WanitaIndonesia.co – Dalam ajaran Islam, salah satu fitnah terbesar yang akan terjadi menjelang Hari Kiamat adalah kemunculan Dajjal. Ia dikenal sebagai sosok penuh tipu daya yang mampu menyesatkan banyak manusia. Dajjal disebutkan membawa kemampuan luar biasa yang dapat membuat manusia ragu pada kebenaran, bahkan berpaling dari agama.
Rasulullah SAW telah memberikan banyak peringatan kepada umatnya mengenai bahaya Dajjal dan memberikan panduan bagaimana cara berlindung dari fitnah tersebut. Dalam berbagai hadis sahih, Nabi Muhammad SAW menekankan pentingnya kesiapan spiritual dan penguatan iman sebagai benteng utama menghadapi ujian ini.
Berikut ini adalah tiga cara utama yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW agar umat Islam dapat terlindung dari fitnah Dajjal:
1. Membaca Surah Al-Kahfi
Salah satu amalan utama yang disarankan Nabi Muhammad SAW adalah membaca Surah Al-Kahfi, khususnya 10 ayat pertama dan 10 ayat terakhir.
Dalam sebuah hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa yang menghafal sepuluh ayat pertama dari Surah Al-Kahfi, maka dia akan terlindung dari (fitnah) Dajjal.”
(HR. Muslim)
Surah Al-Kahfi mengandung kisah-kisah penuh hikmah yang mencerminkan ujian keimanan, seperti kisah para pemuda Kahfi, kisah Nabi Musa dan Khidir, serta kisah Dzulqarnain. Membacanya secara rutin—terutama setiap hari Jumat—adalah bentuk ikhtiar spiritual untuk menjaga hati dan pikiran dari tipu daya akhir zaman.
2. Memohon Perlindungan dalam Doa
Dalam setiap salat, terutama di akhir tasyahud sebelum salam, umat Islam dianjurkan untuk memohon perlindungan dari berbagai fitnah besar. Salah satunya adalah fitnah Dajjal.
Rasulullah SAW mengajarkan doa khusus yang sebaiknya dibaca setiap hari:
“Allahumma inni a’udzu bika min ‘adzabi jahannam, wa min ‘adzabil qabr, wa min fitnatil mahya wal mamat, wa min sharri fitnatil masihid-dajjal.”
(Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa neraka Jahannam, dari siksa kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, serta dari keburukan fitnah Dajjal.)
Doa ini menjadi bentuk perlindungan yang nyata dari Allah SWT terhadap ujian besar yang akan datang. Kebiasaan membacanya akan menguatkan kesadaran spiritual dan menanamkan kewaspadaan terhadap segala bentuk penyesatan.
3. Menguatkan Iman dan Menuntut Ilmu
Fitnah Dajjal tidak hanya menguji fisik, tetapi juga menguji hati, iman, dan akal manusia. Maka dari itu, membentengi diri dengan iman yang kuat dan ilmu yang benar adalah perlindungan yang paling kokoh.
Dengan ilmu, seseorang bisa membedakan antara kebenaran dan kebatilan. Dengan iman, seseorang mampu bertahan dalam ujian seberat apapun. Rasulullah SAW menyebutkan bahwa Dajjal akan membawa “surga” dan “neraka” versi dirinya sendiri—yang sesungguhnya adalah kebalikannya. Hanya orang-orang beriman dan berilmu yang tidak mudah tertipu oleh kemasan lahiriahnya.
Fitnah Dajjal merupakan salah satu ujian terbesar umat manusia menjelang kiamat. Oleh karena itu, Rasulullah SAW telah memberikan tuntunan agar umat Islam dapat mempersiapkan diri. Tiga langkah utama—membaca Surah Al-Kahfi, memperbanyak doa perlindungan, serta memperkuat iman dan ilmu—merupakan bekal penting agar tetap berada di jalan kebenaran.
Sebagai Muslim, marilah kita terus mendekatkan diri kepada Allah, meningkatkan kualitas ibadah, serta menanamkan nilai-nilai kebenaran dalam hidup, agar kelak kita termasuk orang-orang yang selamat dari fitnah Dajjal dan segala godaan akhir zaman.(Alf)





