
WANITAINDONESIA.CO – Teknologi itu keniscayaan & lekat dengan kebutuhan manusia.
Ihwal penciptaan teknologi hadir dari buah pemikiran bernas individu maupun kelompok menyelaraskan akan kebutuhan zaman. Goalsnya ingin memberikan kemudahan bagi hidup manusia, dan juga sebagai sarana untuk bertahan hidup.
Berbicara perkembangan teknologi di ranah industri kreatif seperti mode yang terjadi di Indonesia terbilang sangat masif, terlebih bagi para kreator visioner, dan adaptif di setiap zaman.
Masuknya Indonesia sebagai lima besar pasar global Gemini telah mendorong ekosistem pelaku usaha mode berkarya tanpa batas. Ini penting agar asa untuk peningkatan produktivitas sebagai pemimpin di industri mode di Indonesia dapat segera terwujud.
Guna memperkuat ekosistem mode Tanah Air yang memiliki potensi hebat Gemini menghadirkan kolaborasi bersama 3 jenama fesyen terbaik Indonesia, Kraton Auguste Soesastro, Stellarissa, dan Two Stitches.
Kolaborasi epik ini telah membuktikan bagaimana Gemini berperan sebagai mitra terdepan yang personal, proaktif, dan andal dalam berkarya.
Sinergitas apik tersebut kemudian dipertegas oleh Google dengan mengumumkan “With Gemini, In Craft”. Ini merupakan sebuah inisiatif berkelanjutan, yang memperlihatkan bagaimana asisten AI Google, Gemini, berperan sebagai mitra kreatif pendukung bagi rumah mode, studio kreatif, serta pelaku usaha di Indonesia.
Senior Brand, Creative and Social Marketing Google wilayah Asia Tenggara, Mira Sumanti menjelaskan, “Sebanyak 32 persen pengguna Gemini di Indonesia merupakan pelaku usaha di industri kreatif. Yang membanggakan ada satu dari dua prompt di Indonesia telah multimodal (melakukan penggabungan teks dengan video).”
Lewat ‘With Gemini, In Craft ‘, Google menjelaskan bahwa pertemuan antara teknologi dengan karya sudah seharusnya tidak mengurangi bahkan menghilangkan DNA kreator. AI itu fungsinya hanya sebagai tools untuk membantu desainer menuangkan ide, gagasan serta kreativitas lebih dalam, komprehensif serta memudahkan pekerjaan lainnya seperti melakukan kolaborasi lintas benua juga untuk memperluas cakupan pasar.”

“Fakta yang membanggakan orang Indonesia merupakan pengguna teknologi. Salah satunya dimanfaatkan untuk industri. Mereka bisa menghasilkan sembilan juta gambar lewat aplikasi Gemini setiap hari. Angka ini mengungguli pengguna di kawasan Asia.”
Inisiatif selaras zaman menyorot kemampuan Gemini dalam menyederhanakan alur kerja
studio yang kompleks, memperkaya penuturan kisah (storytelling), dan menghubungkan perancang lokal dengan audiens global, sembari tetap menempatkan autentisitas seni, dan keahlian kriya manusia sebagai pusat utama penciptaan sebuah karya.
Faktanya di Indonesia, industri mode terus bertumbuh serta menjadi salah satu pilar penggerak ekonomi kreatif. Sumbangsihnya tercatat hingga 58,55% dari total ekspor barang kreatif di awal tahun 2026, berdampingan dengan subsektor kuliner, dan kriya sebagai penyerap tenaga kerja terbesar dari 27,4 juta pekerja kreatif di Indonesia tahun lalu.
Untuk mendukung industri ini, Google berkolaborasi dengan tiga label mode terkemuka Indonesia dalam ranah riset warisan budaya, penuturan kisah multimedia, dan alur produksi lintas batas.
Turut berbagi pendapat, Country Director, Google Indonesia, Veronica Utami, “With Gemini, In Craft membuktikan sebuah kebenaran mendasar ihwal teknologi yang menghantarkan pelakunya mencapai potensi terbaik mereka, ketika mereka jeli untuk memberdayakan imajinasi manusia.”
“Inisiatif ini menunjukkan bagaimana Gemini berperan sebagai mitra yang personal, proaktif, dan andal di studio dengan menyederhanakan riset yang rumit, mengubah sketsa asli menjadi format multimedia beragam, dan mendorong pertumbuhan komersial tanpa batas.”
“Seiring Gemini terintegrasi ke dalam alur kerja harian masyarakat Indonesia, kami tetap berkomitmen untuk berkolaborasi dengan para kreator lokal, mendukung usaha kecil, merayakan warisan budaya, dan memastikan kreativitas manusia tetap menjadi pusatnya, ”ungkapnya.

