Dukung Masyarakat Indonesia Sejahtera Longevity 5.0 Hadirkan Inovasi Terdepan

Dr.Wei Siang Yu, Pendiri dan Chairman BHG, usung teknologi cloud Longevity 5.0 serta bertekad membumikan teknologi mutakhir ini di berbagai klinik, resort serta hunian di seluruh Indonesia. (Foto: Wanitaindonesia.co)

WANITAINDONESIA.CO – Masyarakat Indonesia harus terus diedukasi dengan penguatan literasi berkelanjutan ihwal kesehatan mereka.

Faktanya, berapa persen masyarakat Indonesia yang memiliki kesadaran tinggi untuk menjaga kesehatan diri sedari dini, agar tak terpuruk di masa depan?.

Ledakan populasi lansia yang lekat dengan penyakit hingga kaum muda yang tak lagi produktif gegara beragam penyakit degeneratif, menjadi peer bagi pemerintah serta pemangku kepentingan. Selain masyarakat, negara memiliki tanggung jawab penuh untuk mengentaskan permasalahan kesehatan tersebut, agar tak menjadi malapetaka sebuah bangsa.

Menjaga, merawat kesehatan itu mutlak dilakukan semenjak dini, bukan menunggu setelah terdeteksi penyakit bahkan ketika kondisinya sudah sangat parah.

Cara yang paling bijak adalah dengan mengutamakan kualitas kehidupan sehari-hari lewat lifestyle yang baik, dan Anda tahu? muaranya akan beririsan dengan kesejahteraan.

Tentu saja Pemerintah lewat Kemenkes serta Para Pemangku Kepentingan senantiasa melakukan beragam upaya preventif, juga terobosan inovatif guna menyelamatkan generasi muda dari penyakit degeneratif.

Kaum muda merupakan aset bangsa sedangkan kelompok lansia yang menjadi populasi terbesar di Indonesia saat ini, adalah cerminan dari sebuah peradaban negara besar, dan maju.

Tentu saja upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah tak bisa sendiri. Butuh bantuan dari swasta terutama yang berbisnis di bidang layanan kesehatan, apapun itu.

Terbaru, Indonesia mendapat kehormatan besar atas kehadiran Layanan Kesehatan Jangka Panjang (Longevity) Tanpa Batas, melalui Program Longevity 5.0.

Rakyat khususnya merasa senang karena hadir platform khusus berbasis gender yakni SheSpan.life dan Longevity.men.

Mereka menggadang klinik masa depan untuk layanan kesehatan jangka panjang (longevity) pria, dan wanita di Indonesia. Upaya ini tentu saja hadir lewat kolaborasi dengan praktisi longevity global, dan lokal.

Seperti yang diketahui masyarakat dunia, Zeroage.life, divisi longevity dari Borderless Healthcare Group (BHG), memimpin berbagai inisiatif longevity di Indonesia. Merupakan pasar kesehatan terbesar di Asia Tenggara yang hadir lewat dua platform andalan SheSpan.life, dan Longevity.men.

Aktris Diah Permatasari Sari didampingi Dr. Laura Geraldine “Apreasiasi kehadiran layanan Longevity pria, dan wanita di Indonesia. (Foto: Wanitaindonesia.co

Dr. Wei Siang Yu, Pendiri dan Chairman BHG, menyampaikan, “Kami sangat antusias untuk menerapkan teknologi cloud Longevity 5.0 di berbagai klinik, resor, dan hunian di seluruh Indonesia. Tentu saja upaya ini bisa terwujud berkat kolaborasi antara spesialis longevity lokal, dan global. Kami siap mendukung pria dan wanita di setiap tahap kehidupan mereka.”

Baca Juga :  Inovasi Social-commerce Woobiz

“Ini yang kami sebut dengan ‘Continuum of Longevity Experiences’ (CLE), yaitu sebuah terobosan yang dapat mengubah intervensi longevity konvensional terbatas di klinik, menjadi model pengelolaan kesehatan masa depan, yang dapat diakses di mana saja.”

“Kian menarik dikarenakan CLE mengintegrasikan ilmu pengetahuan mendalam, pengobatan presisi berbasis data, dan kolaborasi lintas spesialisasi untuk mendukung perjalanan optimalisasi rentang kesehatan setiap klien, tanpa terikat lokasi, “paparnya.

