Harmoni Hutan & Mal “Explor The Jungle”

Think Globally Act Locally "Explore The Jungle" Mal Ciputra Jakarta (19 Juni-12 Juli 2026) terdepan, selain liburan, ajak anak Indonesia jadi warga dunia, sayangi ekosistem hutan kupu-kupu, serangga, tanaman, pepohonan kekayaan alam Indonesia lewat "Jungle Adventure". Foto: Wanitaindonesia.co

WANITAINDONESIA.CO – Gambaran mini hutan hujan tropis Indonesia, lekat dengan aroma segar, harum khas dari beragam tanaman, pepohonan yang tertata apik. Menyeruak, membelai lembut indera penciuman.

Kian menyatu dengan suara gemericik lembut air terjun. Ini fakta bahwa sebuah miniatur hutan hujan tropis berhasil dihadirkan oleh Mal Ciputra Jakarta.

Lewat “Eksplore The Jungle” (19 Juni – 12 Juli 2026) berlokasi di Center Court, sukses memanggil serta menggoda pengunjung Mal Ciputra Jakarta, untuk rehat usai berkegiatan di luar.

Teristimewa bagi anak sekolah yang sedang melewatkan waktu libur. Juga para pembelanja serta pengguna fasilitas mal.

Mal Ciputra Jakarta dikenal sebagai kawasan terpadu, berkonsep one stop shopping. Pusat belanja, kuliner, hiburan akses hotel serta layanan publik.

“Eksplor The Jungle” wahana khusus yang didedikasikan untuk pelajar Indonesia yang sedang melewatkan waktu liburan sekolah, menjadi pendobrak sekat masyarakat urban Jakarta, yang kerap dalam kesehariannya terperangkap dalam hutan beton, industrial, mengaburkan serta menghilangkan hak hakiki manusia.

Hidup selaras alam terbukti mampu memberikan spirit, menjaga keseimbangan ekosistem, memperkuat kesehatan mental, dan membuat orang jadi lebih produktif.

Lanskap “Explore The Jungle” Mal Ciputra Jakarta, menyala, magnet bagi pengunjung, oase yang berada di dalamnya. “Pembaca Wanitaindonesia.co sudah ke sana? Foto: Wanitaindonesia.co

Think Globally Act Locally

Ferry Irianto, General Manager Mal Ciputra Jakarta menjelaskan, “Sebagai Mal yang lekat dengan upaya menguri-uri budaya, kami selalu menangkap secara jeli kebutuhan masyarakat urban yang kerap disibukkan dengan aktivitas mereka.”

“Pelajar khususnya, mereka juga butuh ruang terbuka hijau. Tentu saja Pemprov DKI Jakarta telah menyediakan beragam taman nan asri, tertata artistik yang menjadi oase masyarakat.”

“Nah sebagai Mal terdepan, berpengalaman dalam menyelenggarakan event, kami turut berkontribusi dalam mengakomodir ruang terbuka hijau lewat “Eksplore The Jungle”.

“Untuk menghadirkan sebuah hutan mini dibutuhkan upaya sepenuh hati. Butuh ketelitian, perhatian agar ambiencenya nyata, mengena dihati khususnya bagi pengunjung setia Mal Ciputra Jakarta. Kesemua tanaman serta pepohonan dipilih serta ditata secara cermat agar menyatu dengan konsep mal, “papar Ferry.

Baca Juga :  Kuliner Nusantara Terdepan Saat Rayakan Berbuka Puasa

Tentu saja konsep “Eksplore The Jungle” menjadi lebih bernilai, dibandingkan dengan wisata taman lainnya, pengunjung setia sudah paham bahwa Mal Ciputra Jakarta, merupakan mal terdepan dalam mengakomodir kebutuhan mereka serta para wisatawan, lewat kawasan terpadu one stop shopping.

Setiap event mengedepankan konsep edutainment yang dihadirkan secara paripurna, setiap event menyelaraskan dengan kondisi zaman, isu-isu terdepan seperti menguri-uri budaya yang sukses menjadi magnet pengunjung setia mal.

“Inspiratif!, papa kekinian luangkan waktu libur bersama putrinya di Butterfly Garden, cerdas isi liburan di “Explore The Jungle” Mal Ciputra Jakarta. Foto: Wanitaindonesia.co

Upaya Sepenuh Hati Melayani Pengunjung

Kepada Wanitaindonesia.co, Ferry menegaskan upaya sepenuh hati manajemen Mal Ciputra Jakarta dalam proses kreatif “Explore The Jungle”, “Anda bisa melihat, merasakan serta menyelami langsung bagaimana pepohonan asli kami hadirkan, dan ditata secara khusus. Juga instalansi air terjun, playground yang kesemuanya terlihat harmoni bak hutan hujan tropis di dalam mal.”

Pemilihan pepohonan, tanaman juga air terjun yang menjadi ciri khas serta elemen penunjang dilakukan secara cermat oleh Mal Ciputra Jakarta. “Kami percaya bahwa pengalaman adalah guru terbaik bagi anak-anak. Karenanya “Explore The Jungle” hadir sebagai konsep edutainment lewat interaksi langsung dengan alam, “ujar Ferry.

“Berharap agar semua anak Indonesia yang datang atau yang melihat dari tayangan merasa senang. Mereka juga memiliki cara pandang baru karena sudah mendapatkan ilmu, tak kalah penting turut berkontribusi dalam upaya pelestarian lingkungan, khususnya konservasi serangga, “imbuhnya.

Di dalam area hutan hujan tropis sebuah melting pot terlihat berjajar tanaman yang mengandung racun. Variannya terdiri dari Oleander, Sri Rejeki, Lidah Mertua, Bintaro, Zamia Dollar, Gadung dilengkapi dengan informasi kandungan racun serta dampaknya bagi terkena organ tubuh.

