Mendekat ke “HARSA” Sembari Merayakan Proses & Memerdekakan Pengrajin

Pakaian tak hanya sebagai produk penutup tubuh, LAKON Indonesia memberikan perspektif baru ihwal pakaian sebagai perantara berbagai pengetahuan, di dalamnya ada proses kreatif, teknik pengerjaan juga kekayaan wastra. Foto: Dokumentasi BRI JF3 Fashion Festival

WANITAINDONESIA.CO – Melihat detail koleksi terbaru dari LAKON Indonesia “HARSA” yang sukses dipresentasikan di BRI JF3 Fashion Festival 2026, menjadi pengayaan bagi Wanitaindonesia.co ihwal proses produksi dari awal hingga akhir yang lekat dengan DNA inovasi, teknik, detail serta aspek craftsmanship.

Berlokasi di Teras LAKON, Summarecon Serpong, jurnalis gaya hidup, ekosistem LAKON serta fashion enthusiast kembali dibuat terpukau akan keindahan 36 koleksi terbaru LAKON Indonesia, yang sukses di pagelarkan di malam penutup BRI JF3 Fashion Festival 2026.

Theresia Mareta, Founder LAKON Indonesia menjadi tuan rumah yang komunikatif lewat wawasannya seputar ide, gagasan, eksperimen, produksi serta akan dibawa ke mana setelah koleksi HARSA menjadi buah bibir pengunjung BRI JF3 Fashion Festival.

Wanita enerjik ini menjelaskan acara Ree See dipersembahkan khusus untuk rekan media beserta tamu undangan lain yang dikonsep intimate. Tamu-tamu tak perlu ragu untuk melihat dari dekat bahkan memegang koleksi yang ditampilkan, sembari menuntaskan rasa penasaran seputar koleksi.

Thres menerangkan, sebelumnya dia kedatangan tamu-tamu Prancis yang mengagumi koleksi HARSA, yang dihadirkan lewat seni instalansi di sejumlah ruang di Teras LAKON.
“Kalau Anda katakan brand LAKON membidik pasar menengah, mengapa eksekusinya sangat tinggi?, “kata salah seorang tamu asing itu.

Thres menjawab lugas, “Kami berupaya untuk membuat produk yang berkualitas tinggi lewat teknik, keterampilan tangan. Kalau di market biasa, hasil karya tangan yang sangat baik biasanya dimasukan sebagai produk mewah. Tapi produk LAKON tidak seperti itu. Kami menginginkan produk mewah ini bisa dengan mudah didapat untuk sekmen pasar menengah.”

Baca Juga :  Sewindu Kiprah LAKON Indonesia Hadirkan Seni Busana Berkelanjutan
Ahmad salah satu pembordir di bawah naungan LAKON Indonesia, memiliki keterampilan tangan mumpuni percantik DNA bordir khas LAKON. Foto: Wanitaindonesia.co

Perspektif Pakaian

“LAKON Indonesia membidik pasar menengah dengan produk berkualitas premium karena ingin memuliakan para pengrajin serta ekosistem yang terlibat dalam proses produksi secara berkelanjutan.”

“Bagi LAKON Indonesia setiap karya yang lahir dari buah pemikiran bernas, hasil eksperimen serta eksekusi yang baik, tak hanya dipandang sebagai pakaian yang hanya untuk dijual, melainkan pakaian tersebut menjadi perantara untuk berbagi ilmu pengetahuan karena di dalamnya terdapat proses kreatif, teknik pengerjaan juga kekayaan wastra Nusantara, “papar Thres.

“Seperti pada pagelaran koleksi HARSA di BRI JF3 Fashion Festival lalu, fesyen show tersebut merupakan bagian dari koleksi yang lebih besar. Yang ditampilkan adalah visi, buah manis dari eksperimen yang terus-menerus dieksplorasi tim kreatif LAKON Indonesia.
Nyata teknik yang kami miliki levelnya telah naik. Jauh semakin baik serta berkembang dari yang biasa kami tampilkan di toko, “ungkap Thres.

“Tentu saja kesemuanya itu merupakan buah manis dari hasil eksperimen yang kami jalankan. Lewat eksperimen ini nantinya akan dikeluarkan sebagai produk reguler ketika waktunya tepat, “cetusnya.

Oversized 3D Floral Applique pada lengan terlihat memesona, tahukah Anda untuk membuat bunga dengan tampilan sempurna tim kreatif LAKON Indonesia harus melalui trial-error. Foto: Wanitaindonesia.co

Thres kemudian memaparkan eksplorasi bahan yang digunakan LAKON. “Untuk batik serta bordir, kami membuat pengayaan bahan untuk pada produksi batik tulis dengan menggunakan bahan primis, katun, katun voal, katun jacquard, organza yang dibatuk oleh pengrajin batik Pekalongan.

