WANITAINDONESIA.CO – Menyusuri lini masa di media sosial kini menjadi langkah pertama bagi generasi muda dalam merajut mimpi tentang destinasi liburan estetis berikutnya. Bagi Generasi Z, sebuah video pendek yang melintas di layar gawai sudah cukup untuk memicu hasrat mengepak koper dan memesan tiket. Pengaruh digital yang begitu kuat telah mengubah total cara beralihnya informasi pariwisata, menciptakan pola perjalanan baru yang unik sekaligus menantang bagi industri travel tanah air.
Dalam ajang pameran pariwisata ANTX 2026 yang berlangsung di Jakarta, dinamika unik seputar gaya berlibur generasi termuda ini dikupas secara menarik. Pauline Suharno, Ketua Umum Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo), mengungkapkan bahwa penentuan destinasi traveling saat ini memang sangat dipengaruhi oleh cara Generasi Z yang gemar mencari referensi lewat aktivitas menggulir (scrolling) media sosial. Mereka mencari sudut-sudut visual yang unik dan cerita perjalanan yang tampak autentik untuk ditiru.
Kendati demikian, di balik kemandirian mereka dalam mengurasi tempat-tempat liburan yang populer, terdapat sebuah realitas finansial yang menarik dalam hubungan antargenerasi di dalam keluarga.
“Tapi ingat, Gen Z saat bepergian atau melakukan perjalanan (traveling), mereka masih dibiayai oleh generasi yang sudah punya duit atau generasi yang di atasnya lagi,” ujar Pauline Suharno sembari tersenyum penuh arti.
Fakta lapangan ini menunjukkan bahwa keputusan akhir dan penyediaan anggaran liburan sebagian besar masih berada di tangan orang tua, yang umumnya mendambakan kenyamanan serta kepraktisan. Berbeda dengan anak muda yang gemar mengulik detail perjalanan secara mandiri, masyarakat yang sudah mapan secara finansial justru cenderung memilih kemudahan layanan ketimbang harus mencari dan menyusun semuanya sendiri di internet. Mereka lebih memercayakan liburan keluarga kepada agen perjalanan yang berpengalaman demi menghindari risiko teknis di lapangan.
Pada akhirnya, gawai dan media sosial boleh saja menentukan ke mana arah kaki melangkah, namun kenyamanan serta kehangatan kebersamaan antargenerasi di sepanjang perjalanan tetap menjadi esensi sejati dari sebuah liburan keluarga. Sinergi antara ide segar anak muda dan kebijaksanaan orang tua dalam memilih layanan terbaik adalah kunci utama terciptanya momen liburan yang tidak hanya indah di media sosial, tetapi juga membekas indah di dalam ingatan keluarga. (Gdi)

