Harga Cabai Rawit Melejit? Bapanas Bongkar Biang Keroknya

Budidaya cabai. (Gdi)

WANITAINDONESIA.CO – Belakangan ini, para ibu rumah tangga dan pelaku usaha kuliner sempat dibuat pusing dengan harga cabai rawit merah yang melonjak drastis hingga menyentuh angka Rp100.000 per kilogram. Namun, Badan Pangan Nasional (Bapanas) meminta masyarakat tidak panik.

Berdasarkan hasil investigasi lapangan, masalah utama bukan terletak pada kelangkaan barang, melainkan kendala teknis di tingkat petani.

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menjelaskan bahwa produksi cabai di sentra-sentra pertanian sebenarnya sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan nasional. Namun, cuaca ekstrem menjadi “tembok” penghalang.

“Produksi sebenarnya sangat cukup, tetapi masalahnya ada di proses petik. Saat intensitas hujan tinggi, tenaga kerja tidak berani memetik karena cabai yang dipetik dalam kondisi basah akan sangat cepat membusuk sebelum sampai ke tangan konsumen,” ujar Ketut saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Minggu, Jakarta, Senin (16/2).

Baca Juga :  Saat Cuaca Ekstrem Mengancam Hak Belajar dan Kebahagiaan Anak

Selain faktor alam, distribusi cabai ke pasar induk sempat terkoreksi karena keterbatasan tenaga kerja pemetik di lapangan. Hal ini dipicu oleh periode libur nasional yang membuat aktivitas di sentra produksi melambat. Akibatnya, meskipun stok di pohon melimpah, jumlah yang berhasil dikirim ke pasar tidak sebanding dengan permintaan yang tinggi, sehingga harga di tingkat konsumen otomatis terkerek naik.

Baca Juga :  Generasi Muda Energi Perubahan dalam Selesaikan Tantangan Pangan dan Gizi

Menanggapi isu adanya spekulan, Bapanas menegaskan bahwa kenaikan harga ini murni karena kendala alam dan distribusi, bukan karena praktik penimbunan.

“Sesuai arahan Kepala Bapanas, tidak boleh ada penimbunan atau kenaikan harga yang tidak wajar. Kami terus berkoordinasi dengan Satgas Pangan Polri untuk mengawasi jalur distribusi agar tetap bersih dari praktik curang,” tegas Ketut.

Bagi konsumen, ada angin segar yang mulai terasa. Berdasarkan pantauan di Pasar Induk Kramat Jati, harga cabai rawit merah yang pekan lalu sempat meroket ke angka Rp90.000 – Rp100.000 per kg, kini sudah mulai turun ke kisaran Rp80.000 per kg.

Baca Juga :  Minuman Herbal "Perisai" Diri Cuaca Ekstrem Ramadan

Pemerintah memprediksi dalam dua pekan ke depan, seiring dengan membaiknya cuaca dan kembalinya aktivitas normal para pemetik, pasokan akan kembali melimpah dan harga akan terus turun secara bertahap.

Langkah stabilisasi ini terus dikebut mengingat sebentar lagi Indonesia akan memasuki momen besar keagamaan, yakni Imlek dan bulan suci Ramadhan.

Berikut selengkapnya perkembangan harga cabai rawit:
• Harga Puncak: Rp100.000/kg
• Harga Terkini: Rp79.950 – Rp80.000/kg
• Target: Harga stabil dalam 2 pekan ke depan. (Gdi)