
WANITAINDONESIA.CO – Lewat kolaborasi dari brand besar Indomie, dan pelaku UMKM Kuliner Warmindo, torehkan sejarah emas, ihwal lintasan perjalanan panjang kuliner Nusantara dari Mi Culture masyarakat Indonesia.
Selalu ada cara kreatif untuk menjadikan olahan mi instan Indomie sebagai bagian dari “Mi Culture” masyarakat Indonesia, khususnya untuk kelompok Milenial, dan Gen-Z.
Salah satunya lewat pelaku usaha Warung Indomie (Warmindo) yang keberadaannya telah menjadi bagian dari kearifan kuliner lokal.
Warmindo turut berkontribusi dalam perekonomian nasional, bantu membuka lapangan kerja bagi warga sekitar, serta mendukung para pelajar, dan mahasiswa dalam mengakomodir kebutuhan mereka akan makanan. Tentunya jika dikelola secara profesional, serta kreatif mampu menghasilkan keuntungan bisnis yang menjanjikan.
Tak perlu latar- belakang yang muluk-muluk, layaknya seorang pelaku bisnis yang mumpuni dalam ilmu ekonomi. Namun lewat kreativitas, kesederhanaan, ketekunan, kesabaran, dan upaya sepenuh hati menyajikan olahan mi instan yang istimewa, mampu membuat dua Warung Indomie menjadi ikon kuliner baru di Kota Yogyakarta, dan Medan.
Warmindo Agem Senyum Ketawa -Medan, dan Warmindo Bu Siti -Yogya sukses menjadi destinasi kuliner wisatawan lokal lewat salah satu olahan favorit pelanggan Mi Nyemek. Mi Nyemek tersaji ikonik dari penggunaan mi instan Indomie.
Di kalangan Gen-Z beredar tagline “Belum sempurna menikmati kuliner Yogya, dan Medan jika Anda belum menyambangi Warmindo Bu Siti, dan Agem Senyum Ketawa, Medan.”
Tentu saja kesuksesan pelaku UMKM Kuliner kebanggaan warga setempat tak lepas dari dukungan sepenuh hati Indomie yang mumpuni menghadirkan support …..system berkualitas terhadap para pelaku UMKM berbasis mi instan.
Dengan satu semangat kolaborasi untuk tumbuh, dan berkembang bersama, Indomie membumikan dua resep kreasi Warmindo sebagai inspirasi produk terbaru Indomie Hype Abis Mi Nyemek, yang juga turut berkontribusi dalam pemberdayaan kuliner lokal.
Bagi Indomie, eksplorasi kuliner lokal menjadi bagian penting dari sebuah inovasi. Tak hanya sekedar rasa, lewat dua varian Indomie Hype Abis Mi Nyemek merupakan wujud apreasiasi bagi kultur Warmindo, serta wujud nyata komitmen Indomie dalam mendukung UMKM Kuliner lokal berkelanjutan.

Bersyukur Karena Dimuliakan
Kebersahajaan Siti Artani, dan Agem terlihat saat mereka berinteraksi di acara Indomie Nyemek on The Block di Mal Gandaria City, (Jum,at, 13/2). Siti menceritakan usaha Warmindo rintisannya telah ada sejak puluhan tahun. Inspirasi terbesar hadir dari keinginan tulus untuk membantu para mahasiswa perantau makan, dengan harga terjangkau sembari membicarakan soal pelajaran.
Lewat kreativitasnya, salah satu olahan warungnya Mi Nyemek mampu membuat lidah pelanggan ketagihan. Hadir kelezatan sempurna dari paduan citarasa gurih pedas.
Menurut Siti konsistensi rasa menjadi salah satu kunci rahasia bisnisnya. Walau harus memasak puluhan mi untuk sekali masak, rasanya harus sama dengan memasak satu porsi mi. Selain penting ketepatan memasak, mi harus matang sempurna tidak setengah matang maupun terlalu matang.
Siti bersyukur mampu meningkatkan derajat ekonomi keluarganya juga memberdayakan ekonomi tetangganya dengan bekerja di warung miliknya. “Saya berterima kasih sekaligus terharu dengan apreasiasi dari tim Indomie Hype Abis yang telah membuat “memoribilia”, terinspirasi dari resep saya “Mie Nyemekee Bu Siti Jogja.”
“Perhatian ini merupakan upaya untuk memuliakan pelaku usaha ngampung seperti saya, agar mampu mempertahankan , serta mengembangkan usaha menjadi berkelanjutan, “kata Siti.
