
Saat Setiap Cerita, Kebiasaan, dan Kebutuhan Konsumen Menjadi Inspirasi bagi ParagonCorp
WANITAINDONESIA.CO – Ada kalanya, sebuah inovasi bermula dari sesuatu yang sangat sederhana: mendengarkan.
Dari keluhan kecil tentang kulit yang terasa tidak nyaman. Dari keinginan untuk memiliki produk makeup yang lebih praktis. Dari kebutuhan skincare yang ringan bagi remaja. Atau dari kebiasaan baru para pria yang kini semakin peduli pada perawatan diri.
Bagi ParagonCorp, hal-hal sederhana seperti itulah yang dapat menjadi pintu masuk menuju sebuah inovasi.
Bukan sekadar mendengar apa yang dikatakan konsumen, tetapi memahami cerita di baliknya apa yang mereka rasakan, apa yang mereka butuhkan, bagaimana kebiasaan mereka berubah, dan pengalaman seperti apa yang mereka harapkan dari sebuah produk.
Di tengah dunia kecantikan yang bergerak begitu cepat, kemampuan membaca perubahan tersebut menjadi semakin penting. Sebab, konsumen hari ini tidak hanya mencari produk yang bekerja dengan baik. Mereka juga mencari sesuatu yang terasa dekat dengan kehidupan mereka.

Lebih dari Sekadar “Mendengar”
Bagi ParagonCorp, suara konsumen hadir melalui banyak bentuk.
Ada percakapan dalam komunitas, interaksi dalam berbagai aktivitas brand, masukan dari beauty influencer dan konsumen, hingga temuan yang diperoleh melalui riset dan pengembangan di laboratorium.
Semua titik interaksi tersebut memberikan potongan-potongan cerita.
Dari sanalah ParagonCorp mencoba melihat gambaran yang lebih besar: formula seperti apa yang dibutuhkan, tekstur yang terasa nyaman, fungsi yang benar-benar relevan, hingga pengalaman seperti apa yang membuat sebuah produk terasa tepat bagi penggunanya.
“Bagi kami, memahami konsumen merupakan bagian penting dari proses inovasi. Apa yang mereka alami, butuhkan, dan harapkan menjadi salah satu input yang kami gunakan untuk melihat persoalan secara lebih mendalam. Selanjutnya, insight tersebut kami bawa ke dalam proses riset dan pengembangan untuk mencari pendekatan yang tepat, baik dari sisi formula, teknologi, maupun pengalaman penggunaan,” ujar dr. Sari Chairunnisa, Sp.D.V.E., FINSDV, Deputy CEO and Chief R&D Officer ParagonCorp.
Dengan kata lain, sebuah insight tidak berhenti sebagai catatan. Ia dibawa lebih jauh—ke dalam proses riset, formulasi, teknologi, hingga pengalaman ketika produk akhirnya berada di tangan konsumen.
Ketika Kulit Sensitif Membutuhkan Lebih Banyak Perhatian
Bayangkan memiliki kulit yang mudah memerah, terasa perih, atau tiba-tiba tidak nyaman ketika mencoba produk baru.
Bagi sebagian orang, memilih skincare bukan sekadar mencari produk dengan klaim yang menarik. Kenyamanan menjadi bagian penting dari keputusan.
Kebutuhan inilah yang menjadi salah satu perhatian dalam pengembangan LABORÉ, yang berfokus pada konsumen dengan kulit sensitif.
Melalui BiomeRepair™ TopiCalm Cream, LABORÉ menghadirkan formula dengan Encapsulated Microbiome Technology dan Vitamin B12 untuk membantu menenangkan kulit serta mendukung perawatan kulit yang mengalami ketidaknyamanan.
Sementara itu, GentleBiome™ Mild Cleanser dikembangkan dengan pendekatan non-soap, non-foam, bebas SLS/SLES, serta memiliki pH 5,5. Tujuannya sederhana namun penting: menghadirkan pengalaman membersihkan wajah yang lebih nyaman bagi kulit yang mudah reaktif.
Perlindungan dari sinar matahari pun mendapatkan perhatian melalui BiomeProtect Physical Sunscreen. Menggunakan mineral filter berupa Zinc Oxide dan Titanium Dioxide, produk ini menghadirkan alternatif perlindungan bagi konsumen yang membutuhkan pendekatan sunscreen yang sesuai untuk kulit sensitif.
Di sini, consumer insight menemukan bentuknya. Apa yang awalnya berupa kebutuhan dan pengalaman konsumen diterjemahkan menjadi pendekatan formulasi yang lebih spesifik.
Generasi Z dan Cara Baru Menikmati Beauty
Lalu, bagaimana ketika konsumen yang dihadapi adalah generasi yang tumbuh bersama media sosial, bergerak cepat, dan terbiasa mencari sesuatu yang praktis?
Generasi Z memiliki cara pandang tersendiri terhadap kecantikan. Produk tidak hanya harus efektif, tetapi juga perlu terasa easy, nyaman, praktis, dan sesuai dengan ritme kehidupan mereka.
Insight tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam pengembangan Tavi.
Bagi konsumen muda, rutinitas kecantikan tidak selalu harus panjang. Mereka mencari produk yang dapat mengikuti aktivitas, menggabungkan fungsi, sekaligus tetap menyenangkan untuk digunakan.
Karena itu, Tavi menghadirkan pengalaman kecantikan yang lebih praktis, termasuk melalui produk yang menggabungkan fungsi skincare dan makeup. Di saat yang sama, aspek keberlanjutan juga semakin menjadi bagian dari pertimbangan konsumen muda ketika memilih sebuah produk.
