Jangan Langsung Memegang Ponsel Saat Bangun Tidur, Ini Bahaya dan Langkah Penggantinya

Hindari memegang ponsel saat bangun tidur. Gdi

WANITAINDONESIA.CO – Mata baru saja terbuka, jemari secara refleks meraba sudut kasur untuk mencari keberadaan ponsel pintar. Niat awalnya mungkin hanya ingin mematikan dering jam waker, tetapi tanpa disadari, jempol mulai asyik melakukan penelusuran linimasa (scrolling) di media sosial, membuka pesan singkat, hingga memeriksa surat elektronik (e-mail) pekerjaan. Sebelum tubuh benar-benar siap menyambut pagi, pikiran sudah dijejali oleh gempuran informasi dan stimulasi berlebihan. Kebiasaan yang tampak sepele ini ternyata berpotensi merusak suasana hati dan kualitas seluruh hari Anda.

Sebagaimana dilaporkan oleh Hindustan Times, kebiasaan membuka ponsel sesaat setelah terbangun dari tidur dapat memicu dampak negatif pada kondisi mental seseorang. Mehezabin Dordi, Psikolog Klinis di Departemen Rehabilitasi dan Kedokteran Olahraga Sir H.N. Reliance Foundation Hospital, menjelaskan bahwa paparan mendadak dari notifikasi pesan dan pembaruan berita dapat merangsang lonjakan hormon stres (kortisol) di dalam tubuh. Alih-alih mengawali hari dengan ketenangan, otak justru dipaksa masuk ke dalam mode siaga tinggi secara tiba-tiba.

Untuk membuktikan dampak buruk kebiasaan ini, Mehezabin Dordi membagikan pengalaman nyata dari salah satu pasiennya. Seorang profesional berusia 30 tahun biasa menghabiskan waktu sekitar 30 menit untuk memegang ponsel begitu terbangun. Akibatnya, ia selalu merasa terburu-buru, cemas, dan pikirannya tersita oleh urusan luar sebelum harinya dimulai. Setelah disarankan untuk mengganti kebiasaan tersebut dengan rutinitas pagi selama 20 menit tanpa ponsel—seperti minum air putih, melakukan peregangan, dan merapikan diri—perubahan besar pun terjadi. Pasien tersebut mengaku merasa jauh lebih tenang, terorganisasi, dan tidak lagi terdorong untuk mengecek ponsel secara impulsif.

Baca Juga :  Vivo X Fold 6 Meluncur, Ponsel Lipat Kamera 'Monster'

Oleh karena itu, para ahli sangat menyarankan untuk menyisihkan jeda waktu selama 15 hingga 30 menit pertama di pagi hari tanpa menyentuh gawai. Ruang tenang tanpa intervensi teknologi ini memberikan waktu bagi otak untuk menyesuaikan diri secara alami.

Sebagai gantinya, terdapat enam aktivitas menyehatkan yang dapat diterapkan secara bertahap untuk membangun suasana pagi yang positif. Langkah pertama diawali dengan pemenuhan hidrasi tubuh melalui segelas air putih hangat atau dingin guna menggantikan cairan yang hilang selama tidur semalaman. Setelah itu, melangkahlah ke luar rumah atau berdirilah di dekat jendela selama 5 hingga 10 menit untuk mendapatkan paparan sinar matahari pagi. Cahaya alami ini berfungsi mengatur ulang ritme biologis harian (circadian rhythm), sehingga tubuh menjadi lebih bugar di siang hari dan mampu tidur lebih nyenyak saat malam tiba.

Baca Juga :  Sedekah Otomatis Lewat Ponsel, Kebiasaan Baik Tanpa Lupa

Rutinitas dilanjutkan dengan melakukan aktivitas fisik ringan seperti peregangan otot, senam yoga, atau berjalan santai di sekitar rumah. Gerakan tubuh ini ampuh melancarkan sirkulasi darah, meredakan kekakuan sendi pagi hari, sekaligus memicu pelepasan senyawa pemicu rasa bahagia (neurotransmiter) di dalam otak. Agar pikiran kian tenang, luangkan waktu sekitar 5 menit untuk melakukan latihan pernapasan dalam atau meditasi. Pemusatan perhatian ini terbukti efektif menurunkan kadar stres dan menekan dorongan perilaku impulsif sepanjang hari.

Langkah berikutnya adalah menuliskan daftar prioritas atau catatan rasa syukur. Mencatat tiga hal sederhana yang patut disyukuri atau tiga target utama hari ini dapat meningkatkan fokus pikiran pada hal-hal yang produktif dan bermakna. Rutinitas pagi kemudian ditutup dengan menikmati secangkir teh atau kopi secara sadar dan perlahan. Mengamati aroma minuman hangat, mendengarkan kicauan burung, serta merasakan kehadiran diri sepenuhnya merupakan bentuk latihan kesadaran penuh (mindfulness) yang sangat menenangkan.

Baca Juga :  Ponsel Inovatif Penikmat Musik

Guna memudahkan proses transisi dari ketergantungan gawai di pagi hari, Mehezabin Dordi membagikan trik praktis yang mudah diterapkan. Anda dapat beralih menggunakan jam waker konvensional (alarm clock) dan meletakkan ponsel di luar kamar tidur agar berada di luar jangkauan tangan saat terbangun. Menurutnya, tujuan dari langkah ini bukanlah menghapus penggunaan gawai secara total dari kehidupan sehari-hari, melainkan memberi perlindungan pada momentum awal pagi agar pikiran tidak tercemar oleh stres seketika.

“Cara terbaik untuk memulai hari adalah dengan mengalokasikan periode 15 hingga 30 menit saat ponsel tidak berada di sekitar Anda tepat setelah terbangun,” tegas Mehezabin Dordi mengingatkan betapa berharganya jeda tenang di awal hari.

Setiap pagi menghadirkan kesempatan baru untuk menyapa hari dengan penuh kesadaran dan energi positif. Dengan memberikan jeda sejenak bagi pikiran sebelum tersedot ke dalam dunia digital, Anda sedang menginvestasikan ketenangan jiwa dan produktivitas sepanjang hari. Mulailah besok pagi: letakkan gawai Anda, hirup napas dalam-dalam, dan nikmati momen berharga menyambut terbitnya mentari. (Gdi)