Untuk bordir tekniknya jauh lebih berkembang dibandingkan saat pertama kami eksplorasi di tahun 2023 yang dipresentasikan lewat koleksi “The Tailor’s Tale” di LAKON.

Baca Juga :  Ekraf "Terima Kasih" PINTU

Bordir buatan LAKON identik dengan tampilan bolak-balik dengan hasil sempurna, seolah tak ada ruang untuk sekecil apapun untuk kesalahan.

Kian menarik ketika bordir diaplikasikan pada bahan organza, untuk menghasilkan bentuk yang presisi tentunya sangat tidak mudah. Dibutuhkan keterampilan tangan tingkat tinggi, mengingat karekteristik bahan yang tipis, sangat licin, transparan dengan tenunan serat renggang. Bila tak hati-hari saat proses produksi kain akan mudah bergeser, berkerut bahkan rusak.

Eksplorasi kain pada batik hadir lewat beragam material guna mengakomodir pasar, bahkan material organza yang memiliki tingkat kesulitan tinggi, sukses dieksekusi lewat batik, dan bordir. Foto: Wanitaindonesia.co

LAKON Tawarkan Beragam Opsi

Di saat memberikan keterangan ihwal proses kreatif insan kreatif LAKON, Thres sempat menganalogikan ruang kerja mereka sebagai laboratorium, tempat insan kreatif berbagi ide, melakukan eksperimen lalu menuangkan lewat karya premium.

“Semua ruang kerja di sini bisa dialih fungsi seperti untuk ruang kerja peserta program residensi maupun ruang instalasi, “ucapnya.

Walau disebut seperti lab merangkap ruang kerja, berbagai peralatan manual seperti gunting, meteran, penggaris, kapur hingga jarum tertata apik.

Terlihat beberapa model kelopak bunga warna -warni, solder, aneka payet, mote, sketsa. Nyata bahwa lab ini telah melahirkan beragam karya indah, jika dimaknai lewat perhelatan BRI JF3 Fashion Festival, hadir koleksi memukau seperti Pasar Malam, Urub menyusul HARSA. HARSA merupakan koleksi yang ke -9 selama perjalanan LAKON Indonesia.

Thres beralih ke rok sequin yang terlihat sangat cantik, berpedaran menyala mewah. Dia menjelaskan, untuk menempelkan ribuan payet pada rok digunakan dengan jahitan tangan. Semua payet dijahit satu persatu, tak asal jahit.

Baca Juga :  Kolaborasi Alumni Ecole Duppere "Victor Clavelly & LAKON Indonesia" Hadirkan Adikarya Les Fragments - URUB Semesta pun Terpesona

“Kreatornya bermain dengan tekstur serta warna. Untuk mendapatkan tampilan yang indah, Thres mengaku prosesnya berlangsung selama dua bulan, “tegas Thres.

“Untuk desain yang mengedepankan aspek craftsmanship tingkat tinggi, dan butuh waktu panjang, produknya harus dipesan khusus atau made by order. Selain itu kami juga menyediakan ready to wear serta custome baju pengantin,”ujarnya.

Seni bordir LAKON Indonesia senantiasa berproses serta naik level, khas bordir bolak-balik yang presisi, tak ada ruang untuk kesalahan sekecil apapun. Foto: Wanitaindonesia.co

LAKON hadir lewat koleksi dengan pendekatan yang praktis digunakan sehari-hari, juga lewat karya yang menitikberatkan pada hasil eksplorasi teknik serta detail yang menjadi dasar DNA-nya.

Lewat diverensiasi produk, pesannya LAKON ingin hadir sebagai teman fashion enthusiast dengan beragam opsi. Filosofinya kalau berkarya hanya lewat satu opsi saja itu berarti hidup yang tidak memiliki opsi.

Saat melihat display korsase, Thres tertawa kecil sembari menjelaskan, “Lihat kelopak bunga ini, rasanya tak mungkin untuk digunakan sebagai detail produk LAKON. Bentuknya tak elok, tanpa detail yang kuat, “ujarnya sembari memperlihatkan kelopak bunga yang gagal itu.

Lewat eksperimen, trial-error akhirnya tim puas dengan hasil akhirnya. Beragam korsase menjadi aksen pemanis sebagian busana.

“Untuk mengurangi sampah produksi, tim kreatif LAKON sangat cermat dalam menghitung penggunaan kain untuk satu baju. Tak boleh lebih, idealnya sih pas atau bila berlebih jumlahnya sedikit.”

“Nah kelebihan dari hasil produksi tersebut walau tak banyak, limbahnya tetap kami kumpulkan. Kami potong, bentuk menjadi tas yang dihadirkan dengan kualitas tinggi, “pungkas Thres. (*)