Istiqlal Global Fund Cetak Ratusan UMKM Naik Kelas Lewat Inkubator Strategis

Inkubator bisnis yang dijalankan Istiqlal Global Fund (IGF). IGF

WANITAINDONESIA.CO – Bukan sekadar menjadi ruang spiritual, Masjid Istiqlal melalui unit usahanya, Istiqlal Global Fund (IGF), resmi menghadirkan pelatihan kewirausahaan berskala nasional dengan meluncurkan Inkubator Bisnis Strategis. Langkah ini hadir sebagai jawaban nyata untuk mendongkrak kelas para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Tanah Air agar mampu bersaing di pasar global.

Langkah ini bukan sekadar pendampingan biasa, melainkan sebuah gerakan transformasi menyeluruh. Melalui wadah pembinaan yang terstruktur dan sistematis, para pelaku usaha ditempa mulai dari penguatan manajemen bisnis, peningkatan mutu serta kualitas produk, akselerasi adaptasi digital (pemodelan teknologi digital), pengurusan sertifikasi halal bersama Istiqlal Halal Center, hingga pembukaan akses pasar yang lebih luas.

Direktur Utama Istiqlal Global Fund (IGF), Ahsanul Haq, menegaskan bahwa fokus utama gerakan ini adalah mengubah fundamental cara berpikir para wirausahawan lokal.

“Melalui Inkubator Bisnis IGF kami menyediakan wadah pembinaan yang jauh lebih sistematis. Kami tidak hanya mengasah kemampuan berbisnis, tetapi juga melakukan transformasi pola pikir (mindset),” ujar Ahsanul Haq dalam keterangan resminya di Jakarta, Sabtu.

Baca Juga :  Kisah Suryani, Kartini Modern Pejuang Ekonomi Keluarga yang Berhasil Naik Kelas Lewat Pendanaan KUR BRI

Strategi tersebut terbukti membuahkan hasil manis. Ekosistem UMKM di bawah naungan IGF mencatatkan pertumbuhan yang sangat pesat. Pada fase awal, peserta yang bergabung dan menerima fasilitas sertifikasi halal berkisar di angka 120 pelaku usaha. Hanya dalam waktu singkat, angka tersebut melonjak tajam sebesar 200 persen hingga menembus sekitar 360 UMKM binaan.

Ahsanul Haq menambahkan bahwa lonjakan antusiasme ini mencerminkan tingginya motivasi para pelaku usaha untuk terus melangkah maju.

“Lonjakan jumlah peserta ini menjadi bukti nyata tingginya komitmen dan motivasi para pelaku UMKM untuk meningkatkan skala usaha mereka. Aspek kreativitas, higienis, kerapian, keamanan produk pangan, serta kecakapan digital menjadi pilar utama dalam kurikulum inkubasi kami,” tutur Ahsanul Haq optimistis.

Sebagai bagian dari masjid negara sekaligus salah satu tempat ibadah terbesar di dunia, IGF berkomitmen menjadikan tata kelola ekonomi berbasis tempat ibadah di Masjid Istiqlal sebagai pelopor dan contoh teladan nasional. Model pemberdayaan ekonomi sektor kuliner dan kewirausahaan ini bahkan telah sukses diuji coba di Masjid Arief Rahman Hakim, Kampus Pascasarjana Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta Pusat. Ke depan, IGF membuka pintu kolaborasi seluas-luasnya bagi pengurus masjid di seluruh Nusantara untuk menduplikasi model bisnis inklusif ini.

Baca Juga :  Lolos Seleksi Ketat, 350 UMKM Terbaik Raih Pembinaan Pertamina

Inisiatif terobosan ini mendapat apresiasi tinggi dari pemerintah. Sekretaris Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM, Rahmadi, menilai keberadaan inkubator ini sangat nyata dalam mendorong UMKM naik kelas secara inklusif tanpa memandang latar belakang.

“Kerja konkret ini sangat membantu dan implementatif dari program Kementerian UMKM. Program ini mengena di segala sektor anak bangsa karena berkonsep inklusif (terbuka untuk semua). Keberhasilan inklusivitas ini terlihat jelas di lapangan, di mana ada banyak masyarakat yang menikmati kuliner di sini datang dari sebelah (Gereja Katedral),” puji Sekretaris Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM, Rahmadi.

Baca Juga :  Kementerian UMKM Permudah Akses Legalitas Usaha Lewat Festival di Kota Tua

Dari sudut pandang standardisasi produk, dukungan penuh juga mengalir dari Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS). Direktur Bisnis dan Kewirausahaan Syariah KNEKS, Putu Rahwidhiyasa, menekankan pentingnya pembinaan kualitas yang konsisten di kawasan Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (Zona KHAS) Istiqlal.

“Langkah pembinaan IGF sangat tepat, karena produk kuliner umat tidak hanya wajib memenuhi kriteria halal, tetapi juga harus memenuhi standar keamanan dan kesehatan yang ketat,” ungkap Direktur Bisnis dan Kewirausahaan Syariah KNEKS, Putu Rahwidhiyasa.

Geliat pemberdayaan yang digelorakan Istiqlal Global Fund ini membuktikan bahwa masjid mampu menjadi episentrum kebangkitan ekonomi rakyat yang modern dan berdaya saing tinggi. Kini, saatnya para pelaku UMKM di seluruh pelosok negeri bersiap mengambil bagian, merajut kemandirian usaha, dan melangkah mantap menuju panggung keberhasilan yang lebih tinggi. (Gdi)