Cuaca Panas Ekstrem, Intip Tren ‘Santai Melantai’ ala Gen Z dan Kesegaran SPRITE® Nipis Mint yang Bikin Reset Seketika

(Ki-Ka) Grant Davidson (Senior Director Marketing, PT Coca-Cola Indonesia), Eva Lusiana (President Director, PT Coca-Cola Indonesia), Ummi Quary (KOL dan Komedian), dan Andes Gumilang Hadisucipto (Director Sparkling Flavours, PT Coca-Cola Indonesia) dalam momen peluncuran SPRITE® Nipis Mint di Jakarta.

WANITAINDONESIA.CO – Pernahkah Anda baru saja melangkah keluar rumah sebentar saja, namun rasanya seperti sedang disengat matahari tepat di atas kepala. Ditambah lagi drama kemacetan kota yang menguras emosi, kelembapan udara yang membuat kulit terasa lengket, serta tumpukan deadline pekerjaan yang seolah tidak ada habisnya.

Jika sudah memasuki fase krusial ini, kondisi fisik dan mental biasanya langsung menurun drastis. Tubuh kita secara alami mengirimkan sinyal kuat bahwa ia membutuhkan apa yang disebut sebagai sensory reset sebuah momen singkat untuk mengembalikan kesegaran, ketenangan, dan keseimbangan orientasi tubuh.

Menariknya, di tengah gempuran cuaca panas ekstrem ini, masyarakat Indonesia ternyata memiliki kearifan lokal yang sangat jujur, sederhana, sekaligus sangat relatable: “Santai Melantai”.

Ya, sebuah refleks alami untuk langsung merebahkan diri di atas hamparan ubin lantai yang dingin setelah seharian penuh beraktivitas di luar ruangan. Sensasi dingin ubin yang seketika menyentuh kulit punggung itu rasanya sangat mewah. Ini menjadi sebuah cara organik khas kaum urban untuk mengambil jeda sejenak, melepas penat, dan mendinginkan kepala dari kepungan hiruk-pikuk aktivitas harian.

Fenomena “Santai Melantai” ini rupanya bukan sekadar mitos atau gurauan belaka. Komedian muda berbakat sekaligus representasi ikonik dari Gen Z, Ummi Quary, secara blak-blakan mengaku bahwa dirinya merupakan penganut setia aliran rebahan di atas ubin lantai.

Baca Juga :  5 Rekomendasi Tempat Romantis di Jakarta Favorit Pengantin Baru Ala Gen Z

“Duh, asli deh, seharian syuting di luar ruangan, pindah-pindah lokasi, kena macet, plus panas-panasan di bawah terik matahari itu bikin kepala rasanya mau pecah! Kebiasaan rebahan di lantai itu bahkan turun-temurun dari orang tua aku. Saking sukanya, aku sampai sengaja pasang ubin yang jenisnya dingin dan adem di rumah,” cerita Ummi antusias.

Bagi generasi muda masa kini baik Gen Z maupun Milenial yang dikenal sebagai para hustler dengan ambisi tinggi dan mobilitas super padat—momen pause atau berhenti sejenak di tengah hari yang sibuk adalah sebuah kebutuhan mutlak (wellness necessity). Ketika tekanan cuaca ekstrem dan tensi kesibukan harian menyatu, mereka membutuhkan sesuatu yang tidak hanya sekadar menghidrasi tubuh, tetapi juga mampu mengembalikan semangat emosional untuk melanjutkan hari.

Melihat fenomena budaya lokal yang unik ini, pelaku industri minuman global pun ikut beradaptasi dengan mendengarkan secara jeli apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh masyarakat dalam keseharian mereka yang terus dinamis dari masa ke masa.

Eva Lusiana, Presiden Direktur Coca-Cola Indonesia, memaparkan bagaimana kedekatan mendalam produk mereka dengan masyarakat tanah air yang telah berlangsung hampir satu abad.

