
WANITAINDONESIA.CO – Dunia fashion tanah air kembali menorehkan catatan emas yang menyentuh hati. Delapan tahun bukanlah sekadar deretan angka digital di atas kalender, melainkan sebuah rajutan cerita yang dipenuhi oleh ribuan jam diskusi, ketekunan, dan kehangatan jemari para perajin lokal yang tak lelah menenun asa. Merayakan sewindu perjalanannya di panggung mode, LAKON Indonesia menggelar sebuah pertemuan hangat (anniversary gathering) bersama rekan-rekan media di LAKON Store, Summarecon Mall Kelapa Gading. Momen ini menjadi ruang apresiasi bagi ekosistem yang telah setia bersama-sama merawat warisan budaya dan membumikan kain tradisional ke dalam gaya hidup urban yang dinamis.
Sejak menancapkan kukunya pada tahun 2018 dan mulai konsisten melahirkan koleksi siap pakai (ready-to-wear) berbasis wastra Nusantara pada tahun 2020, LAKON Indonesia telah bermutasi menjadi ruang aman bagi kelestarian budaya. Dalam perayaan ini, sebuah instalasi mini dihadirkan untuk membawa para pencinta mode menyusuri lorong waktu, menengok kembali delapan mahakarya legendaris yang merangkum dedikasi tinggi mereka terhadap seni kain tradisional.
Perjalanan kreatif tersebut diawali oleh koleksi Pakaiankoe yang dipresentasikan pada 15 November 2020 di ASHTA District 8, SCBD, Jakarta. Sebagai koleksi perdana bertema A Journey to Java, langkah awal ini berhasil menghidupkan kembali warisan tekstil Jawa melalui pendekatan modern, membawa pakaian etnik ke dalam keseharian generasi kini dengan pesan personal bahwa pakaian adalah sebuah identitas dan memori. Langkah ini kemudian berlanjut pada 9 Oktober 2021 melalui koleksi Gantari yang digelar megah di pelataran Candi Prambanan, Yogyakarta. Bertepatan dengan Hari Batik Nasional, Gantari memadukan keanggunan batik, jumputan, dan tenun lurik sebagai simbol harapan bahwa budaya akan terus bergerak menemukan bentuk baru yang inklusif.
Tak berselang lama, pada 11 November 2021 di Gedung SMESCO Indonesia, Jakarta, LAKON menghadirkan koleksi Aradhana yang mengusung tema Seen and Unseen. Menampilkan lebih dari 30 busana siap pakai dari bahan batik, tenun ikat, songket, hingga ulos, Aradhana tidak hanya bicara soal estetika luar, melainkan memberi panggung bagi kerja keras di balik layar serta pemberdayaan UMKM perajin lokal. Komitmen terhadap keberlanjutan budaya (cultural sustainability) semakin dipertegas pada 6 September 2022 lewat koleksi kelima bertajuk Lorong Waktu di panggung JF3, La Piazza, Kelapa Gading. Berkolaborasi dengan maestro batik Pekalongan, Cahyo, koleksi ini menonjolkan motif flora dan fauna yang anggun dengan teknik pewarnaan khas untuk diperkenalkan ke tingkat internasional.
Eksplorasi material baru menjadi kejutan besar ketika LAKON menutup JF3 Fashion Festival 2023 pada 26 Juli 2023 bersama desainer Irsan melalui koleksi RIK 062324 L. Berbeda dari sebelumnya, koleksi ini menjadikan tenun lurik—yang secara filosofis bermakna garis pelindung—sebagai bintang utama dengan siluet urban yang berani. Lompatan eksklusif berikutnya ditandai dengan peluncuran The Tailor Made 01 pada 29 November 2023, sebuah first privé collection karya Irsan dengan konsep dibuat berdasarkan pesanan (made to order). Mahakarya ini merayakan kembali keagungan seni jahit tangan klasik yang dikerjakan manual di tengah gempuran industri cepat (fast fashion), sekaligus menandai peresmian Teras Lakon di Summarecon Serpong.
Memasuki tahun-tahun berikutnya, kreativitas LAKON semakin membumi dengan menghadirkan koleksi Pasar Malam di ajang JF3 2024 pada 30 Juli 2024. Berkolaborasi dengan maestro batik Pekalongan, Dudung Alisyahbana, koleksi ini mengawinkan motif batik dinamis dengan gaya busana jalanan (streetwear) kontemporer yang kasual melalui teknik tumpuk (layering). Rangkaian retrospektif ini ditutup manis oleh koleksi Urub yang dipamerkan di JF3 2025 pada 30 Juli 2025. Terinspirasi dari filosofi luhur Jawa, “Urip iku urub” yang berarti hidup itu menyala dan memberi terang, koleksi ini memadukan warna-warna hangat dan potongan longgar sebagai pernyataan empati atas dedikasi para perajin Nusantara.
Sebagai puncak sewindu perjalanannya, LAKON Indonesia meluncurkan koleksi Anniversary yang sangat emosional dan ramah lingkungan. Busana-busana eksklusif ini diproduksi secara terbatas dari sisa-sisa kain perca berharga yang dikumpulkan sepanjang delapan tahun perjalanan LAKON. Setiap potong pakaian dirancang agar mudah dipadupadankan (mix and match) untuk berbagai suasana, melahirkan karya seni yang unik dan tidak mungkin direplikasi dengan cara yang sama—sebuah potongan sejarah yang dibuat untuk disimpan dan dikenang.
Tidak hanya meluncurkan pakaian, acara ini juga menghadirkan gerakan nyata berupa layanan perbaikan kain (UP-CYCLE by LAKON Indonesia Repair Service) sebagai bukti komitmen mereka terhadap kampanye fashion berkelanjutan. Pengunjung yang hadir juga diajak berinteraksi langsung dalam aktivitas pembuatan buku kenangan (Interactive Scrapbook Activity) untuk menorehkan pesan dan harapan bagi masa depan wastra Nusantara.
Langkah kaki LAKON Indonesia selama delapan tahun ini membuktikan bahwa busana tradisional tidak harus terkungkung dalam pakem masa lalu. Ketika selembar kain diolah dengan rasa hormat, inovasi, dan sentuhan modern yang inklusif, ia mampu bertransformasi menjadi identitas masa kini yang penuh kebanggaan. Mari kita terus dukung industri kreatif dan produk lokal tanah air dengan bangga mengenakan wastra Nusantara dalam keseharian kita! (Gdi)




