
WANITAINDONESIA.CO – Menjadi petugas haji bukan berarti bisa “aji mumpung” apalagi sekadar cari tiket gratis ke Tanah Suci.
Peringatan keras ini datang langsung dari Wakil Menteri Haji (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak. Tak main-main, menjelang penutupan diklat di Asrama Haji Pondok Gede, Kamis, enam peserta resmi dicoret dan dipulangkan paksa!
Apa alasannya? Wamenhaj menegaskan seleksi tahun ini berjalan tanpa pandang bulu. Faktor indisipliner dan kesehatan menjadi “tembok besar” yang tak bisa ditawar.
“Ada yang hasil MCU-nya menunjukkan penyakit jantung, bahkan sudah harus pasang ring. Kami tidak mau ambil risiko. Rekomendasi dokter menyatakan tidak layak, maka dengan berat hati harus dicopot,” tegas Dahnil saat memantau persiapan penutupan diklat, Kamis (29/1/2026).
Melayani Itu Tugas Utama
Wamenhaj menyoroti adanya oknum yang masih memiliki “mentalitas nebeng”.
Ia mengingatkan bahwa amanah sebagai Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) adalah tentang dedikasi penuh untuk melayani tamu Allah, bukan tentang keinginan pribadi untuk berhaji tanpa biaya.
Tugas PPIH adalah melayani jemaah (prioritas utama). Sedangkan kesempatan berhaji merupakan hadiah/bonus.
“Jangan sampai niatnya itu nebeng naik haji melalui jalur petugas. Luruskan niat! Jika mentalitasnya cuma ingin haji gratis, biasanya akan terlihat dari kedisiplinannya selama diklat,” tambah Dahnil dengan nada lugas.
Statistik Besar Haji & PPIH 2026
Tantangan tahun ini memang luar biasa. Dengan jumlah jemaah yang fantastis, pemerintah memperketat kualifikasi petugas agar pelayanan tetap prima.
Berikut Data Haji Tahun 2026
Total Kuota Jemaah Haji Indonesia 221.000 Jemaah
Total Petugas PPIH (Pusat & Daerah) 4.418 Orang (Meningkat Signifikan!)
Komposisi Petugas Perempuan 33% (Rekor Tertinggi dalam Sejarah)
Jemaah Kategori Risiko Tinggi (Risti) 170.000 Jemaah. (Gdi)




