Efektivitas Vaksin Tak Menurun, Meski Terlambat Terima Dosis Kedua - Wanita Indonesia <
WARTA

Efektivitas Vaksin Tak Menurun, Meski Terlambat Terima Dosis Kedua

wanitaindonesia.co – Setiap merek vaksin merekomendasikan jarak waktu atau interval penyuntikan vaksin pertama dan kedua yang berbeda. Sinovac 2 – 3 minggu, AstraZeneca 8 – 12 minggu, Moderna dan Sinopharm 3 – 6 minggu, serta Pfizer 4 – 6 minggu. Interval yang ditentukan dengan mengacu pada penelitian efektivitas vaksin COVID-19 tersebut bertujuan untuk membentuk kekebalan tubuh usai vaksin pertama. Dan, orang yang sudah mendapatkan vaksinasi pertama diharapkan bisa mengikuti jadwal vaksin kedua sesuai dengan tanggal yang sudah ditetapkan.

Kita memang memerlukan vaksin-vaksin tersebut dalam 2 dosis untuk mendapatkan kekebalan penuh terhadap COVID-19. Jika kita telah mendapatkan 2 dosis vaksin dan kemudian terinfeksi COVID-19, maka kekebalan itu akan menghindarkan kita dari gejala berat, kondisi sakit parah, dan kematian. Seperti dijelaskan WHO bahwa mereka yang sudah vaksinasi COVID-19 tidak sakit parah saat terpapar varian Delta.

Namun, ada beberapa hal yang menyebabkan seseorang menunda atau terlambat menerima dosis kedua. Misalnya, proses distribusi vaksin yang terhambat atau stok vaksin sedang tidak tersedia. Ada juga yang sakit menjelang vaksinasi kedua, tidak lolos screening, atau terinfeksi COVID-19 usai vaksin pertama. Lalu, bagaimana jika terpaksa melewatkan jadwal vaksin kedua?

Mengutip laman Kompas.com, juru bicara vaksinasi Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, menjelaskan, selama masih dalam interval yang direkomendasikan, keterlambatan penyuntikan vaksin dosis kedua masih akan tetap aman, tidak berpengaruh terhadap efektivitas vaksin. Menurutnya, vaksinasi pertama masih tetap membentuk antibodi yang optimal untuk melawan virus.

Melansir Manila Bulletin, jika vaksin pertama yang Anda terima adalah Sinovac, maka keterlambatan vaksin dosis kedua tidak berpengaruh terhadap efektivitas vaksin. Asalkan, jarak pemberian vaksin dosis pertama dan kedua terjadi dalam rentang waktu tidak lebih dari 6 bulan. Sementara itu, untuk vaksin AstraZeneca, Oxford University menemukan bahwa dosis kedua yang tertunda hingga 45 minggu justru bisa meningkatkan respons imun tubuh.

Jika Anda sempat terinfeksi COVID-19 setelah vaksinasi pertama, sehingga kemudian tak bisa mengikuti vaksinasi kedua sesuai jadwal, tak perlu khawatir. Peraturan Kemenkes yang dilandasi oleh rekomendasi Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), penyintas COVID-19 bisa mendapatkan vaksin keduanya 3 bulan setelah dinyatakan sembuh, tanpa harus mengulang dosis pertama. Karena itu, segera cari kesempatan untuk mendapatkannya di sentra vaksinasi terdekat.

Ketika sudah menjadwalkan diri untuk vaksinasi kedua, persiapkan diri agar kesehatan Anda berada dalam kondisi yang prima untuk menerima vaksinSelama jenis vaksin yang digunakan tetap sama, lokasi vaksinasi yang berbeda tidak menjadi masalah, kok.

Yuk, segera dapatkan vaksin kedua! (f)

Menampilkan lebih banyak

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button