Ancaman Pembunuh Senyap, CT Scan Khusus Ini Mampu Deteksi Risiko Jantung Koroner Tanpa Nyeri

Ilustasi alat EKG untuk memeriksa ritme jantung. Gdi

WANITAINDONESIA.CO – Penyakit jantung koroner kerap kali berkembang secara perlahan tanpa menimbulkan gejala awal yang disadari oleh penderitanya. Kondisi mematikan ini terjadi saat pembuluh darah arteri koroner yang bertugas memasok oksigen serta nutrisi ke otot jantung mengalami penyempitan atau penyumbatan. Untuk mencegah dampak fatal yang mengintai, terdapat metode pemeriksaan canggih tanpa rasa sakit bernama CT coronary calcium score yang efektif memetakan potensi sumbatan sejak dini.

Dokter Spesialis Jantung dari IHC Rumah Sakit Pusat Pertamina, dr. Maya Munigar Apandi, Sp.JP, menjelaskan pentingnya asupan nutrisi yang cukup bagi organ vital tersebut. Jantung membutuhkan pasokan udara dan nutrisi secara berkala yang disalurkan melalui pembuluh darah arteri koroner. Ketika jalur tersebut tersumbat, otot jantung akan kekurangan suplai oksigen dan fungsi organ berisiko menurun secara drastis.

Baca Juga :  Memahami Penyakit Jantung Koroner Pemicu Kematian Paling tinggi di Dunia

Pemeriksaan pemindaian kalsium ini bertujuan mengukur tingkat penumpukan zat kapur (kalsifikasi) pada plak dinding pembuluh darah (plak aterosklerotik). Prosedur pemeriksaan pemindaian komputer (CT scan) ini memiliki keunggulan karena dilakukan tanpa tindakan pembedahan atau pemotongan jaringan (invasif), tanpa pemasangan infus, serta tanpa menyuntikkan zat pewarna khusus (kontras), sehingga prosesnya berjalan relatif sangat cepat dan nyaman bagi pasien.

Hasil dari pemindaian akan memperlihatkan area yang terang atau putih pada gambar, menandakan adanya endapan zat kapur yang terdeteksi. Jumlah endapan tersebut kemudian dihitung menggunakan sistem penilaian khusus bernama skor Agatston (Agatston score). Semakin tinggi angka skor yang didapat, semakin besar pula jumlah endapan zat kapur di dalam pembuluh darah yang dapat meningkatkan risiko penyempitan.

Baca Juga :  Memahami Penyakit Jantung Koroner Pemicu Kematian Paling tinggi di Dunia

Sistem perhitungan ini terbagi ke dalam 5 kelompok tingkatan risiko. Angka skor 0 menandakan tidak ditemukannya endapan zat kapur sehingga risiko pasien relatif rendah. Namun, dr. Maya Munigar Apandi, Sp.JP mengingatkan bahwa angka skor yang rendah tidak serta-merta membuat seseorang bebas dari pemantauan medis. Penilaian kesehatan pasien harus tetap dilakukan secara menyeluruh dengan mempertimbangkan faktor usia, riwayat tekanan darah tinggi (hipertensi), kencing manis (diabetes), hingga kadar kolesterol.

Sebaliknya, jika hasil pemeriksaan menunjukkan angka skor di atas 400, kondisi tersebut menandakan adanya penumpukan zat kapur tingkat berat pada pembuluh darah koroner. Beban plak yang tinggi ini memerlukan penanganan medis lanjutan yang lebih intensif guna mencegah serangan yang membahayakan jiwa.

Baca Juga :  Memahami Penyakit Jantung Koroner Pemicu Kematian Paling tinggi di Dunia

dr. Maya Munigar Apandi, Sp.JP mengungkapkan bahwa jika kondisi penumpukan sudah mencapai tingkat berat, tim medis akan menyarankan tindakan pemeriksaan pembuluh darah jantung (kateterisasi jantung) dan bila diperlukan akan dilakukan pemasangan peyangga pembuluh darah (pasang cincin) untuk membuka sumbatan tersebut.

Melalui deteksi dini menggunakan metode pemindaian kalsium ini, langkah pencegahan serta penerapan terapi pengobatan yang tepat dapat ditentukan lebih awal. Memahami kondisi kesehatan jantung sejak dini merupakan investasi terbaik untuk menjaga kualitas hidup dan memastikan organ vital tetap berfungsi optimal sepanjang masa. (Gdi)