
WANITAINDOESIA.CO – Medali emas yang dipersembahkan tim tenis putri Indonesia di SEA Games 2025 Thailand terasa lebih istimewa. Di tengah peringatan Hari Ibu, kemenangan tersebut menjadi simbol dedikasi, perjuangan, dan dukungan keluarga yang mengiringi perjalanan para atlet, termasuk Janice Tjen, sosok muda yang tampil menentukan dalam keberhasilan Merah Putih mempertahankan supremasi tenis putri Asia Tenggara.
Bersama Aldila Sutjiadi, Janice Tjen menyumbangkan dua medali emas dari nomor beregu putri dan ganda putri. Di lapangan, ia menunjukkan ketenangan dan keberanian yang melampaui usianya, terutama pada laga-laga krusial yang menuntut mental baja.
Penampilan tersebut menegaskan bahwa Janice Tjen bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian penting dari kekuatan tim nasional.
Lahir di Jakarta pada 6 Mei 2002, Janice Tjen mengenal tenis sejak usia tujuh tahun. Perjalanannya ditempa lewat jalur pembinaan atlet dan pendidikan, sebuah pilihan yang membentuk kedewasaan berpikir dan disiplin bermain.
Setelah mengenyam pendidikan di SMA Atlet Ragunan, Janice Tjen melanjutkan studi dan karier tenis di Amerika Serikat, memperkuat Universitas Oregon sebelum menemukan performa terbaiknya di Universitas Pepperdine, tempat ia lulus dengan gelar Sarjana Sosiologi pada 2024.

Perkembangan karier Janice Tjen melesat tajam dalam setahun terakhir. Ia mengoleksi 13 gelar ITF tunggal dan enam gelar ITF ganda sepanjang Juni 2024 hingga Juni 2025, sekaligus meraih penghargaan ITF Player of the Month dua bulan berturut-turut pada Mei dan Juni 2025.
Konsistensi tersebut membuka jalan bagi Janice Tjen untuk menembus level elite. Tahun 2025 menjadi tonggak penting.
Janice Tjen mencatat sejarah sebagai petenis tunggal putri Indonesia pertama dalam 23 tahun yang menembus final turnamen WTA dan meraih gelar WTA pertamanya di Chennai Open.
Di US Open 2025, Janice Tjen mencatat kemenangan bersejarah atas unggulan Veronika Kudermetova. Ini merupakan kemenangan pertama petenis putri Indonesia di Grand Slam sejak 2003.
Tak hanya bersinar di sektor tunggal, Janice Tjen juga menunjukkan kapasitasnya sebagai pemain ganda. Gelar WTA ganda di Guangzhou Open 2025 dan emas SEA Games bersama Aldila Sutjiadi menegaskan fleksibilitas dan kematangannya sebagai petenis modern.
Dengan peringkat dunia tertinggi tunggal di posisi 53 dan ganda 82, Janice Tjen kini melangkah sebagai representasi generasi baru tenis Indonesia. (GIE)




