Lada Bangka Tembus Pasar Eropa, Holding UMKM Kirim 16 Ton Lada Putih Muntok ke Belanda

Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rachman (tengah) meninjau tempat penyimpanan lada putih Muntok yang dikelola dalam ekosistem Holding UMKM Klaster Perkebunan di Kabupaten Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung, Sabtu (15/8/2026). Kementerian UMKM

WANITAINDONESIA.CO – Lada putih asal Muntok kini resmi merambah pasar Eropa. Keberhasilan menembus rantai pasok global ini ditandai dengan pelepasan ekspor sebanyak 16 ton lada putih asal Kepulauan Bangka Belitung menuju Belanda. Pengiriman komoditas bernilai 159.680 dolar AS atau setara Rp2,86 miliar tersebut menjadi tonggak awal dari pengoperasian Holding UMKM Klaster Perkebunan yang digagas oleh pemerintah.

Langkah strategis ini menjadi angin segar bagi rantai pasok komoditas perkebunan di tanah air. Melalui ekosistem terpadu ini, para petani lokal dan pelaku usaha tak lagi bergerak sendiri-sendiri, melainkan terhimpun dalam sebuah jaringan terintegrasi yang dikelola oleh PT Cinquer Agro Nusantara sebagai operator holding. Hasil panen dikoordinasikan secara sistematis, diproses sesuai kualifikasi internasional, hingga dikirim secara resmi melalui Pelabuhan Tanjung Priok.

Baca Juga :  Madu Enak Turut Perkuat UMKM Lewat Pelatihan Ekspor di Era Digital

Upaya konsolidasi ini dirancang untuk menyelesaikan berbagai kendala klasik yang sering dihadapi oleh para penggiat usaha tingkat daerah. Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM, Bagus Rachman, menegaskan pentingnya wadah ini untuk mendongkrak daya saing produk lokal di kancah internasional.

“Melalui Holding UMKM Klaster Perkebunan, kita ingin mengonsolidasikan petani dan pengusaha UMKM agar memiliki skala, kapasitas, akses pembiayaan, kepastian pasar … sehingga mampu masuk ke rantai nilai nasional maupun global,” ujar Bagus Rachman.

Baca Juga :  Waterboom Lippo Cikarang Dukung UMKM Hadapi Pasar Global Lewat Pelatihan Digital

Model pengelolaan terpadu ini mencakup seluruh tahapan ekosistem bisnis, mulai dari proses produksi, pengumpulan komoditas, fasilitasi pembiayaan, peningkatan kapasitas, pemenuhan standar mutu, hingga pengolahan dan pembukaan akses pasar. Lada putih Muntok sendiri dipilih sebagai komoditas percontohan karena memiliki reputasi tinggi dan nilai tambah yang menjanjikan di pasar dunia.

Guna memastikan seluruh produk memenuhi standar kelayakan ekspor yang ketat, Kementerian UMKM menggandeng Badan Karantina Indonesia. Kerja sama ini berfokus pada pemberian edukasi serta penyebaran informasi terkait regulasi karantina di negara tujuan ekspor. Langkah pendampingan ini krusial untuk memangkas kesenjangan informasi yang selama ini kerap menjadi hambatan bagi pengusaha daerah dalam melintasi batas negara.

Baca Juga :  Dari Luka Menjadi Kekuatan: Shopee Dukung UMKM Sumatra Bangkit Kembali

Pengiriman belasan ton lada ke Belanda ini diharapkan baru menjadi pemantik awal dari kebangkitan komoditas lokal lainnya. Kehadiran wadah terintegrasi ini menjadi bukti nyata bahwa komoditas unggulan Nusantara mampu bersaing dan merebut posisi terdepan di pasar Internasional. Sudah saatnya produk-produk terbaik dari pelosok negeri melangkah lebih jauh dan menjadi raja di negeri orang. (Gdi)