Site icon Wanita Indonesia

Langkat Persinggahan Akhir Oreo Berbagi Seru

Guru dan orang tua murid SD Negeri 050647 Timbang Lawan, Langkat, Sumut sedang mempraktikkan alat belajar seru yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan belajar Literasi, Numerasi, Sains, dan Bahasa Inggris. (Foto: Dokumentasi Oreo)

WANITAINDONESIA.CO — Sadap nira di Langkat, Nira manis dijadikan gula, Program Oreo Berbagi Seru Berakhir di Langkat, Lengkapi pembelajaran siswa Sekolah Dasar untuk jadi generasi SERU.

Langkat merupakan Kabupaten terakhir yang melengkapi perjalanan program “Oreo Berbagi Seru”. Puncak pelaksanaan program menjadi momentum bagi Oreo untuk merefleksikan perjalanan program sepanjang tahun 2026.

Dari 7 Kabupaten di 7 Propinsi membuktikan asa, semangat untuk menghadirkan pengalaman belajar terbaik bagi anak negeri bisa diwujudkan dalam beragam cara, dengan dukungan serta kreativitas para guru serta keterlibatan orang tua di rumah.

Asa program “Oreo Berbagi Seru” agar kelak anak-anak Indonesia menjadi Generasi SERU, Solutif, Eksploratif, Responsif, dan Unggul dalam menghadapi berbagai tantangan masa depan.

Program “Oreo Berbagi Seru” persembahan biskuit Oreo telah digelar di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, sebagai lokasi ketujuh sekaligus penutup rangkaian program tahun ini.

Menggandeng mitra setia Indonesia Mengajar program menghadirkan kegiatan edukasi, dan pendistribusian alat-alat belajar seru yang melibatkan guru, orang tua dan komunitas.

Asanya satu, menciptakan pengalaman belajar yang lebih seru, interaktif, dan bermakna bagi 1.280 siswa Sekolah Dasar di Langkat.

Dari 7 Kabupaten di 7 Propinsi Program “Oreo Berbagi Seru” membuktikan asa serta semangat untuk menghadirkan pengalaman belajar terbaik bagi anak negeri, yang diwujudkan dengan beragam cara SERU berkat dukungan Oreo serta kreativitas para guru, juga orang tua di rumah. (Foto: Dokumentasi Oreo)

Program Selaras dengan Guru Penggerak

Program “Oreo Berbagi Seru” sepanjang 2026 telah hadir di 7 kabupaten di 7 provinsi, dan berhasil menjangkau lebih dari 7.000 anak di Indonesia.

Program didukung Pemerintah Kabupaten Langkat, dikarenakan selaras dengan upaya pemberdayaan ekosistem pendidikan, yang sedang digalakkan, khususnya bagi para guru.

Muhammad Yunus, SE., Fungsional (JF) Pengembang Kurikulum Ahli Muda menyampaikan, “Kami menyampaikan apresiasi kepada Oreo atas inisiatif program ‘Oreo Berbagi Seru’ karena mendukung salah satu program kami yaitu ‘Guru Penggerak’ yang diinisiasi sejak 2024. Program bertujuan untuk memberdayakan guru menjadi agen transformasi pendidikan.”

“Sejalan dengan arah kebijakan yang menempatkan guru sebagai salah satu kunci, dalam menciptakan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, kami percaya program ‘Oreo Berbagi Seru’ mampu mendorong para guru untuk menciptakan pengalaman belajar yang seru, dan bermakna bagi anak-anak kami.”

“Inovatif terdepan melalui metode belajar yang mengintegrasikan unsur bermain, interaksi, dan kreativitas. Kami berharap seluruh pengetahuan yang diperoleh melalui program ini, dapat terus diterapkan setelah kegiatan berakhir. Baik oleh guru maupun orang tua yang mendampingi anak belajar di rumah, “ungkap Yunus.

Anggya Kumala, Marketing Director Mondelēz Indonesia menjelaskan “Sejalan dengan purpose untuk menciptakan kebersamaan, melalui berbagai momen penuh keseruan, Oreo meyakini bahwa belajar tidak hanya berfokus pada pencapaian akademis, tetapi juga dapat menjadi ruang bagi anak untuk mengembangkan rasa ingin tahu, kreativitas, kemampuan bekerja sama, dan kepercayaan diri.”