Yang wajib Anda ketahui, Program Longevity 5.0 dirancang berdasarkan protokol yang dipimpin langsung oleh dokter spesialis. Tentu saja berbeda dengan program konvensional yang umumnya diinisiasi oleh dokter umum.

Program difokuskan berdasarkan gender maupun organ tertentu, yang memungkinkan transformasi kesehatan jadi lebih mendalam, dan melengkapi intervensi longevity konvensional.

Turut berbagi pendapat Dr. Yvonne Wong, Chief Development Officer Zeroage.life. “Integrasi antara kerangka CLE melalui platform cloud terpadu, dan pengembangan protokol multi-spesialisasi menandai era baru Longevity 5.0.

“Kami bangga dapat menghadirkan inovasi terdepan berupa kecerdasan buatan (AI) kepada masyarakat Indonesia, “tambahnya.

“Seolah berada di persimpangan antara perawatan preventif (wellcare), dan kuratif (sickcare), di mana penerapan ilmu longevity, dan keahlian spesialis dapat bersifat preventif sekaligus terapeutik, “cetusnya.

Melalui Longevity.men, dan SheSpan.life, pendekatan akan diterapkan untuk menangani berbagai patologi, dan transisi hormonal pada pria dan wanita, termasuk infertilitas, andropause, dan menopause dari sudut pandang baru Longevity 5.0.”

Kabar baiknya tenaga kesehatan profesional, dan pemilik rumah sakit di Indonesia yang tertarik untuk bertransformasi menjadi klinik longevity masa depan (khusus pria dan wanita), dapat terhubung dengan divisi cloud BHG di Indonesia, yaitu Indonesia.md.

Dr.Yvonne Wong, Chief Development Officer Zeroage.life melalui Longevity.men, dan SheSpan.life kami menerapkan ilmu Longevity serta keahlian spesialis yang dapat bersifat preventif, dan juga terapeutik untuk menangani berbagai patologi, dan transisi hormonal pria, dan wanita. (Foto: Wanitaindonesia.co

Ubah Mindset Masyarakat Lewat Potensi & Longevity 5.0

Wanitaindonesia.co bertanya kepada perwakilan Longevity ihwal upaya serupa yang telah ada di Indonesia. Juga Pemerintah Indonesia melalui Kemenkes dengan Program Cek Kesehatan Gratis. Hal ini dikarenakan faktor menjaga kesehatan sedari dini masih kerap diabaikan masyarakat banyak.

Banyak yang abai dengan melakukan lifestyle yang buruk seperti mengonsumsi makanan yang tinggi gula, garam serta lemak.

Baca Juga :  Dilema Kriminalisasi Kebijakan, Antara Inovasi dan Bayang-Bayang Pidana

Pertanyaan kami dijawab oleh Dr. Wei Siang Yu, Pendiri, dan Chairman BHG, “Kami sangat mengapresiasi upaya Pemerintah Indonesia melalui Program Cek Kesehatan Gratis yang memiliki konsen untuk membuat masyarakatnya sehat.”

“Namun Longevity Tanpa Batas lewat program Longevity 5.0 berbeda dari program tersebut. Kami hadir dengan berfokus ke sejumlah organ tertentu seperti jantung, liver dlsbnya. Pada protokol kesehatan jantung dilakukan pendekatan berbasis AI serta kedokteran presisi guna mendeteksi risiko serta meregenerasi sistem kardiovaskuler sejak dini.”

“Di Longevity kesemuanya bisa terhubung dalam sebuah platform yang sama, dikarenakan kesehatan, dan Longevity tak bisa hanya ditentukan oleh satu faktor saja, melainkan ada beragam aspek yang wajib diperhatikan mulai dari kesehatan fisik, performa, lifestyle serta mobilitas keseharian masyarakat, “papar Dr.Wei.

Dr. Wei melanjutkan, “Longevity com merupakan sebuah platform khusus yang kami luncurkan serta dibangun atas satu keyakinan, bahwa vitalitas seorang pria, bukan harus diperhatikan ketika sudah menurun, melainkan sesuatu yang harus dioptimalkan secara pro aktif sepanjang hidupnya. Disinilah perbedaan kami dengan platform lainnya yang sudah ada di Indonesia.”

