Mengenal Hj. Iin Susilawaty, dari Dunia Sinetron ke Pengabdian Tanpa Batas Lewat LKP Trias Beauty School

Hj. Iin Susilawaty, S.Pd., MM, sosok tangguh di balik berdirinya LKP Trias Beauty School, lembaga pelatihan kecantikan yang telah melahirkan ratusan wirausaha mandiri dan tenaga profesional, bahkan hingga ke luar negeri.

WANITAINDONESIA.CO – Perjalanan hidup seseorang kadang tidak dimulai dari rencana besar, melainkan dari sebuah keterpaksaan.

Begitulah awal kisah Hj. Iin Susilawaty, S.Pd., MM, sosok tangguh di balik berdirinya LKP Trias Beauty School, lembaga pelatihan kecantikan yang telah melahirkan ratusan wirausaha mandiri dan tenaga profesional, bahkan hingga ke luar negeri.

Siapa sangka, langkah awal Hj. Iin di dunia kecantikan justru bermula dari pengalamannya sebagai pemain sinetron. Saat itu, keterampilan merias wajah menjadi kebutuhan mutlak.

“Dulu main sinetron, seperti Sepenggal Kisah Lama, Jendela Hati, dan masih banyak lagi,” ujarnya mengenang kariernya di ranah akting.

Namun karena belum memiliki kemampuan make up sendiri, honor yang diterimanya kerap dipotong. “Ada yang bertanya, “make up-nya kurang puas Bu?” Bukan kurang puas, tapi dipotong honor.” lanjutnya terkekeh.

Dari situlah muncul sebuah ide, bahwa daripada terus mengeluarkan uang untuk make up, lebih baik belajar.

Baca Juga :  Yasmin Napper Kembali ke Layar Kaca SCTV Lewat Sinetron Istiqomah Cinta

Berani Mulai dari Nol

Keputusan mengikuti kursus kecantikan menjadi titik balik hidupnya. Hj. Iin benar-benar memulai dari nol, mulai dari belajar tata kecantikan rambut, kulit, hingga rias pengantin. Prosesnya tidak singkat.

Saat banyak orang memilih jalan bertahap, beliau justru mengambil langkah berani, belajar cepat, serius, dan tuntas. “Saya enggak mau menghabiskan waktu, menghabiskan usia. Kalau tiga bulan naik level, tiga bulan naik level lagi, kapan suksesnya?”

Prinsip itulah yang membuat Hj. Iin menempuh proses belajar dengan totalitas. Akhirnya, di tahun 1996, beliau resmi menekuni dunia usaha salon secara profesional, dengan kompetensi lengkap hingga level tertinggi di bidang tata kecantikan rambut, kulit, dan pengantin.

Tak hanya menjadi praktisi, Hj. Iin juga dipercaya sebagai asesor termuda dan aktif dalam berbagai peran strategis, termasuk di ranah sosial dan pemerintahan.

Baca Juga :  SCTV Hadirkan Drama Seri Turki Terbaru Berjudul Ceylan (Kuma): Cinta & Rahasia

Dari Salon ke Lembaga Pelatihan

Bagi Hj. Iin, membuka salon saja belum cukup. Ia menyadari bahwa ilmu tidak seharusnya berhenti pada diri sendiri. Dari sanalah lahir gagasan besar untuk mendirikan lembaga kursus dan pelatihan agar ilmu yang dimiliki bisa ditransfer kepada masyarakat luas, terutama mereka yang benar-benar membutuhkan.

Dari situlah, berdiri LKP Trias Beauty School, yang berawal dari Jakarta Timur (Halim dan Lubang Buaya), lalu berkembang ke Bekasi, Jatiwaringin, hingga Lippo Cikarang.

Dalam perjalanannya, Hj. Iin sempat mengelola hingga lima cabang, sebelum akhirnya memfokuskan diri pada pengelolaan yang lebih berkualitas dan berkelanjutan.

Melahirkan Harapan, Mengubah Nasib

Yang paling membanggakan bagi Hj. Iin bukanlah jumlah cabang atau gelar, melainkan para peserta didik yang dibinanya. Banyak di antara mereka berasal dari latar belakang sederhana seperti lulusan SMP, anak tukang ojek, bahkan tanpa modal dan jiwa wirausaha.

Baca Juga :  Eps 198, Senin 3 November 2026: Pesawat Yang Ditumpangi Alya dan Alisha Alami Kecelakaan

Namun berkat pembinaan yang disiplin, terarah, dan penuh empati, kini banyak alumni LKP Trias Beauty School yang bekerja di Singapura dan Malaysia, memiliki usaha sendiri, mampu menghidupi orang tua dan keluarga, serta mendapatkan martabat dan penghargaan di masyarakat.

Ucapan sederhana dari para alumni seperti, “Saya bisa dihormati orang karena Bunda”, menjadi energi terbesar bagi Hj. Iin untuk terus mengabdi.

“Saya bangga dengan mereka, karena meski tidak punya latar belakang istilahnya, seorang pengusaha dan sebagainya, tapi mereka mau mendobrak diri untuk menjadi orang hebat,” tegasnya.

Bagi Hj. Iin, kecantikan tidak hanya berbicara tentang penampilan, tetapi tentang keterampilan yang mampu mengubah hidup dan membuka masa depan yang lebih mandiri. (GIE)