Site icon Wanita Indonesia

GERD Incar Usia Produktif, Kenali Gejala dan Cara Penyembuhannya

Ilustrasi GERD. (Foto: keslan.kemkes.go.id)

WANITAINDONESIA.CO — Penyakit asam lambung kronis atau dikenal dengan sebutan Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) dapat menyerang semua kalangan usia. Meski begitu, penyakit ini mayoritas paling banyak diderita mereka yang dalam fase usia produktif.

“Jadi usia-usia sekitar 20 hingga 40 tahun, karena memang tingkat stres usia tersebut cukup tinggi,” kata Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam Konsultan gastroenterologi-hepatologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) dan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Ari Fachrial Syam saat diskusi pada Women’s Health Expo di Jakarta, Sabtu (10/10/2026).

Ari menjelaskan, usia produktif juga rentan terkena GERD apabila perokok aktif dan kerap mengonsumsi alkohol. Atas dasar itu, dia mengingatkan agar individu usia produktif yang sering mengalami stres dan memiliki kebiasaan merokok dan minum alkohol mengenali tanda-tanda terjadinya GERD.

Salah satu tanda tersebut, kata Ari melanjutkan berupa nyeri di bagian dada. Selain itu, dada terasa panas seperti terbakar.

“Mulutnya pahit, kadang-kadang sesak napas dan biasanya kalau habis minum obat antasida, nyerinya berkurang. Patokannya seperti itu,” ucap Ari.

Lebih lanjut, serangan GERD disebut terjadi kapan saja. Bahkan, GERD bisa dikategorikan mengganggu kualitas hidup penderitanya apabila muncul saat tengah malam.

“Jadi bisa saja timbul ketika lagi enak-enak tidur tengah malam. Kalau sudah begitu, itu sudah berat,” ujar Ari.

Gangguan kualitas hidup memang menjadi efek lanjutan yang dirasakan penderita GERD. Dengan begitu, Ari mengungkapkan, penyakit ini tidak menyebabkan kematian secara langsung.

“Tapi memang pada orang-orang yang memang ada masalah dengan jantung, ketika asam lambung naik, bisa memperberat kondisi jantungnya, ada gangguan irama,” katanya.

Selain itu, GERD juga dapat mengganggu tenggorokan, sinus, telinga, dan gigi. Ari pun menekankan agar penderita GERD tak pesimis lantaran penyakit ini masih bisa disembuhkan.

“Prinsipnya bisa sembuh dengan menjaga gaya hidup dan aspek terpenting berobat teratur,” ujar Ari menambahkan. (Yud)

Exit mobile version