“Terima kasih, setelah hadirnya Indomie Hype Abis Mi Nyemek ala Jogja, usaha saya jadi semakin terkenal di Indonesia, bahkan berharap bisa sampai ke luar negeri lewat kepedulian Indofood, “ucapnya.
Agem pria humoris pemilik Warmindo Agem Senyum Ketawa, Medan tak kalah bungah. Kedainya yang buka 24 jam selalu ramai pembeli. Terutama setelah diajak kolaborasi bersama Indomie Hype Abis.
Dari pejabat, selebriti hingga wisatawan tumpah ruah di Warmindo yang hadir berkat spirit, dan nasehat orang tuanya. Pria yang kerap menyebut kalimat “Jangan Ada Dusta Diantara Kita” mengartikan penggalan dari sebuah lirik lagu populer tersebut dengan beragam makna.
Utamanya jika mau sukses harus menguasai dulu ilmu memasak. Ilmu itu tak hanya sekedar pintar memasak lho, tapi cakupannya luas. Salah satunya lewat inovasi, dan kolaborasi.
Kalau saya kurang berilmu tak mampu “membaca” zaman, tentunya saya enggan menerima tawaran kerja sama bersama Indomie Hype Abis.
“Lha usaha saya kan sudah berkembang. Tapi karena saya memahami pentingnya pelaku usaha untuk berkolaborasi di zaman now, terlebih dengan brand besar seperti Indomie. Saya melihat peluang yang sangat bagus bagi perkembangan, dan keberlanjutan usaha saya ke depan, “terangnya.
Selain merasa tersanjung lewat hadirnya brand Indomie Hype Abis Mi Nyemek ala Banglades’e, Agem Senyum Ketawa, Medan, pria berpembawaan serius namun humoris ini mendapatkan banyak tambahan ilmu yang bermanfaat untuk keberlanjutan bisnisnya. Diantaranya yang bersifat hard skill, dan soft skill.
Menurut Agem untuk terus bertumbuh, bisnis Warmindo-nya harus rutin berinovasi, serta meningkatkan kualitas pelayanan. Karenanya pelaku usaha kuliner skala UMKM harus mumpuni menyelaraskan zaman.
Dalam sehari Agem, dan karyawannya mampu menjual 50-80 dus Indomie serta beragam menu lain yang bukan diolah dari mi.

Dukungan Sepenuh Hati & Proses Kreatif Indomie Mi Nyemek
Senior Brand Manager Indomie, PT Indofood Sukses Makmur Tbk, Cherie Anisa Nuraini menceritakan, “Indomie merupakan brand yang konsisten akan komitmen untuk menghadirkan inovasi segar mengakar, lewat kuliner masyarakat. Selama lebih dari 50 tahun, Indomie banyak menghadirkan kejutan lezat dukung masyarakat, serta para pelaku UMKM Kuliner.”
“Masyarakat Indonesia, dan dunia tentunya sudah sangat familiar dengan beragam varian rasa Indomie. Selain itu, kami menangkap peluang baru, maraknya kuliner viral yang timeless berbasis kearifan lokal. Hadir varian Indomie Ayam Geprek, Indomie rasa Seblak, dan kekinian Indonesia Nyemek yang kesemuanya kami rangkum di Indomie Hype Abis, “terang Cherie.
Cherie memaparkan, Untuk mendevelop produk kuliner lejen Mi Nyemek dari kedua UMKM kuliner tersebut, team R&D kami bolak -balik berkunjung ke Yogya, dan Medan. Survei, riset guna mewujudkan produk Indomie inovatif yang tekstur mi, serta rasanya yang sebelas-duabelas dengan Mi Nyemek yang viral ini.
“Tak sekedar bangga sebagai brand besar, kami tetap meminta saran, masukkan dari Bu Siti, dan Pak Agem ihwal bumbu, serta cita rasanya. Apakah sudah sama dengan produk mereka? Setelah dinyatakan menyerupai, kami dengan bungah kemudian meluncurkan varian Mi Nyemek, “cetusnya.
“Esensinya agar masyarakat yang pernah menikmati kuliner lejen di tempatnya, bisa memuaskan selera di manapun mereka berada, dikarenakan telah hadir Indomie Hype Abis Mi Nyemek yang cara memasaknya terbilang sangat praktis, “harap Cherie.