Gemini Mitra Riset Budaya
Auguste Soesastro pemilik label Kraton mengaku sangat terbantu ketika sedang melakukan riset untuk karyanya dengan bantuan Gemini. Ia menepis anggapan sebagian kelompok masyarakat bahwa AI itu bukanlah ancaman, dikarenakan akan menggantikan peran manusia sebagai pekerja.
“Namun bagi para kreator, teknologi AI justru sangat membantu tugas mereka, karena mampu mengeksplorasi lebih dalam serta komprehensif. Mampu menghadirkan ide-ide baru bagi seorang inovator.”
Auguste menegaskan, yang pegang kendali itu adalah kreator. “Jadi jika ada karya yang hanya mengandalkan AI semata, hal yang patut dipertanyakan adalah kemampuan desainernya yang sudah tak lagi peduli dengan kreativitas, dan passion.”
“Selera tak kan bisa diwujudkan hanya dengan mengandalkan prompt AI, butuh keahlian mendasar kreatornya seperti riset awal agar teknologi bekerja berdasarkan kondisi nyata. AI tak kan mampu menggantikan ide, gagasan, kreativitas kreator.”
Dikenal dengan teknik penjahitan arsitekturalnya, Auguste Susastro menjelaskan, “Saat merancang koleksi adibusana khusus (bespoke couture) “Dalan Heritage” untuk Kenya Kamalashila Soekarno, putri dari seniman ternama Enrico Soekarno, aku menggunakan metode Gemini Deep Research.”
Teknologi yang berkontribusi proses riset sejarah, garis keturunan serta referensi budaya dari berbagai wilayah. Ini sangat membantu dirinya ketika hendak menginterpretasikan budaya agar selaras dengan nilai, dan pakem. Termasuk dalam pengembangan motif beserta elemen tradisional tanpa meninggalkan peran kreator sebagai pelakunya.
Teknologi tersebut sangat membantu kala ia mengakses arsip internasional, yang sebelumnya sulit dijangkau. Menerjemahkan dokumen sejarah berbahasa asing, serta memverifikasi silsilah antar generasi di enam wilayah leluhur.
Bersama Gemini, Auguste Susastro memperdalam risetnya, menghadirkan bespoke couture yang dilengkapi dengan catatan narasi terstruktur serta bibliografi riset yang komprehensif.

Berkat Gemini Hadir Podcast Animasi hingga Koleksi 3D
Cerita inspiratif ihwal penggunaan Gemini diungkapkan Stella Rissa pemilik brand Stellarissa. Stella menegaskan bahwa perkembangan teknologi bagi masyarakat modern bukanlah sebuah ancaman, tapi bisa dimanfaatkan untuk membantu desainer menghasilkan karya baru.
Bersama Gemini ia mampu mengembangkan karakter orisinil Starlet menjadi serial podcast animasi hingga mainan koleksi 3D.
Rancangan Stella dikenal dengan siluet tegas, dan sensual. Dia memanfaatkan Gemini sebagai mitra studio intuitif untuk mengembangkan karakter lukisan tangannya, Starlet. Melalui perputaran karakter 360 derajat, dan memasangkan busana runway virtual (runway virtual fitting).
Stella mengaku ketika mengaplikasikan teknologi, ia bersama tim kreatif harus belajar hal-hal baru seputar prompting.
“Prompting bak menulis esai.”
“Kreator harus mampu menjelaskan ide dengan sangat detail agar AI memahami imajinasi seperti apa yang akan diwujudkan. Kuncinya ada pada kemampuan kreator dalam memberikan instruksi kepada AI.”
“Materinya terbilang sangat detail, butuh ketelitian serta kesabaran. Detail yang aku dapat lewat prompting adalah karakter, suara, warna. Lewat prompting hadir narasi baru buatku bahwa teknologi membuat imajinasi menjadi tak terbatas.”
Starlet merupakan karakter lukisan tangan memakai medium cat air yang dialih rupa menjadi karakter animasi digital.
Stella mentransformasikannya ke dalam ekosistem multimedia yang ekspansif, meliputi rencana serial animasi podcast hingga koleksi figur seni fisik 3D.
Dia menyoal anggapan orang membuat craft dengan AI itu merupakan hal yang mudah, namun hal tersebut justru keliru. Sangat menantang manakala kita harus berkolaborasi dengan teknologi seperti menciptakan, dan belajar bersama.
Lewat tantangan tersebut Stella justru menjadikannya sebagai ruang bereksperimen, memberi cara pandang baru, bagaimana teknologi dapat memperluas dunia kreatif tanpa menghilangkan karakter serta keaslian karya tangan.
Ia bercita-cita Starlet bisa menjadi salah satu kekayaan intelektual Indonesia. Bersama Gemini, Stella memperluas dunia IP miliknya tanpa menghilangkan kehangatan dan keaslian sentuhan seni buatan tangan.

Efisiensi Bisnis Bersama Gemini
Andy Tan & Jerome Kurnia pemilik label Two Stitches yang lekat dengan busana streetwear avant-garde, dan pakaian everyday essentials. Gemini menjadi senjata pamungkas mereka untuk menyatukan tim desain yang berada di Jakarta, Bali serta Berlin untuk koleksi terbaru “Mrtyny”.
Pengalaman menarik bersama Gemini ketika sedang mengembangkan koleksi “Mrtyny” sketsa yang konseptual dapat dikembangkan menjadi simulasi jatuh kain tiga dimensi serta virtual fitting pada model. Proses ini sangat amat membantu mempersingkat waktu pengembangan sampel fisik, yang sebelumnya membutuhkan waktu panjang.
Teknologi juga dimanfaatkan untuk mengeksplorasi material, warna serta tampilan busana sebelum tahapan produksi.
Foto maupun sketsa yang diunggah kemudian divisualisasikan untuk model virtual. Teknologi juga bermanfaat ketika mereka melakukan eksperimen saat merubah material bahan seperti dari denim ke satin dalam waktu yang sangat cepat. Ini sangat membantu sebelum proses produksi.
Yang sangat menyenangkan Andy & Jerome dapat ikut berkontribusi menjaga lingkungan karena teknologi Gemini nyata, dapat membantu pelaku mode seperti mereka, dalam mengurangi risiko produksi berlebih dengan mengandalkan data informed craft, dari keputusan kreatif dan informasi pasar. (*)




