Lolos Seleksi Ketat, 350 UMKM Terbaik Raih Pembinaan Pertamina

Inaugurasi PFpreneur 2026. HO-PT Pertamina (Persero)

WANITAINDONESIA.CO – Langkah kaki ratusan pelaku usaha di tanah air kini kian mantap menapak dunia bisnis yang penuh tantangan. Setelah melalui proses penyaringan yang panjang dan ketat selama tiga bulan terakhir, sebanyak 350 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terbaik akhirnya resmi dikukuhkan sebagai mitra binaan baru. Mereka berhasil menyisihkan ribuan pendaftar lain dalam program inkubasi kapasitas usaha, PFpreneur 2026, yang diselenggarakan oleh PT Pertamina (Persero).

Perjalanan menuju titik ini bukanlah perkara mudah. Dari total 8.210 pelaku usaha yang mendaftar, proses seleksi dilakukan secara berjenjang dan komprehensif. Perjalanan edukasi tersebut dibagi ke dalam empat tahapan utama, mulai dari tahap prakurasi (seleksi awal), kurasi pertama, kurasi kedua, hingga tahap kurasi final. Di setiap fasenya, para peserta diuji melalui tes awal (pre-test), tes akhir (post-test), serta berbagai penugasan kelompok yang menuntut kreativitas dan kerja sama tim.

Direktur Operasi Pertamina Foundation, Gusman Adiwardhana, menjelaskan bahwa program yang telah berjalan sejak tahun 2020 ini didesain sebagai ekosistem pembinaan yang berkelanjutan. Hingga saat ini, program tersebut telah memberdayakan 6.325 wirausahawan, dengan 840 di antaranya sukses menjadi binaan inti. Kehadiran program ini diharapkan dapat menjadi stimulus yang kuat bagi pergerakan ekonomi di tingkat akar rumput.

Baca Juga :  Antusias UMKM Ikuti Pelatihan Ekspor Digital, Pemerintah: Kunci Kemandirian Ekonomi Nasional

“PFpreneur merupakan bagian dari ekosistem pembinaan UMKM yang dijalankan Pertamina Foundation untuk memicu pertumbuhan ekonomi nasional melalui penguatan UMKM perempuan,” ujar Gusman saat memberikan keterangan resmi di Jakarta.

Kurikulum pembinaan yang diberikan di setiap tahapan dirancang sangat taktis untuk menjawab kebutuhan pasar modern. Pada tahap awal, ribuan peserta yang lolos seleksi administrasi dibekali dengan fondasi kepemimpinan, pemahaman perilaku konsumen, serta cara memperkuat nilai produk. Memasuki tahapan berikutnya, materi pembelajaran mulai mengerucut pada operasional bisnis, analisis kompetitor (pesaing), strategi pemasaran, struktur biaya, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence) untuk efisiensi promosi. Pada puncaknya, peserta intensif dilatih menyusun berkas presentasi bisnis (pitch deck) serta mengasah kemampuan berbicara di depan umum (public speaking) demi memperlancar proses negosiasi dagang.

Penguatan kapasitas pelaku usaha lokal ini dinilai menjadi benteng pertahanan utama dalam menjaga stabilitas ekonomi. Direktur Strategi, Portofolio, dan Pengembangan Usaha Pertamina sekaligus Dewan Pembina Pertamina Foundation, Emma Sri Martini, menegaskan bahwa ketangguhan ekosistem domestik merupakan modal berharga dalam menghadapi ketidakpastian kondisi global. Langkah ini juga selaras dengan misi Astacita dalam menggerakkan perekonomian nasional yang dimulai dari penguatan wilayah daerah.

Baca Juga :  Sharp Indonesia Dukung  Program Pemerataan Vaksinasi Covid-19 Pemerintah           

“Kekuatan domestik Indonesia terletak pada sektor UMKM-nya. PFpreneur menjadi salah satu bentuk upaya Pertamina dalam melakukan penguatan kekuatan domestik dengan memberikan pembinaan, kurasi, dan penyaluran (funneling) secara bertahap,” tutur Emma.

Sinergi dan ruang belajar yang inklusif terbukti mampu melahirkan agen-agen perubahan baru di sektor ekonomi. Ketika sebuah usaha mampu mandiri dan berkembang, dampak positifnya akan langsung dirasakan oleh lingkaran terdekat, mulai dari kesejahteraan keluarga hingga pembukaan lapangan kerja baru di lingkungan sekitar. Keberhasilan para pelaku usaha ini menjadi bukti nyata adanya ketangguhan dalam membagi peran antara tanggung jawab domestik dan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.

Ketua Umum Persatuan Wanita Patra Pusat, Priscilia Simon Mantiri, menambahkan sebuah pandangan mendalam mengenai esensi dari program pemberdayaan ekonomi seperti ini. Menurutnya, hasil akhir dari pembinaan tidak hanya berdampak pada angka statistik pertumbuhan usaha semata, melainkan pada pembangunan kualitas manusianya.

Baca Juga :  BRI Bukukan Laba Rp60,64 Triliun di 2024, Fokus Perkuat UMKM

“Ketika seorang perempuan berdaya, yang tumbuh bukan hanya dirinya, tapi keluarganya ikut bertumbuh, lingkungannya ikut berkembang, dan pada akhirnya bangsa ini pun ikut menjadi lebih kuat. Karena itu, kami percaya bahwa investasi terbaik adalah investasi pada manusia,” pungkas Priscilia hangat.

Setelah mengakhiri fase inisiasi ini, 350 pelaku usaha terpilih tidak langsung dilepas begitu saja. Mereka mendapatkan kesempatan emas untuk melanjutkan langkah ke jenjang pembinaan yang lebih tinggi, yakni UMK Academy. Program lanjutan ini disiapkan sebagai inkubator lanjutan agar produk-produk lokal kian kompetitif, modern, dan siap menembus pasar yang lebih luas.

Perjalanan ribuan pelaku usaha yang berjuang menempa diri di program PFpreneur 2026 membuktikan bahwa inovasi dan ketekunan adalah modal utama dalam memenangi persaingan pasar. Kini, dengan bekal ilmu yang matang dan dukungan ekosistem yang solid, ratusan UMKM baru siap melangkah maju menjadi motor penggerak ekonomi yang tangguh. Mari kita terus dukung dan gunakan produk-produk lokal demi mendorong kemandirian ekonomi bangsa yang lebih kokoh! (Gdi)