
WANITAINDONESIA.CO – Masjid kini bukan sekadar tempat beribadah, melainkan mulai bertransformasi menjadi ruang kreatif dan inkubator kewirausahaan yang menjanjikan bagi generasi muda. Langkah inovatif ini diwujudkan melalui kolaborasi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Republik Indonesia bersama Unit Pengumpulan Zakat Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran (UPZ IKA Unpad) yang resmi memperkuat fungsi Masjid Raya Unpad Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, sebagai pusat aktivitas pemberdayaan mahasiswa.
Kawasan rumah ibadah di lingkungan kampus tersebut kini dilengkapi dengan beragam fasilitas modern pendukung gaya hidup produktif. Para mahasiswa dapat menikmati fasilitas pusat kegiatan mahasiswa (Student Center), perpustakaan umum, hingga area kuliner kekinian seperti ZCorner, ZCoffee, dan ZChicken. Kehadiran fasilitas terpadu ini dirancang untuk menciptakan ekosistem kampus yang tidak hanya religius, tetapi juga aktif, edukatif, dan mandiri secara ekonomi.
Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid menegaskan bahwa pemanfaatan area masjid ini merupakan langkah strategis dalam mendekatkan mahasiswa pada dunia usaha sejak dini. Pihaknya bahkan membuka peluang untuk menyalurkan program pembiayaan mikro berbasis masjid (Baznas Microfinance Masjid/BMM) demi memperkuat fondasi usaha para mahasiswa di lokasi tersebut.
“Kami melihat rencana pengembangan Masjid Raya Unpad sebagai sesuatu yang strategis. Mahasiswa dapat memanfaatkan ruang tersebut untuk belajar sekaligus mengenal dan mengembangkan kegiatan kewirausahaan. Insya Allah mungkin nanti juga bisa ada Baznas Microfinance Masjid di masjid tersebut untuk lebih menguatkan. Ini juga sejalan dengan 13 program unggulan Baznas,” ujar Sodik Mudjahid.
Selain penyediaan sarana fisik dan dorongan kemandirian ekonomi, Baznas turut mengapresiasi keaktifan UPZ IKA Unpad yang konsisten menyalurkan program beasiswa bagi mahasiswa. Langkah konkret pengabdian alumni ini dinilai berpotensi menjadi acuan nasional bagi gerakan zakat berbasis alumni di berbagai perguruan tinggi lainnya.
“Kami berharap konsep ini dapat menjadi contoh pemberdayaan mahasiswa berbasis masjid di lingkungan perguruan tinggi. UPZ IKA Unpad berpotensi menjadi pionir karena inisiatif seperti ini belum banyak dikembangkan oleh UPZ alumni perguruan tinggi lainnya,” tambah Sodik Mudjahid.
Respon positif turut disampaikan oleh Ketua UPZ IKA Unpad Agus Santoso. Ia mengungkapkan rasa terima kasih atas dukungan berkelanjutan dari Baznas dalam merealisasikan kawasan masjid yang inklusif dan produktif. Posisi Masjid Raya Unpad yang sangat strategis di jalur perlintasan utama kampus menjadikan kawasan ini sangat potensial diakses oleh masyarakat luas, bukan hanya warga internal kampus.
“Tujuannya adalah menumbuhkan jiwa kewirausahaan mahasiswa dan masyarakat. Mahasiswa nantinya dapat belajar, magang, sekaligus terlibat dalam kegiatan usaha yang dikembangkan di sekitar masjid,” tutur Agus Santoso.
Transformasi Masjid Raya Unpad ini membuktikan bahwa tempat ibadah mampu tampil modern dan relevan dengan dinamika anak muda tanpa kehilangan nilai-nilai spiritualnya. Ketika tempat ibadah, alumni, dan lembaga zakat bersinergi, masjid mampu menjelma menjadi pusat peradaban baru yang melahirkan wirausahawan muda berbakat sekaligus mencetak generasi tangguh penerus bangsa. (Gdi)




