Jangkau Pembeli Lebih Luas, Nasabah PNM Mekaar Diberi Peluang Ekspansi Pasar

Ilustrasi sejumlah ibu-ibu mengikuti pembinaan dan pelatihan kewirausahaan dari PT PNM. (Foto: Dok PT PNM)

WANITAINDONESIA.CO — Bagi banyak pengusaha ultra mikro, produk makanan olahan hingga kerajinan khas daerah kerap masih berputar di lingkungan sekitar. Sementara peluang untuk menjangkau pembeli yang lebih besar masih terbuka lebar.

Kondisi tersebut tergambar dalam riset Bappenas mengenai usaha mikro dan kecil di Indonesia yang diterbitkan pada 2025.

Sebanyak 98 persen usaha yang disurvei masih melayani pasar di lingkungan sekitar. Sementara itu, baru 10 persen menjangkau pasar nasional dan 4 persen yang melayani pasar internasional. Angka tersebut menunjukkan masih besarnya ruang bagi para pengusaha untuk memperluas jangkauan pasar.

Bagi PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM, membuka akses pasar menjadi bagian penting dalam mendorong usaha nasabah untuk berkembang. Sebab, pengalaman PNM dalam mendampingi usaha ultra mikro menunjukkan bahwa pembiayaan dan kemampuan menghasilkan produk perlu berjalan beriringan dengan kesempatan untuk menjangkau lebih banyak pembeli.

Baca Juga :  Jokowi Ajak Sultan Jogja Temui 5.000 Nasabah PNM Mekaar di Bantul

“Dalam mendampingi usaha ultra mikro, kami di PNM belajar bahwa memiliki modal dan menghasilkan produk saja belum cukup. Ada tantangan lain yang tidak kalah penting, yaitu bagaimana produk tersebut dapat menjangkau lebih banyak pembeli,” kata Direktur Operasional dan Hubungan Kelembagaan PNM Lalu Dodot Patria Ary dalam keterangannya dikutip Senin (19/10/2026).

Tantangan tersebut juga dekat dengan keseharian nasabah PNM Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar). Banyak perempuan menghasilkan produk mulai dari makanan olahan hingga kerajinan khas daerah, namun belum seluruhnya memiliki akses terhadap jaringan distribusi, pembeli dalam jumlah besar, maupun informasi mengenai kebutuhan pasar lebih luas.

Baca Juga :  Kemesraan Jokowi Saat Temui Ibu Nasabah PNM Magelang

Semangat untuk memperluas akses tersebut kemudian diwujudkan PNM melalui kolaborasi dengan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) (PPI).

Kedua perusahaan menandatangani Nota Kesepahaman di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang, Jumat (16/10/2026). Melalui kerja sama ini, PNM dan PPI menjajaki peluang pengembangan akses pasar dan pemasaran produk nasabah binaan PNM.

Kolaborasi tersebut mengawinkan dua kekuatan dari masing-masing perusahaan. PNM memiliki kedekatan dengan nasabah serta memahami kebutuhan pengembangan usaha mereka. Adapun PPI memiliki pengalaman dan jaringan perdagangan yang dapat menjadi pintu untuk menjajaki peluang pemasaran yang lebih luas.

“Kami melihat adanya potensi sinergi yang saling melengkapi. PNM memiliki kedekatan dengan nasabah dan memahami kebutuhan pengembangan usaha mereka. Sementara itu, PPI memiliki pengalaman dan jaringan perdagangan yang dapat menjadi pintu untuk menjajaki peluang pemasaran yang lebih luas,” ujar Dodot Patria.

Baca Juga :  PNM dan Menteri PKP Berikan Pembiayaan Terjangkau untuk Renovasi Rumah Usaha Nasabah Mekaar di Malang

Kedua perusahaan ke depannya akan mengidentifikasi produk-produk potensial milik nasabah PNM Mekaar dan mempertemukannya dengan peluang pasar yang sesuai. Kolaborasi tersebut juga membuka kesempatan untuk menjajaki pasar nasional hingga ekspor bagi produk yang memenuhi persyaratan.

Tindak lanjut kerja sama akan dilakukan melalui koordinasi unit kerja terkait untuk mengidentifikasi program prioritas, mekanisme pelaksanaan, serta kebutuhan kerja sama lanjutan. Dengan demikian, nota kesepahaman ini diharapkan menjadi pijakan bagi pengembangan kolaborasi yang konkret, terukur, dan berkelanjutan. (Yud)