Libatkan Abang None Jakarta, MRT Jakarta Bangun Budaya Tertib

Abang dan None dilibatkan dalam mengedukasi masyarakat untuk tertib di MRT Jakarta. gdi

WANITAINDONESIA.CO – Suasana Stasiun Mass Rapid Transit (MRT) atau Moda Raya Terpadu Jakarta tampak sedikit berbeda dari biasanya. Di antara hilir mudik kaum urban yang mengejar waktu, terlihat senyum ramah dan sapaan hangat dari para finalis Abang None Jakarta Utara yang mengenakan seragam dinas operasional kereta. Kehadiran para duta budaya dan pariwisata ini bukan sekadar untuk mempercantik pemandangan stasiun, melainkan mengemban misi penting dalam mengedukasi masyarakat urban agar lebih disiplin dalam menggunakan transportasi publik.

Langkah strategis ini diambil oleh PT Moda Raya Terpadu Jakarta yang sengaja berkolaborasi dengan ikatan Abang None untuk mengampanyekan gerakan tertib bertransportasi melalui program Station Attendant (petugas pelayanan stasiun). Melalui pendekatan yang lebih segar dan persuasif, para anak muda berprestasi ini diterjunkan langsung ke lapangan guna berinteraksi serta mengingatkan para penumpang tentang pentingnya menjaga etika di fasilitas umum.

Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan PT MRT Jakarta, Ahmad Pratomo, menjelaskan bahwa keterlibatan generasi muda berprestasi seperti Abang None memiliki daya pikat tersendiri dalam menyebarkan pesan positif kepada masyarakat luas. Menurutnya, program ini terbukti memberikan dampak nyata dalam pembentukan karakter pengguna transportasi yang lebih sadar akan keteraturan di ruang publik.

“Kami melihat bahwa pendekatan komunikasi yang humanis dan persuasif dari para finalis Abang None ini sangat efektif. Mereka mampu menyentuh kesadaran para pengguna jasa untuk senantiasa mengutamakan budaya antre, menjaga kebersihan, dan menghormati hak sesama penumpang tanpa merasa digurui,” ujar Ahmad Pratomo saat memantau pelaksanaan program tersebut di stasiun.

Selama bertugas, para finalis tidak hanya berdiri menyapa, tetapi juga ikut mengarahkan penumpang saat mengantre di depan pintu tepi peron (platform screen door), memberikan panduan jalan, hingga membantu penumpang yang membutuhkan informasi mengenai rute perjalanan. Interaksi langsung yang hangat dan penuh tata krama khas Jakarta ini terbukti mampu mencairkan ketegangan khas komuter (commuter) urban, sekaligus menyisipkan pesan disiplin secara alami.

Salah satu finalis Abang None Jakarta Utara mengungkapkan rasa bangganya dapat terlibat langsung dalam menjaga denyut nadi transportasi ibu kota agar tetap teratur dan nyaman untuk semua kalangan. Pengalaman ini memberikan sudut pandang baru mengenai pentingnya kontribusi aktif warga dalam mendukung fasilitas publik yang berstandar internasional.

“Menjadi bagian dari pelayanan stasiun di MRT membuat kami sadar bahwa kenyamanan transportasi publik mutakhir itu bukan hanya soal kecanggihan mesinnya, melainkan tentang bagaimana setiap individu di dalamnya mau saling menjaga ketertiban. Pengalaman langsung ini mengajarkan kami arti penting sebuah kedisiplinan bersama demi mewujudkan wajah kota yang lebih modern dan beradab,” tutur sang finalis dengan penuh semangat di akhir masa tugasnya.

Kampanye simpatik ini menjadi sebuah pengingat berharga bagi seluruh warga. Fasilitas transportasi publik yang nyaman dan tepat waktu kini sudah tersedia di depan mata, namun esensi kenyamanan sejati tersebut kembali lagi pada kesadaran pribadi masing-masing pengguna.

Mari bersama-sama kita jadikan budaya tertib ini sebagai identitas baru masyarakat urban. Langkah kecil Anda dalam mengantre dengan rapi dan mematuhi aturan di dalam peron hari ini, adalah cerminan kemajuan sebuah bangsa di masa depan. (Gdi)