Kemenhaj Gelar Expo UMKM dan Ekosistem Haji 2026 di Bali untuk Perkuat Ekonomi Umat

Dengan mengusung tema "Expo & Edukasi: Haji Sukses, Ekonomi Tumbuh", rangkaian agenda berskala nasional ini bakal berlangsung pada 10–11 Oktober 2026 bertempat di Masjid Agung Sudirman, Kota Denpasar, Bali. (Foto ; Dok Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI)

WANITAINDONESIA.CO — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI bersiap menggelar perhelatan akbar Expo UMKM dan Ekosistem Haji dan Umrah 2026 yang kedua. Dengan mengusung tema “Expo & Edukasi: Haji Sukses, Ekonomi Tumbuh”, rangkaian agenda berskala nasional ini bakal berlangsung pada 10–11 Oktober 2026 bertempat di Masjid Agung Sudirman, Kota Denpasar, Bali.

Langkah ini menjadi wujud nyata inovasi berkelanjutan pemerintah dalam mempertemukan pemangku kepentingan industri perhajian dengan para pelaku usaha demi memperkuat ekosistem ekonomi haji di Indonesia.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (Dirjen PE2HU), Jaenal Effendi, menegaskan bahwa penyelenggaraan ajang ini sangat krusial dalam membangun kemandirian ekonomi umat sekaligus meningkatkan literasi masyarakat secara menyeluruh. Ia menyampaikan bahwa ekosistem ekonomi haji perlu dipetakan dan dikembangkan secara terstruktur melalui kolaborasi lintas sektor, pemberdayaan UMKM lokal, serta edukasi yang masif.

Baca Juga :  Waspada! Bali Masuk Daftar 'Travel Warning' Korea Selatan, Wamenpar Angkat Bicara

Hal ini dilakukan guna memastikan calon jemaah maupun masyarakat luas memperoleh manfaat optimal, baik dari segi kesiapan ibadah maupun dampak pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Rangkaian acara yang menargetkan ribuan pengunjung tersebut akan diramaikan oleh keikutsertaan 50 tenant UMKM dari beragam sektor unggulan, mulai dari kuliner khas, industri kreatif, pernak-pernik oleh-oleh haji dan umrah, hingga ragam produk khas daerah. Di saat yang sama, kegiatan pameran ini disinergikan dengan pelaksanaan Kick-Off Manasik Haji bagi para calon jemaah haji di Provinsi Bali.

Baca Juga :  Kecantikan Hakiki Amorepacific Indonesia untuk Bali

Tidak hanya menyajikan produk UMKM, perhelatan ini juga mengusung misi edukasi keluarga yang lengkap. Panitia menyiapkan perlombaan edukatif bagi anak dan keluarga dengan melibatkan sekitar 500 peserta, sesi literasi keuangan haji lewat dialog interaktif bersama perbankan syariah, diskusi pengembangan ekonomi lokal, hingga simulasi Hajj Store UMKM. Gna memperkuat kemitraan antarpelaku industri, hadir pula forum Business Matching yang mempertemukan produsen lokal, lembaga perbankan syariah, penyelenggara ibadah haji dan umrah, serta para pelaku bisnis strategis.
Keterlibatan publik secara massal turut didorong melalui kegiatan jalan dan lari santai bertajuk Sai Walk & Run yang menargetkan 1.000 peserta dari unsur jemaah, majelis taklim, hingga masyarakat umum.

Baca Juga :  229 Hotel di Bali Dapat "Rapor Merah" Lingkungan

Pengunjung yang membutuhkan informasi resmi seputar ibadah ke Tanah Suci dapat langsung mengakses area Hajj Corner, sebuah pusat layanan terpadu yang menghadirkan unsur penyelenggara perjalanan, kelompok bimbingan, bank penerima setoran, keimigrasian, hingga tim kesehatan haji.

Sebagai penutup seluruh rangkaian kegiatan di Denpasar, perhelatan akbar ini akan diakhiri dengan agenda Zikir Kebangsaan bersama 400 peserta. Melalui perpaduan pameran, edukasi, dan doa bersama ini, Kemenhaj berharap masyarakat tidak hanya memahami tata cara ibadah yang aman dan nyaman, tetapi juga merasakan dampak langsung dari penguatan potensi ekonomi kerakyatan secara nyata. (Des)