Ada perubahan menarik di sini: kecantikan tidak lagi hanya tentang look, tetapi juga tentang bagaimana seseorang menjalani kesehariannya.
Dari Remaja, Untuk Remaja
Cerita yang tidak kalah menarik datang dari Emina.
Bagi remaja yang baru mulai mengenal skincare dan makeup, dunia beauty bisa terasa menyenangkan sekaligus membingungkan. Mereka membutuhkan produk yang ringan, nyaman, sesuai dengan kebutuhan kulit muda, dan tentu saja tetap terjangkau.
Memahami dunia tersebut tidak cukup hanya dilakukan melalui data.
Kadang, cara terbaik adalah benar-benar mendengarkan mereka.
Melalui Emina Girl Gang Ambassador (EGGA), Emina memiliki ruang untuk berinteraksi dengan remaja dan mendapatkan perspektif langsung dari mereka.
Apa yang sedang mereka sukai? Apa yang mereka butuhkan? Bagaimana mereka melihat kecantikan?
Percakapan semacam ini menjadi bagian dari cara Emina terus memperbarui pemahamannya terhadap konsumen muda—generasi yang terus berubah dan memiliki bahasa mereka sendiri dalam memandang beauty.
Ketika Pria Mulai Lebih Peduli pada Self-Care
Perubahan juga terjadi di sisi lain dunia kecantikan.
Perawatan diri kini semakin menjadi bagian dari keseharian pria. Bukan lagi sesuatu yang dianggap rumit atau eksklusif, melainkan bagian dari rutinitas untuk tampil nyaman dan percaya diri.
Kahf dikembangkan dengan melihat perubahan perilaku tersebut.
Konsumen pria membutuhkan produk yang praktis, fungsional, nyaman digunakan, dan mampu mengikuti aktivitas sehari-hari. Namun, di balik kebutuhan fungsional itu, ada pula nilai dan gaya hidup yang ingin mereka representasikan.
Memahami perubahan tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam pengembangan kategori personal care pria melalui Kahf.
Karena ternyata, self-care pun memiliki cerita yang berbeda bagi setiap orang.
Saat Teknologi Ikut Membaca Cerita Kulit
Di era ketika teknologi semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari, cara memahami konsumen pun ikut berubah.
Melalui aktivitas seperti Beauty Science Tech, konsumen dapat berinteraksi dengan teknologi AI-powered skin diagnostic untuk memperoleh gambaran kondisi kulit secara lebih terukur—mulai dari tingkat dehidrasi, pigmentasi, hingga sensitivitas.
Bagi konsumen, pengalaman ini dapat menjadi cara baru untuk mengenal kondisi kulit mereka.
Sementara bagi ParagonCorp, setiap interaksi memberikan perspektif tambahan mengenai kebutuhan perawatan, preferensi terhadap bahan aktif, hingga bagaimana konsumen merespons pengalaman beauty yang semakin personal dan berbasis teknologi.
Teknologi memang membantu membaca data. Namun, di balik setiap angka tetap ada manusia dengan kebutuhan dan cerita yang berbeda.

Karena Konsumen Bukan Sekadar Angka
Mungkin inilah bagian paling menarik dari perjalanan consumer insight.
Data dapat menunjukkan pola. Riset dapat menemukan fakta. Teknologi dapat memberikan pengukuran yang lebih presisi.
Namun, pengalaman konsumen memberikan konteks.
Ketika semuanya dipertemukan dengan kapabilitas riset dan pengembangan, terciptalah ruang untuk mengeksplorasi inovasi yang bukan hanya mengikuti tren, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan.
Sebab konsumen hari ini semakin kritis. Mereka menginginkan produk yang efektif, tetapi juga nyaman. Praktis, tetapi tetap personal. Inovatif, tetapi memiliki nilai. Dan yang tak kalah penting, mereka ingin merasa bahwa sebuah brand benar-benar memahami mereka.
Dari “Kamu” Menjadi Inspirasi
Semangat untuk mendengarkan konsumen tersebut terasa semakin kuat dalam momentum Hari Pelanggan Nasional 2026.
Melalui tema “Karena Kamu Berarti”, ParagonCorp kembali menempatkan konsumen sebagai bagian penting dari perjalanan perusahaan.
Jika tahun sebelumnya membawa pesan “Semua Berawal dari Kamu”, tahun ini pesan tersebut bergerak satu langkah lebih jauh.
Karena pelanggan bukan hanya titik awal.
Cerita mereka, pengalaman mereka, kepercayaan mereka, bahkan perubahan kecil dalam keseharian mereka dapat memberikan arti pada setiap langkah yang dilakukan.
Dan mungkin, di situlah makna sebenarnya dari menjadi customer-centric.
Bukan sekadar bertanya, “Apa yang kamu inginkan?”
Tetapi juga berusaha memahami, “Mengapa kamu membutuhkannya?”
Sebab ketika suara konsumen benar-benar didengar, suara itu tidak berhenti menjadi masukan.
Ia bisa menjadi inspirasi.
Menjadi riset.
Menjadi formula.
Menjadi pengalaman.
Dan pada akhirnya, menjadi sebuah inovasi yang terasa lebih dekat dengan kehidupan mereka.
Karena inovasi yang baik bukan hanya tentang menciptakan sesuatu yang baru. Ia tentang menciptakan sesuatu yang berarti bagi seseorang. (Des)