Edukasi ini penting tak untuk menakuti, namun ada pembelajaran bagi generasi muda, agar mengetahui lebih jelas dikarenakan sebagian jenis tanaman seperti lidah mertua kerap dijadikan tanaman hias. Pun untuk dapat bertahan hidup, jika suatu saat menghadapi situasi sulit di hutan, tentunya ilmu ini sangat bermanfaat.

Baca Juga :  Itinerary Ramadan Mal Ciputra Jakarta "The Beauty of Ramadan"
Koloni Semut Indonesia berharap lewat edutainment “Explore The Jungle” anak-anak berserta keluarga memiliki cara pandang, baru ihwal dunia serangga, dan ekosistemnya. “Kalian tertarik mendatangkan kupu-kupu ke rumah? “Ayo Chitchat setiap Sabtu pukul 15.50 Wib bersama Azka Nadhif Keandra, Entomolog muda. Foto: Wanitaindonesia.co

Wisata Edutainment Terdepan

Areal luar hutan terdapat dua ruang kotak kaca berisi serangga khas Indonesia kupu-kupu, serangga tongkat, serangga daun, kumbang serta semut.

Butterfly Garden, dan House of Bugs menjadi magnet buat pengunjung untuk melihat, lalu mengenal kemudian bertekad untuk ikut menjadi bagian dari ekosistem pecinta serangga.

Untuk masuk ke area Eksplore The Jungle pengunjung harus melewati sebuah tangga yang disusun rapi dari potongan kayu. Kokoh tak mudah bergerak, tak membuat nyali ciut.

Embusan lembut angin dari gemericik air terjun mampu menghadirkan ketenangan jiwa. Area hutan bisa dimasuki pengunjung secara cuma-cuma. Sedangkan untuk mengeksplorasi Butterfly Garden, dan House of Bugs pengunjung dikenai biaya tiket yang sangat murah, hanya Rp.50.000 untuk satu sesi selama 15 menit.

Wahana terbuka untuk semua kelompok usia, untuk batita wajib didampingi keluarga, dengan tarif masuk pendamping Rp. 10.000.

Di sini pengunjung bisa bertanya kepada para penjaga ihwal serangga, teristimewa kehidupan serta cara berinteraksi. Tapi ingat ya!, jangan memegang tanpa seijin petugas, karena ada serangga seperti kupu-kupu yang mengandung racun. Butterfly Garden juga menampilkan kerajinan UMKM berupa slayer cantik yang diolah dari kepompong ngengat.

Adi dari Koloni Semut Indonesia menyambut ramah. Dijelaskan bila dunia serangga yang terdiri dari diantaranya kupu-kupu, serangga tongkat, serangga daun, kumbang, dan semut memiliki keunikan seperti mengalami mutasi genetik, kemampuan adaptasi yang tinggi untuk hidup serta berkembang biak di lingkungan, kekuatan semut, penggunaan kaki untuk mencium, kemampuan terbang dlsbnya.

Ada yang mulai punah, sebagian yang tersisa juga sudah agak sulit dijumpai di halaman rumah. Kupu-kupu memang terlihat lucu, menggemaskan karena cara terbang serta warna-warni sayapnya. Tapi awas, ada kupu-kupu yang beracun, butuh treatment tersendiri ketika disentuh dan setelah berinteraksi.

Baca Juga :  Keberuntungan Satukan Keberagaman

Terlihat para pengunjung seorang papa muda bersama putrinya, mereka bercengkrama sembari mengagumi serta mengabadikan kupu-kupu yang sedang berterbangan. Sebagian hinggap di ranting juga dedaunan asri.

Kian menarik ketika anggota Koloni Semut Indonesia berinteraksi dengan pengunjung. Ramah memiliki wawasan yang baik ihwal dunia serangga yang memiliki beragam keunikan asal-usulnya, proses mutasi, varian, habitat serta beragam hal-hal unik lainnya yang jarang sekali diketahui masyarakat. Mereka ini memilki pengetahuan seperti enclopedia.

Sebagai mal yang lekat dengan tradisi menguri-uri budaya, Mal Ciputra Jakarta juga peduli dengan isu lingkungan. Foto: Wanitaindonesia.co

“Catat Agendanya, Dapatkan Promo!

Berada di sini bak berada di alam nan asri. Semua terasa asyik sangat menyenangkan.

Tentu saja hanya di “Explore The Jungle” yang menghadirkan instalasi edukatif pengunjung bisa mendapatkan beragam insight menarik seperti Gathering bersama Koloni Semut Indonesia merupakan komunitas anak pecinta serangga yang peduli pada pelestarian serta memiliki ketertarikan mendalam pada ilmu serangga (entomologi), digelar setiap Sabtu, pukul 13.00 WIB.

Kian menarik lewat Chitchat dengan Azka Nadhif Keandra, Founder Koloni Semut Indonesia, Entomolog muda sekaligus konten kreator edukasi, penangkaran serta konservasi dunia serangga setiap Sabtu pukul: 15.50 WIB. Dan yang tak boleh dilewatkan oleh semua adik-adik, Jungle Adventure. Kolaborasi tari, nyanyi, dan cerita di setiap Jum’at, dan Minggu, pukul: 17.00 WIB.

Sebagai bentuk apresiasi kepada member CL Club, Mal Ciputra Jakarta menghadirkan Buy 1 Get 1 untuk masuk ke Butterfly Garden, dan House of Bugs selama acara berlangsung. CL Club merupakan program membership Mal Ciputra Jakarta yang memberikan berbagai benefit serta privileges menarik untuk anggota. Mulai dari program promo belanja, program ekslusif hingga penawaran spesial sepanjang tahun. (*)