
WANITAINDONESIA.CO – Atmosfer panas persaingan futsal kasta tertinggi Asia tengah menyelimuti Indonesia Arena, Kompleks Gelora Bung Karno (GBK). Di balik gemuruh dukungan ribuan suporter untuk Timnas Indonesia, ada “pasukan senyap” yang bekerja memastikan setiap detik pertandingan berjalan tanpa gangguan yakni PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya.
Memasuki fase krusial AFC Futsal Asian Cup 2026 yang berlangsung hingga 7 Februari mendatang, PLN menegaskan komitmennya untuk menjaga gengsi Indonesia sebagai tuan rumah. Tidak tanggung-tanggung, sistem kelistrikan berlapis dengan standar internasional diterjunkan untuk mengawal aksi skuad Garuda.
General Manager PLN UID Jakarta Raya, Moch. Andy Adchaminoerdin, menyatakan bahwa kelancaran turnamen ini adalah prioritas utama. Mengingat Indonesia Arena memiliki kapasitas hingga 14.000 penonton dan menjadi saksi bisu babak perempat final hingga final, PLN menerapkan skema Zero Down Time (ZDT).
“Kami hadir memberikan dukungan penuh. Pasokan listrik di Indonesia Arena dijaga agar tetap andal dan tanpa kedip. Ini bukan sekadar teknis, tapi bentuk dukungan kami agar Timnas bisa berjuang maksimal dan Indonesia bangga sebagai tuan rumah,” ujar Andy.
Teknologi ZDT yang didukung Line Current Differential Relay memastikan jika terjadi gangguan pada satu jalur, pasokan listrik akan berpindah secara otomatis dalam hitungan milidetik, sehingga lampu stadion maupun sistem penyiaran tidak akan padam sedikit pun.
Untuk mengamankan perhelatan ini, PLN mengerahkan “alutsista” kelistrikan yang mengesankan berupa:
- 2 Unit UPS (Uninterruptible Power Supply) dengan total kapasitas 1.000 kVA sebagai penyangga utama.
- Power generator berkapasitas 600 kVA sebagai cadangan darurat.
- DCC Mobile merupakan unit kendali bergerak untuk memantau sistem secara real-time di lokasi.
- Penambahan daya sementara sebesar 525 kVA khusus untuk kebutuhan broadcasting, agar jutaan pasang mata di rumah tetap bisa menikmati kualitas siaran HD tanpa gangguan.
Siaga 24 Jam demi Merah Putih
Manager PLN UP3 Bulungan, Irvan Hardiansyah, menambahkan bahwa kesiagaan personel menjadi kunci. Para teknisi ahli disiagakan di titik-titik vital stadion untuk merespons cepat segala kemungkinan.
“Kami melakukan penguatan berlapis. Dari ruang panel hingga distribusi, semua dalam pengawasan ketat. Kami siap memastikan seluruh rangkaian pertandingan, terutama saat Timnas berlaga, berjalan tanpa hambatan teknis,” tegas Irvan.
Langkah ini memperkuat posisi Indonesia yang semakin dipercaya dunia untuk menggelar ajang olahraga skala besar. Dengan dukungan listrik yang “anti-ngadat”, PLN memastikan fokus penonton hanya satu: mendukung Timnas Indonesia meraih trofi juara Asia. (Gdi)