“Tidak terasa bahwa produk kita sudah hadir 99 tahun dari generasi ke generasi. Kalau dulu kita ingat mungkin zaman orang tua kita minum produk untuk mencari kesegaran, tetapi generasi sekarang mencari produk bukan hanya untuk kesegaran, tetapi butuh sesuatu yang benar-benar membalikkan semangat kita untuk tetap terus menghadapi hari ini sampai kita tutup hari,” ungkap Eva.

Baca Juga :  Kado Spesial HUT RI Ke - 80, Gen-Z Nadia Dari Hadirkan 3 Single Ajak Anak-anak Jalanan Berani Bermimpi

Menurut Eva, esensi utama dari sebuah inovasi bukan semata-mata soal apa yang dikonsumsi, melainkan lahir dari komitmen untuk duduk bersama dan mendengarkan langsung aspirasi serta kebiasaan nyata konsumen di tengah tingginya dinamika aktivitas mereka.

Andes Gumilang Hadisucipto (Director Sparkling Flavours, PT Coca-Cola Indonesia), Ummi Quary (KOL dan Komedian), dan Debi Glenn (MC) dalam Photo Booth ’Santai Melantai’ di booth Sprite Pekan Raya Jakarta 2026.

Berangkat dari kebiasaan “Santai Melantai” yang sangat lokal dan membumi tersebut, lahirlah sebuah inovasi kesegaran mutakhir melalui varian SPRITE® Nipis Mint. Konsep produk terbaru ini secara kreatif berupaya memindahkan sensasi kenyamanan ubin dingin yang menenangkan ke dalam sebuah kemasan botol praktis.

Andes Gumilang Hadisucipto, Director Sparkling Flavours PT Coca-Cola Indonesia, menjelaskan bahwa formulasi varian ini memang sangat terinspirasi dari kebiasaan rileks masyarakat saat cuaca sedang terik-teriknya.

“Ide ini lahir dari kebiasaan lokal yang sangat relate dengan kita semua, yaitu ‘Santai Melantai’—refleks rebahan di lantai ubin yang dingin pas lagi gerah-gerahnya. Pengalaman sederhana tapi nikmat itulah yang kami kemas, biar semua orang bisa pause sejenak, mendinginkan diri, dan langsung reset di tengah cuaca panas,” jelas Andes.

Andes menambahkan bahwa perpaduan rasa antara asam segarnya jeruk nipis yang berpadu sempurna dengan sentuhan dingin dari ekstrak mint ini sengaja dirancang pas dengan preferensi lidah masyarakat Indonesia yang menyukai cita rasa ringan, bersih, dan mudah dinikmati kapan saja.

Baca Juga :  Kolaborasi, Passion dan Komitmen Gen-Z Stop Merokok di Kalangan Anak Muda

Tradisi Kesegaran dalam Momen Kebersamaan

Bagi kultur masyarakat Indonesia, minuman berkarbonasi memang telah memiliki tempat emosional tersendiri dalam berbagai perayaan penting maupun tradisi kebersamaan keluarga besar.

Ummi Quary kembali mengenang bagaimana kehadiran minuman segar ini selalu dinanti di setiap momen hangat keluarga. “Pas Lebaran itu udah kayak menu wajib, di meja pasti berjejer deh itu Sprite sama Coca-Cola. Belum apa-apa, tamu atau saudara yang dateng udah langsung incer dan buka botol baru duluan,” guraunya ceria.

Kini, dengan hadirnya sentuhan inovatif rasa mint yang berpadu dengan jeruk nipis, variasi baru ini menjadi opsi yang sangat memikat bagi generasi muda yang memiliki rasa penasaran tinggi terhadap eksplorasi rasa baru. Sensasi kesegaran berlapis ini sangat pas dinikmati setelah menempuh perjalanan jauh, saat menghadapi kejenuhan kerja di meja kantor, atau ketika cuaca tropis sedang ekstrem menyerang.

Bagi Anda yang penasaran ingin merasakan langsung sensasi dingin yang instan membuat pikiran plong, Anda juga bisa mengunjungi ruang interaktif khusus berupa booth dengan konsep “Santai Melantai” di gelaran Pekan Raya Jakarta (PRJ). Sebuah oasis pelarian kecil yang seru untuk mendinginkan kepala di tengah padatnya aktivitas kota. (Des)