WANITAINDONESIA.CO – Biskuit Oreo kembali berkontribusi mewujudkan visi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI (Kemendikdasmen RI).
”Pendidikan Bermutu untuk Semua” melalui rangkaian program ”Oreo Berbagi Seru” yang dimulai di SD Negeri Mentel 1, Gunungkidul. Membawa semangat perayaan Hari Anak Nasional, program turut mendukung program ”Bocah Pinter” yang tengah digalakkan oleh Pemerintah Kabupaten Gunungkidul.
Menggandeng Indonesia Mengajar sebagai mitra, program memberikan kesempatan setara bagi 708 siswa Sekolah Dasar di Gunungkidul untuk menjadi bagian dari Generasi SERU, yaitu anak-anak yang memiliki karakter Solutif, Eksploratif, Responsif, dan Unggul.
Kesemuanya dihadirkan melalui rangkaian kegiatan edukasi, dan pendistribusian alat-alat belajar seru. Hadir pada peresmian program, Supriyanto, S.E., M.T., Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan, dan Sumber Daya Manusia Kabupaten Gunungkidul.
Supriyanto menyampaikan, “Hari ini kita menyaksikan bagaimana semangat gotong royong diwujudkan melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, para guru, orang tua dan masyarakat untuk menghadirkan pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak Gunungkidul.”
“Sejalan dengan program ‘Bocah Pinter’ yang dikedepankan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, kami yakin bahwa ketika seluruh elemen bergandengan tangan, kita tidak hanya menciptakan proses belajar yang lebih menyenangkan, tetapi juga mempersiapkan generasi yang cerdas, berkarakter dan siap menghadapi tantangan masa depan.”
“Kami mengapresiasi rangkaian kegiatan yang tidak hanya memberikan pelatihan kepada para guru, tetapi juga melibatkan orang tua dan komunitas. Pendidikan yang berhasil adalah pendidikan yang dibangun bersama.”
Berdayakan Orang Tua, Guru & Anak
Kevin Stefano Senior Marketing Manager Biscuit Mondelēz Indonesia menjelaskan, ”Pogram ’Oreo Berbagi’ hadir di 2024, yang menitikberatkan pada pemberdayaan orang tua, guru dan anak melalui kegiatan edukasi serta penyaluran donasi.”
Melalui program ini, Oreo berharap lebih banyak anak Indonesia memiliki kesempatan setara, untuk berkembang menjadi Generasi SERU yang mampu bertahan, beradaptasi, dan berkembang di tengah perubahan dunia yang semakin pesat,” lanjut Kevin.
Sejalan dengan prinsip deep learning yang dikedepankan Kemendikdasmen RI, program menekankan pentingnya playful learning sebagai pendekatan yang mendukung proses pembelajaran agar lebih bermakna, aktif, dan menyenangkan.
Melalui pengalaman belajar interaktif, anak tidak hanya lebih mudah memahami konsep baru, tetapi juga terdorong untuk berpikir kritis, memecahkan masalah, serta mengembangkan keterampilan sosial seperti komunikasi dan kerja sama.
Program ”Oreo Berbagi Seru” bermitra dengan Indonesia Mengajar, secara khusus mengembangkan 15 alat belajar seru di bidang Literasi, Numerasi, Sains, dan Bahasa Inggris.
Alat dirancang menggunakan pendekatan belajar sambil bermain serta selaras dengan kurikulum nasional. Hingga akhir tahun, alat-alat belajar seru ini akan didistribusikan ke 7 provinsi untuk menunjang proses belajar 7.000 siswa.
Di Gunungkidul sendiri, 270 alat belajar seru yang diberikan akan membantu proses belajar bagi 708 siswa Sekolah Dasar setempat.
Gunungkidul adalah kabupaten kelima yang disambangi program setelah sebelumnya terlaksana di Kabupaten Lebak (Banten), Pangandaran (Jawa Barat), Tulang Bawang Barat (Lampung), dan Purworejo (Jawa Tengah).
Endah Setyorini, S.Pd.SD.,M.Pd, guru SD Negeri Mentel 1 yang ikut berpartisipasi dalam pelatihan berkomentar, “Memaknai Hari Anak Nasional, sebagai guru saya menyadari bahwa setiap anak berhak mendapatkan dukungan dan kesempatan untuk menggali potensinya.”
“Hal ini mendorong kami untuk tidak hanya memastikan anak memahami materi pelajaran, tetapi juga bagaimana membuat mereka merasa antusias, percaya diri, dan berani mencoba.”
Sementara, Suryani perwakilan orang tua siswa ikut menyampaikan antusiasmenya, “Setelah mengikuti pelatihan program, saya menyadari bahwa di rumah pun perlu diciptakan proses belajar yang menyenangkan, inilah yang menginspirasi untuk membuat alat belajar seru menggunakan bahan-bahan yang ada di rumah.”
Masyarakat dapat ikut berperan dalam mendukung misi positif ini. Caranya sangat menyenangkan dengan pembelian Oreo. Sebagian keuntungan akan dijadikan donasi. (*)

