Menakar Kekuatan Industri Kuliner dalam Menggerakkan Roda Ekonomi Nasional

Ketua umum APJI Tashya Megananda Yukki bersama Sri Sultan Hamengkubuwono X dalam acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia (APJI) 2026, di Grand Hotel De Djokja, Yogyakarta. (HO APJI)

WANITAINDONESIA.CO – Industri penyediaan makanan dan minuman kini tidak lagi sekadar urusan pemenuhan kebutuhan konsumsi harian, melainkan telah menjelma menjadi pilar raksasa yang menopang stabilitas ekonomi negara. Sektor yang bergerak dinamis ini memegang peran yang kian strategis, mulai dari menjaga ketahanan pangan hingga membuka jutaan peluang kerja bagi masyarakat. Melalui penguatan struktur yang matang, ceruk bisnis kuliner massal ini terus didorong agar menjadi lebih adaptif, relevan, dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam menghadapi tantangan ekonomi ke depan.

Langkah penguatan sektor ini salah satunya diwujudkan melalui perhelatan Rapat Kerja Nasional yang digelar oleh Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia (APJI). Mengusung tema mengenai konsolidasi dan pengokohan organisasi, ajang ini menjadi momentum penting untuk mempererat soliditas internal sekaligus menegaskan posisi asosiasi sebagai mitra strategis utama pemerintah. Momentum ini juga ditandai dengan langkah ekspansif melalui pelantikan Dewan Pengurus Daerah untuk wilayah Papua Tengah, sebagai bukti keseriusan dalam memeratakan potensi bisnis kuliner hingga ke wilayah timur Nusantara.

Baca Juga :  Kemasan Alami & Plastik di Mata Puan Maharani & Pelaku Pelaku Usaha Kuliner

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia, Tashya Megananda Yukki, mengungkapkan bahwa wilayah timur Indonesia menyimpan potensi pertumbuhan yang sangat besar. Fokus organisasi saat ini adalah memastikan seluruh anggota di berbagai daerah memiliki daya saing yang setara. Lebih lanjut, ia memaparkan data yang memperlihatkan betapa besarnya pengaruh sektor ini terhadap perekonomian makro, di mana kontribusi gabungan industri jasaboga bersama sektor makanan dan minuman secara umum mampu menyentuh hampir 10 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, atau setara dengan nilai fantatis dua ribu tiga ratus triliun rupiah.

Daya serap sektor ini terhadap pembukaan lapangan kerja juga tidak dapat dipandang sebelah mata. Saat ini, jumlah unit usaha penyediaan makan dan minum di tanah air diperkirakan telah mencapai sekitar 4,85 juta unit usaha dengan perputaran omzet menyentuh angka 998 triliun rupiah. Skala industri yang masif ini otomatis menjadi ladang penghidupan yang menghidupkan sekitar 11,7 juta tenaga kerja di berbagai lini.

Baca Juga :  Masak Untuk Menghilangkan Stres? Bisa Kok!

Sadar akan besarnya tanggung jawab ekonomi tersebut, pihak asosiasi berkomitmen penuh untuk terus mendampingi program pembangunan pemerintah melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia serta standarisasi industri. Langkah tersebut diwujudkan secara nyata lewat rangkaian kegiatan edukasi, pelatihan berkala, hingga fasilitasi sertifikasi. Fokus utama pelatihan diarahkan pada manajemen katering, sistem keamanan pangan, serta higienitas proses pengolahan makanan dari hulu ke hilir.

Penerapan standar operasional yang ketat ini dinilai menjadi kunci utama agar cita rasa kuliner nusantara dapat bersanding dengan tata kelola industri modern. “Melalui berbagai kegiatan tersebut, mendorong terciptanya tata kelola penyediaan makanan yang aman, sehat, berkualitas, dan berkelanjutan, sehingga dapat mendukung keberhasilan berbagai program pemerintah,” tutur Tashya Megananda Yukki dalam keterangan resminya yang diterima pada Rabu.

Baca Juga :  Salmon Arancini with Yoghurt Dipping

Keberlanjutan industri jasaboga yang sehat dan profesional pada akhirnya akan memberikan dampak domino yang positif bagi kesejahteraan bangsa. Menjaga kualitas hidangan yang beredar di masyarakat bukan hanya soal memanjakan lidah, melainkan investasi jangka panjang untuk membangun generasi yang sehat dan produktif. Mari kita terus mengapresiasi dan mendukung perkembangan usaha kuliner lokal, karena dari setiap piring hidangan yang tersaji, terdapat jutaan kreativitas, lapangan kerja, dan pertumbuhan ekonomi yang terus bergerak demi kemajuan bersama. (gdi)