WANITAINDONESIA.CO – Film KUYANK menggelar Gala Premiere Nasional pada 23 Januari 2026 di XXI Epicentrum, Jakarta. Acara ini menjadi momen penting menjelang penayangan serentak di bioskop seluruh Indonesia, sekaligus menandai hadirnya Kuyank sebagai prequel dari Saranjana Universe yang memperluas semesta cerita dengan skala yang lebih emosional, gelap, dan sinematik.
Mengusung positioning sebagai horor nasional berbasis folklore Indonesia dengan cerita emosional dan visual/CGI premium, Kuyank membawa satu key message yang menjadi napas film: “Bukan cinta yang salah. Tekananlah yang menjadikannya kutukan.”
Di film Kuyank, teror tidak hadir sebagai hiasan, melainkan sebagai akibat dari konflik manusia. Ketika cinta ditekan oleh keluarga, adat, dan norma, pilihan menyempit, rasa takut tumbuh, lalu kutukan menemukan jalannya.
“Kami ingin penonton masuk lewat emosi, lalu terseret ke teror. KUYANK adalah horor yang membekas karena penonton peduli dulu, baru takut,” ujar produser film Kuyank, Victor G. Pramusinto.
Sebagai prequel Saranjana Universe, KUYANK menghadirkan bab baru yang berdiri kuat sebagai cerita sendiri, namun tetap memberi “akar” yang memperkaya pengalaman penonton yang sudah mengikuti semestanya.
Gala premiere ini menjadi panggung pertama bagi publik untuk merasakan level intensitas dan atmosfer yang ditawarkan film. Salah satu daya tarik utama KUYANK adalah kualitas visual yang dirancang untuk pengalaman layer lebar.
Sosok Kuyang dihadirkan dengan pendekatan CGI premium yang dikerjakan oleh LMN Studio, memperkuat kesan realistis dan mencekam, sekaligus menjaga standar produksi horor nasional yang serius. Film Kuyank juga didukung oleh jajaran pemain nasional yang membawa konflik emosional terasa dekat dan nyata.
Perpaduan drama keluarga dan horor folklore menciptakan pengalaman yang bukan hanya “seram”, tapi juga menekan, menyesakkan, dan sulit dilupakan. (GIE)

