Inovatif Terdepan Ergowrap, Korset Pasca melahirkan Berteknologi 3D

Dukungan sepenuh hati Momcozy untuk mempercepat pemulihan, dan menjaga kenyamanan ibu pascamelahirkan. (Foto: Istimewa)

WANITAINDONESIA.CO – Momcozy, memperluas dukungannya bagi ibu Indonesia dengan meluncurkan Ergowrap Postpartum Belly Band, korset pascamelahirkan berteknologi 3D.

Drancang istimewa untuk mempercepat pemulihan, dan menjaga kenyamanan ibu pascamelahirkan. Produk diperkenalkan di Indonesia Maternity, Baby, Kids Expo (IMBEX) 2025 di JCC Senayan, 28–30 November 2025.

Peluncuran Ergowrap menjadi bagian dari komitmen Momcozy untuk menghadirkan solusi menyeluruh pascapersalinan, melengkapi jajaran produk sebelumnya seperti pompa ASI handsfree, nursing bra, dan perlengkapan ibu lainnya.

“Ibu tidak perlu memilih antara merawat bayi dan diri sendiri. Keduanya harus berjalan beriringan. Setelah keberhasilan pompa ASI, Ergowrap adalah langkah alami bagi Momcozy untuk membantu ibu Indonesia mendapatkan kembali kenyamanan dan kepercayaan dirinya,” ujar Fallin Tika, VP Marketing TNP Group.

Ergowrap Postpartum Belly Band dirancang untuk menjawab kebutuhan fisik ibu setelah melahirkan, baik melalui persalinan normal maupun sesar. Produk ini memberi dukungan stabil pada rahim, perut, dan punggung, sekaligus membantu memperbaiki postur tubuh.

Fallin menjelaskan bahwa desain tridimensional (3D) pada Ergowrap memungkinkan korset mengangkat dan menopang perut tanpa menimbulkan rasa sakit, termasuk bagi ibu yang menjalani operasi sesar.

“Ergowrap didesain oleh ahli chiropraktik dari Amerika agar menopang tulang belakang dan memperbaiki postur tanpa mengganggu luka sesar. Materialnya 100% non-latex, breathable, dan aman dipakai sepanjang hari,” jelasnya.

Dukungan korset ini juga berfungsi menjaga rahim tetap stabil saat kembali ke posisi semula, serta membantu pemulihan otot perut yang longgar pascamelahirkan.

Anjuran Dokter

dr. Leonita T.A. Sutrisna menegaskan bahwa penggunaan korset pascapersalinan justru dianjurkan, termasuk bagi ibu sesar, asalkan menutupi area luka untuk menjaga kestabilan dan mencegah gesekan.
“Luka operasi tidak boleh goyang atau gesek.
Korset memberi ketahanan agar penyembuhan lebih cepat. Pemakaian sejak hari pertama setelah persalinan aman dan membantu ibu bergerak lebih nyaman,” jelasnya.

Ia juga meluruskan mitos bahwa ibu sesar tidak boleh makan ikan karena menyebabkan gatal pada luka. “Itu tidak benar. Justru protein seperti ikan, telur, ayam, dan daging penting untuk mempercepat penyembuhan.”

Menurutnya, penggunaan korset yang terlambat misalnya baru dimulai setelah tiga bulan dapat menyebabkan keluhan lebih banyak, seperti nyeri pinggang dan perut tidak kembali ke bentuk semula karena kurangnya dukungan otot.

Influencer Ghania Harsono, ibu dengan operasi sesar, menuturkan manfaat langsung dari pemakaian korset pasca melahirkan. “Aku langsung pakai sejak hari pertama, dan sampai sekarang (bayi usia 4 bulan) masih kupakai. Back pain berkurang banget. Dengan material yang tipis seperti Ergowrap, aku bisa pakai bahkan double dengan baju,” katanya.

Momcozy merekomendasikan korset dilepas setiap dua jam agar kulit dapat bernapas, kemudian dipakai kembali untuk menjaga efektivitas dukungan. (*)