“Ini adalah semangat dari pelaksanaan program ‘Oreo Berbagi Seru’, di mana kami percaya bahwa kegiatan bermain yang sangat dekat dengan dunia anak, dapat dimanfaatkan sebagai jembatan yang membangun interaksi belajar yang lebih positif antara siswa, guru, dan orang tua.”

“Mendukung upaya Pemerintah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, sekaligus berkontribusi dalam menjembatani kesenjangan pendidikan, program ‘Oreo Berbagi Seru’ telah hadir di Banten, Jawa Barat, Lampung, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, Sumatera Selatan, dan hari ini diakhiri di Sumatera Utara sebagai provinsi ke-7.”

“Kami kembali mendistribusikan 270 alat belajar seru, yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan belajar di bidang Literasi, Numerasi, Sains, dan Bahasa Inggris menggunakan pendekatan belajar sambil bermain, yang seluruhnya telah disesuaikan dengan kurikulum nasional,” lanjut Anggya.

Selama 16-21 September 2026 digelar pula serangkaian pelatihan edukasi seru bagi 35 guru, 70 orang tua, dan 35 anggota komunitas untuk memberdayakan peranan seluruh ekosistem pendidikan.

Doa & Asa Program Generasi “SERU”

Bagi guru, pelatihan dirancang untuk memperkenalkan filosofi belajar seru, sekaligus panduan pemanfaatan alat belajar seru, melalui simulasi penerapannya dalam kegiatan belajar di kelas.

Bagi orang tua, diberikan sesi edukasi telah memberikan wawasan mengenai perkembangan anak serta cara menghadirkan aktivitas belajar yang interaktif, melalui permainan sederhana, yang dapat dilakukan bersama di rumah.

Sementara bagi komunitas, kegiatan diarahkan untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam menciptakan ekosistem belajar, yang berkelanjutan di lingkungan sekitar.

Evi Destari Br Tarigan, S.Pd, M.Si, salah satu guru SD Negeri 050647 Timbang Lawan menyampaikan, “Sebagai guru, terkadang kami terlalu fokus pada bagaimana menyampaikan seluruh materi kepada anak.”

“Padahal yang tidak kalah penting adalah bagaimana membuat mereka menikmati proses belajarnya. Melalui ‘Oreo Berbagi Seru’, kami mendapatkan banyak inspirasi, bahwa belajar bisa dikemas menjadi permainan yang sederhana, interaktif, dan menyenangkan.”

“Saat anak merasa senang, mereka menjadi lebih aktif bertanya, lebih berani mencoba, dan lebih mudah terlibat dalam pembelajaran. Pengalaman ini kemudian mendorong kami untuk terus mengeksplorasi cara-cara kreatif, agar keseruan belajar tidak berhenti bersama program ini, tetapi terus hadir di ruang kelas hingga nanti.”

Hal senada turut diungkapkan oleh Siti Fatimah, perwakilan orang tua siswa. “Setelah seharian belajar di sekolah, sampai rumah biasanya anak ingin beristirahat, bermain, atau menghabiskan waktu dengan gadget.”

“Karena itu, mengajak mereka belajar di rumah kadang menjadi tantangan tersendiri. Ikut pelatihan ‘Oreo Berbagi Seru’, membuat saya menjadi lebih paham, bahwa proses belajar bisa dilakukan lewat permainan, obrolan, atau aktivitas sederhana yang mereka sukai.”

“Jadi, mendampingi anak belajar tidak selalu harus dilakukan dengan menyuruh mereka duduk, dan membuka buku, tetapi dengan menciptakan momen-momen seru yang mengasah rasa ingin tahu mereka.”

Selain dukungan dari guru, orang tua, dan komunitas, masyarakat juga telah berkontribusi mewujudkan misi positif di balik program “Oreo Berbagi Seru” melalui pembelian biskuit manis dengan keping bewarna hitam, sebagian keuntungan penjualan didonasikan untuk menyukseskan penyelenggaraan program.

“Semoga program ini mampu membantu anak-anak Indonesia tumbuh menjadi Generasi SERU, yaitu mereka yang berkarakter Solutif, Eksploratif, Responsif, dan Unggul dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan,” tutup Anggya. (*)

Exit mobile version