“Pun mereka yang dibuat penasaran dengan kuliner Mi Nyemek yang sedang viral, tapi terkendala untuk berkunjung ke Yogya, dan Medan tetap dapat menikmati sensasi kelezatan Mi Nyemek, “ungkapnya.

Sahur & Berbuka Jadi Hype Abis
Tentu saja lewat olahan para pelaku kuliner kreatif, Mi Nyemek tak hanya sekedar tersaji apa adanya. Hanya mi dengan bumbu, itu tak cukup. Namun mereka menghadirkan cara makan berbudaya.
Olahan Mi Nyemek dimasak dengan menambahkan beragam bahan sumber serat, protein, serta bahan toping yang memenuhi asupan gizi harian, agar layak tersaji di beragam momen.
Spesial di momen Ramadan, dipastikan banyak keluarga Indonesia yang menjadikan kuliner Indomie dengan beragam variasi olahannya, khususnya Mi Nyemek sebagai menu andalan, ketika sahur maupun saat berbuka.
Godaan aroma sedap nan menggoda selera, juga rasa segar dari kelezatan alami bumbu, tak bisa dipungkiri bahwa kuliner klangenan ini, lekat dengan sejumlah momen penting masyarakat utamanya pada perayaan Ramadan.
“Indomie Hype Abis Mi Nyemek terinspirasi akan kreativitas Mi Nyemek dari Warmindo. Lekat dengan twist Gen -Z yang kekinian, modern, relevan, serta praktis dengan pengalaman kuliner yang kian sempurna, menyenangkan serta hype, “tambah Cherie.
“Karenanya kami memandang penting untuk memberikan ruang bagi pelaku usaha, serta konsumennya untuk bertemu di satu titik dalam sebuah acara spesial “Indomie Nyemek on The Block”. Ini merupakan ruang kolaboratif dengan semangat kreativitas, inovasi, serta eksplorasi rasa, “ujar Cherie.

Ruang Kolaboratif Perayaan Kolaborasi
Tiga hari yang “wow” sejak Jum’at (13/2) hingga Minggu (15/2) Indomie bersama para pelaku usaha Warmindo siap mewujudkan selera generasi muda, lewat comfort food yang inspirasinya kemudian bisa hadir terus di rumah.
Bertemu sembari berinteraksi, menikmati kuliner Mi Nyemek. Larut dengan hiburan, permainan, dan aktivitas seru di melting pot Lobi Piazza, Mal Gandaria City tentunya menjadi momen berkesan di Pebruari.
“Lewat kreativitas kuliner masyarakat, kami percaya akan menjadi fondasi strategis bagi perekonomian pelaku usahanya, keberlanjutan yang menginspirasi beragam ide-ide kreatif yang berdampak luas, “imbuhnya.
Ruang kolaboratif akan menyediakan beragam kegiatan interaktif, dan seru seperti menikmati langsung olahan Mi Nyemek Warmindo Bang Agem, dan Bu Siti yang menjadi momen berharga bagi masyarakat Jakarta dan sekitarnya.
Cherie melanjutkan, “Lewat inovasi Indomie Hype Abis Mi Nyemek, Indomie terus memposisikan diri sebagai trendsetter yang sangat relevan mendukung industri kuliner nasional. Tekstur nyemek khas Warmindo dengan kuah kental, rasa lezat yang selalu bikin ketagihan, kini bisa hadir setiap saat, di dapur rumah dengan format mi instan praktis.”
“Ini bukan goreng, bukan kuah, ini Mi Nyemek baru dengan sedikit kuah! Cukup tambahkan 12 sendok makan air panas, siapapun bisa menikmati sensasi Mi Nyemek yang khas.
Pengalaman menikmati olahan Mi Nyemek ala Banglades’e, dan Bu Siti semakin mengasyikkan lewat permainan seperti Catch the Hype yang memicu adrenalin dengan menangkap potongan pralon, yang jatuh tak beraturan.
Juga booth promo beli Indomie Hype Abis Mi Nyemek dengan hadiah Tote bag yang bisa dihias dengan aneka corak sticker vinyl yang unik, dan menggemaskan.
Selain Foto Sports, Digital Challenge Juga hiburan Waktu Indomie Berdendang bersama Nyanyi Bareng Jakarta, dan Juicy Luicy.
Acara gratis, serta terbuka untuk umum mulai pukul: 10.00 – 22.00 WIB. Jadi segera melipir ke Gandaria City ya! (*)




