
WANITAINDONESIA.CO – Fenomena anak muda membeli kopi literan dan cemilan khas Korea semakin menjamur di berbagai kota besar Indonesia. Tidak hanya menjadi pilihan konsumsi harian, tren ini kini berkembang menjadi bagian dari gaya hidup generasi muda yang mengedepankan kepraktisan, estetika, dan pengalaman sosial yang dapat dibagikan di media sosial.
Berdasarkan berbagai laporan media online, minuman kopi susu dalam kemasan literan masih menjadi salah satu produk favorit masyarakat urban, khususnya mahasiswa dan pekerja muda. Selain lebih ekonomis dibanding membeli kopi per gelas, format literan dianggap cocok untuk dikonsumsi bersama teman, keluarga, atau sebagai stok harian di rumah.
Di sisi lain, popularitas budaya Korea atau Korean Wave (Hallyu) turut mendorong meningkatnya permintaan terhadap berbagai camilan khas Negeri Ginseng seperti tteokbokki, corndog, odeng, hingga jajangmyeon instan. Produk-produk ini banyak dijual di kafe tematik, pusat perbelanjaan, hingga platform pesan antar makanan digital. Tren kuliner Korea disebut masih memiliki pasar kuat, terutama di kalangan remaja dan mahasiswa.
Menurut pengamat tren kuliner, perpaduan kopi kekinian dan camilan Korea menciptakan pengalaman konsumsi yang “Instagramable” dan relevan dengan karakter Gen Z yang gemar mengeksplorasi hal baru.
“Anak muda sekarang tidak hanya membeli rasa, tapi juga membeli pengalaman dan identitas sosial. Kopi literan memberi kesan praktis dan hemat, sementara camilan Korea menawarkan unsur hiburan serta kedekatan dengan budaya pop yang mereka sukai,” ujar salah satu analis industri makanan dan minuman.
Selain faktor budaya populer, media sosial seperti TikTok dan Instagram menjadi katalis utama penyebaran tren ini. Video ulasan menu, konten mukbang, hingga rekomendasi tempat nongkrong estetik terbukti mampu meningkatkan minat beli secara signifikan.
Namun demikian, para ahli gizi mengingatkan pentingnya konsumsi secara bijak. Tren meningkatnya kunjungan ke coffee shop dan konsumsi minuman manis di kalangan anak muda perlu diimbangi dengan kesadaran terhadap kadar gula dan kalori yang masuk ke tubuh.
Dengan pasar anak muda yang terus berkembang dan selera yang semakin dinamis, kombinasi kopi literan dan snack Korea diperkirakan masih akan menjadi salah satu tren kuliner dominan sepanjang tahun ini. Pelaku usaha pun berlomba menghadirkan inovasi menu, kemasan menarik, dan strategi pemasaran digital demi menarik perhatian konsumen muda. (den)




