Hari Pertama Masuk Sekolah Diwarnai Ancaman Teror Bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Ini Tips Cantik untuk Ibu Agar Anak Tak Trauma

foto : Dok Sekolah Dasar Negeri Srengseng Sawah 15 Pagi

WANITAINDONESIA.CO – Hari pertama masuk sekolah yang seharusnya dipenuhi tawa ceria dan semangat baru, mendadak berubah menjadi ketegangan yang mencekam bagi warga Jagakarsa, Jakarta Selatan. Momen berharga si kecil ini sempat diwarnai oleh insiden mengejutkan, yakni ancaman teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi.
Kabar ini tentu langsung memicu kekhawatiran besar, terutama bagi para orang tua murid yang sedang mengantar buah hati mereka memulai tahun ajaran baru.

Berdasarkan informasi yang dilansir dari akun Instagram @jagakarsainfo, ancaman menegangkan tersebut diterima justru saat kegiatan upacara bendera hari pertama sekolah sedang berlangsung.

Kapolsek Jagakarsa, Kompol Nurma Dewi, menjelaskan bahwa pihak kepolisian menerima laporan mengenai ancaman tersebut sekitar pukul 07.30 WIB. Pesan bernada teror tersebut dikirimkan oleh orang tidak dikenal (OTK) melalui aplikasi WhatsApp secara pribadi.

Target pesan singkat tersebut mengarah langsung kepada dua orang staf sekolah, yaitu seorang guru kelas 1 dan seorang petugas tata usaha (TU). Karena para guru tengah sibuk mendampingi siswa mengikuti jalannya upacara bendera, pesan tersebut baru terbaca setelah seluruh rangkaian upacara selesai.

Menyadari adanya bahaya yang mengancam keselamatan anak-anak, pihak sekolah langsung bergerak cepat dan sigap melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Jagakarsa.

Mendapat laporan yang sangat krusial ini, aparat kepolisian tidak mau ambil risiko. Langkah pengamanan super ketat langsung diberlakukan di area sekolah.

Tidak main-main, Tim Gegana dan Densus 88 Antiteror langsung diturunkan ke lokasi kejadian. Mereka bekerja sama dengan jajaran Polres Metro Jakarta Selatan dan Polsek Jagakarsa untuk melakukan penyisiran menyeluruh di setiap sudut lingkungan sekolah.

Bagi para Ibu yang sempat cemas, ada kabar baik yang melegakan. Berdasarkan hasil penyisiran menyeluruh yang disampaikan oleh Kompol Nurma Dewi, petugas tidak menemukan adanya bom maupun benda-benda mencurigakan lainnya di area SDN Srengseng Sawah 15 Pagi.

Kondisi sekolah saat ini telah dinyatakan sepenuhnya aman, steril, dan kondusif. Langkah cepat dari pihak sekolah dan kepolisian ini patut kita apresiasi karena berhasil menjaga keselamatan buah hati dengan maksimal.

Mendengar kabar hari pertama masuk sekolah diwarnai ancaman bom seperti ini pasti membuat jantung para Ibu berdebar kencang. Rasa cemas dan khawatir adalah hal yang sangat manusiawi. Namun, sikap tenang kita sebagai orang tua adalah kunci utama agar anak tidak ikut panik atau trauma untuk pergi ke sekolah keesokan harinya.

Catatan Penting untuk Ibu: Anak-anak adalah peniru yang ulung. Jika mereka melihat ibunya tenang, mereka akan merasa jauh lebih aman dan terlindungi. Lakukan beberapa langkah berikut di rumah untuk menenangkan psikologis si kecil:

  • Ajak Anak Bercerita dengan Lembut: Luangkan waktu sepulang sekolah untuk mendengarkan perasaan mereka tanpa menghakimi. Tanyakan dengan lembut apa yang mereka rasakan saat melihat banyak petugas polisi di sekolah tadi.
  • Berikan Validasi dan Rasa Aman: Jelaskan kepada si kecil bahwa kehadiran polisi, Tim Gegana, dan Densus 88 justru bertujuan untuk melindungi anak-anak agar tetap aman dari orang jahat. Katakan bahwa sekolah mereka dijaga dengan sangat baik.
  • Pantau Perubahan Perilaku: Jika si kecil mendadak menjadi lebih rewel, sulit tidur, atau mendadak takut ke sekolah, berikan pelukan lebih sering. Berikan afirmasi positif dan kecupan hangat sebelum mereka berangkat sekolah keesokan harinya agar mentalnya kembali kuat.

Keamanan dan kesehatan mental anak adalah prioritas nomor satu. Tetap waspada, tetap tenang, dan mari bersama-sama ciptakan lingkungan yang aman dan nyaman untuk masa depan buah hati. (Des)