Memperkuat Hilirisasi Perikanan demi Nilai Tambah Ekonomi Keluarga Nelayan

Ilustrasi olahan hasil laut. Gdi

WANITAINDONESIA.CO –  Dunia perikanan nasional kini tengah diarahkan untuk tidak lagi sekadar bergantung pada hasil tangkapan mentah, melainkan mulai merambah dunia pengolahan yang lebih bernilai.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) secara aktif mendorong peningkatan pembiayaan pada sektor hilir perikanan guna memastikan produk perikanan kita memiliki daya saing yang lebih tinggi di pasar. Langkah ini diambil karena sejauh ini penyaluran kredit masih sangat didominasi oleh sektor hulu, seperti penangkapan ikan dan budi daya, sementara sektor pengolahan hasil perikanan masih mendapatkan porsi yang relatif kecil.

Baca Juga :  Rekomendasi Aplikasi Trading Forex Terbaik Untuk Pemula

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP, Machmud, dalam keterangannya, Kamis, mengungkapkan bahwa penguatan pada sisi hilir merupakan kunci agar pelaku usaha tidak hanya bertumpu pada produksi bahan mentah.

Hingga triwulan pertama tahun 2026, realisasi kredit program di sektor ini telah mencapai angka Rp2,23 triliun yang disalurkan kepada lebih dari 131 ribu debitur atau peminjam. Meskipun angka ini tumbuh hampir 20 persen secara tahunan, porsi untuk sektor pengolahan baru menyentuh angka 2,91 persen, tertinggal jauh dari sektor penangkapan yang mencapai 34,88 persen.

Baca Juga :  5 Cara Memilih Penjual Rumah Yang Handal

Strategi besar yang kini tengah dijalankan adalah menyusun model bisnis yang lebih layak dibiayai (bankable) sesuai dengan karakteristik usaha di lapangan. Dengan masuk ke rantai pengolahan dan pemasaran, nilai ekonomi yang dihasilkan akan jauh lebih besar dan mampu memberikan kesejahteraan yang lebih merata bagi masyarakat pesisir. KKP percaya bahwa dengan dukungan dana yang tepat sasaran pada sektor hilir, wajah industri perikanan Indonesia akan bertransformasi menjadi lebih modern dan mandiri.

“Tantangan pembiayaan bukan semata pada ketersediaan dana, tetapi pada kesiapan model usaha yang layak dibiayai di tingkat lapangan,” ujar Machmud.

Baca Juga :  KKP Wujudkan Trobosan Budidaya Perikanan Berbasis Ekspor dan Kearifan Lokal

Melalui sinergi yang kuat antara kementerian dan perbankan, diharapkan hambatan akses modal bagi para ibu pengolah ikan maupun pelaku usaha mikro dapat segera teratasi.

Sejatinya, setiap tetes keringat nelayan di laut akan jauh lebih bermakna saat hasil tangkapannya mampu diolah menjadi produk unggulan di meja makan keluarga Indonesia. Hilirisasi bukan sekadar istilah teknis, melainkan sebuah jembatan harapan untuk masa depan anak-anak pesisir yang lebih cerah dan sejahtera. (gdi)