
WANITAINDONESIA.CO – Pernahkah kamu membayangkan sebuah gang sempit di sudut Jakarta bisa menjadi sorotan media internasional bahkan menginspirasi kota besar seperti Beijing? Bagi sebagian besar dari kita, kata ‘gang’ mungkin langsung memicu gambaran tentang sebuah lorong yang padat, gerah, dan terkadang kumuh. Namun, sebuah terobosan luar biasa di Jakarta Timur berhasil mematahkan stigma tersebut dan mengubah cara pandang kita tentang ruang publik yang terbatas.
Di tengah hiruk-pikuk kehidupan urban yang melelahkan, sebuah pemukiman di RT 08 RW 04, Kelurahan Malaka Jaya, Kecamatan Duren Sawit, hadir bagai oase yang menyejukkan. Lingkungan padat ini mendadak viral hingga masuk stasiun televisi China karena berhasil disulap menjadi kawasan Gang Hijau Malaka Jaya. Langkah kreatif ini membuktikan bahwa keterbatasan ruang bukanlah penghalang untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan produktif bagi keluarga.
Perubahan besar ini tidak lepas dari peran sosok ketua RT yang visioner, Taufiq Supriadi Dilansir dari akun Instagram resmi milik @soalalamofficial_. Sejak tahun 2023, beliau mulai merancang berbagai terobosan keren untuk menghidupkan lorong-lorong sepi menjadi lebih fungsional. Tidak tanggung-tanggung, konsep lingkungan hijau modern diaplikasikan dengan menyematkan sentuhan teknologi mutakhir yang ramah lingkungan.
Ratusan tanaman pangan seperti anggur, alpukat, dan mangga tumbuh subur di sini menggunakan sistem aquaponik yang terintegrasi. Lebih canggih lagi, sistem penyiraman tanaman di gang ini sudah berbasis internet otomatis. Jadi, kelestarian tanaman tetap terjaga dengan baik di sela kesibukan warga. Bahkan, saluran air atau got yang biasanya kotor, kini diubah menjadi kolam budidaya yang menampung ribuan ikan lele bersih. Menariknya, semua pengelolaan ini dipublikasikan secara transparan melalui website resmi RT mereka.

Bagi masyarakat modern, kenyamanan dan kesehatan ruang publik di sekitar tempat tinggal adalah prioritas yang sangat utama. Inovasi berbasis sustainability yang dihadirkan di kawasan ini memberikan solusi nyata bagi kebutuhan tersebut. Kehadiran tanaman pangan dan kolam gizi warga sangat efektif untuk memastikan pemenuhan nutrisi anak-anak demi mencegah stunting secara mandiri di tingkat komunitas.
Selain itu, lingkungan ini juga mengadopsi sistem pemanenan air hujan dan pemanfaatan lampu tenaga surya untuk menerangi jalanan kampung saat malam tiba. Uniknya, mereka bahkan memiliki studio podcast sendiri untuk sarana edukasi warga. Semua inovasi ini digerakkan dengan satu tujuan mulia: menciptakan lingkungan yang bersih, mandiri secara ekonomi, sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi warga sekitar.
Siapa sangka, inovasi lokal yang bermula dari Gang Hijau Malaka Jaya di Duren Sawit ini sekarang telah diakui dunia. Keberhasilan pak RT Taufiq Supriadi dalam menata lingkungannya tidak hanya melahirkan gagasan serupa di Beijing untuk mengubah pemukiman padat, tetapi juga meraih berbagai apresiasi prestisius nasional hingga global.
Mulai dari pemecahan rekor MURI, sertifikasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) di Amerika Serikat, hingga undangan resmi dari pemerintah Tiongkok telah mereka kantongi. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa sebuah RT bukan sekadar lembaga administratif kecil. Di tangan masyarakat yang peduli, komunitas lokal bisa menjadi garda terdepan diplomasi rakyat Indonesia di mata dunia. Kisah ini mengingatkan kita semua bahwa langkah kecil menuju kehidupan yang lebih hijau selalu bisa dimulai dari pekarangan rumah kita sendiri.(Des)