“Hal penting yang masyarakat Indonesia patut mengetahuinya, Longevity sangat berbeda dengan model tes tradisional yang sangat identik dengan menunggu gejala yang muncul, menunggu penurunan kondisi terjadi atau menunggu pemeriksaan tahunan yang sering kali terlambat, “imbuhnya.

“Tentunya Longevity Tanpa Batas, Longevity 5.0 tak seperti itu. Kami terdepan dalam bertindak untuk membantu orang sejak awal, agar mereka memuliakan kesehatan diri, dan keluarga. Inilah alasan kami hadir dan sekarang sudah ada di Indonesia, Longevity 5.0 bersifat proaktif, prediktif serta terprogram.”

“Pesan khusus kami sampaikan untuk masyarakat Indonesia, Longevity 5.0 tak hanya konsen pada pemeriksaan tahunan semata, melainkan bertekad untuk membumikan lifestyle sehat dalam kehidupan sehari-hari masyarakatnya. Upaya yang kami lakukan dengan menggagas klinik masa depan berbasis AI hingga sejumlah resort pilihan yang akan bertransformasi menjadi resort Longevity, dengan kemudahan mengakses untuk konsultasi, belajar di manapun masyarakat berada, “terangnya.

Wanitaindonesia.co juga menanyakan upaya Longevity dalam turut membantu Pemerintah Indonesia agar masyarakatnya lebih memilih berobat di dalam negeri, dibandingkan pergi ke negara jiran.

Baca Juga :  Lima Tahun BMoney, Kelola Dana Rp6 Triliun Lewat Inovasi

Pertanyaan dijawab secara bernas oleh Dr.Wei. “Salah satu konsen layanan kesehatan di Longevity adalah Stem Cell. Anda tentu sudah mengetahui bahwa Indonesia menjadi salah negara terdepan dalam teknologi Stem Cell dunia. Unggul dengan ketersediaan sumber sel, pembaharuan metode serta biaya yang sangat kompetitif. Bahkan teknologi serta fasilitas layanan Stem Cell Ortopedi lebih unggul dari Malaysia serta Singapura. Indonesia hebat karena layanan dilakukan berbasis riset, juga ketersediaan tenaga medis yang sangat memadai.”

“Teknologi Stem Cell Indonesia mendapat dukungan penuh Pemerintahnya juga institusi seperti Universitas serta Rumah Sakit.”

“Aspek lainnya ada banyak Pulau di Indonesia yang memiliki panorama indah. Bali senantiasa lekat di hati masyarakat dunia. Dengan Longevity 5.0 keindahan pulau tersebut akan semakin optimal serta menjadi ‘magnet’ bagi para dokter luar, yang memiliki kompetensi tinggi untuk hijrah serta berkolaborasi dengan dokter-dokter di Indonesia, guna memberikan layanan terbaik di bidang kesehatan ke depannya.”

Dr. Wei melanjutkan, “Ini tentu akan menjadi prospek yang sangat bagus buat Indonesia, agar teknologi stem cellnya semakin dikenal luas. Kami bertekad untuk memperkenalkan teknologi Stem Cell Indonesia lewat Longevity 5.0. Jadi ke depan bersama Longevity 5.0 masyarakat Indonesia sudah tak lagi galau, mereka akan bijak memutuskan untuk berobat di Tanah Airnya.”

Profesional kesehatan serta pemilik Rumah Sakit di Indonesia yang tertarik yang tertarik untuk bertransformasi menjadi Klinik Longevity masa depan khusus pria, dan wanita dapat menghubungi Divisi Cloud BHG di Indonesia di Indonesia.md.

Dr. Anindita Santosa, Chief People Officery Indonesia.md akan memandu melalui webinar rutin bersama tim Zeroage.life, SheSpan.life, dan Longevity.men guna memperkenalkan model Longevity 5.0.

Pendaftaran dapat dilakukan melalui www.indonesia.md/longevity.

Selain transformasi klinik, sejumlah resor terpilih di Indonesia juga akan bertransformasi menjadi resor longevity, dengan program-program yang berfokus pada gender.

Peserta akan mendapatkan protokol longevity yang dipersonalisasi serta pendampingan imersif dari pakar longevity lokal, dan global di berbagai destinasi resor di Indonesia. “Jadi buat masyarakat Indonesia segera bergabung ke dalam ekosistem Longevity 5.0 saja ya! (*)