Hikmah Agung di Balik Isra Mi’raj

Foto : Habib Quraisy Baharun

Oleh: Habib Quraisy Baharun

WANITAINDONESIA.CO – Peristiwa Isra Mi’raj merupakan perjalanan luar biasa Nabi Muhammad saw yang penuh hikmah. Tujuan utama peristiwa ini adalah agar Rasulullah saw diperlihatkan tanda-tanda kebesaran, kekuasaan, dan kasih sayang Allah SWT. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an:

“Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang Kami berkahi sekelilingnya, agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda kebesaran Kami.”
(QS. Al-Isra [17]: 1)

Setiap kehendak Allah pasti mengandung hikmah, terlebih peristiwa besar seperti Isra Mi’raj yang diperingati setiap 27 Rajab.

Baca Juga :  Menghidupkan Sunnah: Keutamaan Puasa Senin–Kamis di Era Modern

Berikut beberapa hikmah penting dari peristiwa tersebut:

1. Kemuliaan Seorang Hamba

Dalam Al-Qur’an, Nabi Muhammad saw disebut sebagai “abdun” (hamba). Ini menunjukkan bahwa derajat tertinggi di sisi Allah adalah kehambaan yang sempurna dan penuh ketakwaan.

2. Penguatan Dakwah Rasulullah

Isra Mi’raj terjadi setelah Rasulullah saw mengalami masa sulit: wafatnya orang-orang tercinta dan kerasnya penindasan kaum Quraisy. Peristiwa ini menjadi penguat jiwa dan bekal keteguhan beliau dalam berdakwah.

3. Kebenaran Harus Disampaikan

Meski banyak yang tidak percaya, Rasulullah tetap menyampaikan peristiwa Isra Mi’raj kepada masyarakat Makkah. Ini mengajarkan bahwa kebenaran harus disampaikan walau terasa berat dan ditolak.

Baca Juga :  Mengingat Kematian: Jalan Menuju Hati yang Bijak dan Akhirat yang Siap

4. Penegasan Risalah Nabi Muhammad

Rasulullah saw menjadi imam shalat para nabi terdahulu. Ini menandakan bahwa syariat Nabi Muhammad saw adalah penyempurna dan penghapus syariat sebelumnya.

5. Kemuliaan Masjidil Aqsha

Masjidil Aqsha menjadi tujuan perjalanan Isra sebelum Mi’raj. Ini menunjukkan kemuliaannya sebagai masjid suci, bahkan pernah menjadi kiblat umat Islam. Pahala shalat di sana dilipatgandakan.

6. Islam Agama yang Suci

Saat Mi’raj, Nabi Muhammad saw memilih susu dibanding khamr. Pilihan ini menjadi simbol bahwa Islam adalah agama fitrah, suci, dan bersih.

Baca Juga :  Ikhtiar dalam Islam: Usaha Nyata Menuju Ridha Allah

7. Pentingnya Shalat

Shalat lima waktu diwajibkan langsung oleh Allah SWT tanpa perantara. Ini menunjukkan bahwa shalat adalah ibadah paling utama dan tiang agama.

8. Penguatan Keyakinan Rasulullah

Sebelumnya, Rasulullah mengetahui surga dan neraka melalui wahyu (ilmul yaqin). Saat Mi’raj, beliau melihatnya langsung (ainul yaqin), sehingga keyakinannya semakin kuat.

Wallahu a’lam

Semoga peringatan Isra Mi’raj membawa keberkahan bagi kita semua dan menjadikan kita bagian dari umat terbaik Nabi Muhammad saw. (Zid)