dr. Hendry Hartono, M.Kes., Est “Bali, dan Batam Destinasi Favorit Estetik Non Surgery Dunia

Ketua Umum PERDESTRI, Dokter Hendry Hartono lewat terobosan inovatif i-SWAM & ISAM menjadi garda terdepan pendukung Wellness Tourism Indonesia. (Foto: Wanitaindonesia.co )

WANITAINDONESIA.CO – Di saat masyarakat Indonesia lebih memilih Korea, dan Vietnam sebagai tujuan utama Wellness Tourism, warga dunia memilih Bali, dan Batam sebagai opsi Wellness Tourism terbaik non Surgery.

Situasi ironi ini dipaparkan oleh Ketua Umum PERDESTRI, Dokter Hendry Hartono di sela acara 3rd ISAM Annual Meeting 2025 , & 16th International Symposium & Workshop and Aesthetic Medicine (i-SWAM), di ICE BSD, Tangerang (5-7/12).

Menyoal optimisme Presiden Prabowo Soebianto yang sedang gencar-gencarnya menjadikan Indonesia sebagai destinasi Wellness Tourism utama di dunia. Prabowo mengemukakan berulang kali dalam berbagai kesempatan, soal keyakinannya tentang Pulau Bali yang berpotensi besar, menjadi pusat Wellness Tourism Indonesia.

Surga yang diturunkan ke dunia terkenal akan panorama alamnya nan indah, demikian pula dengan seni, dan budaya, serta didukung oleh hospitality industry yang berkembang sangat pesat.

“Anugerah alam, serta kemampuan sumber daya manusia mumpuni di sana dalam mengelola, dan mengemas keelokan pulau Bali, hasilnya berdampak signifikan.
Bali digandrungi wisatawan mancanegara karena memiliki keunggulan sebagai destinasi wisata kesehatan, dan relaksasi, “kata Dokter Hendry.

“Banyak wisatawan estetik non surgery berwisata ke Bali, untuk mendapatkan layanan treatment premium yang memberikan pengalaman. Seperti perawatan wajah yang dirancang sesuai dengan jenis kulit, serta kebutuhan kulit setiap pasien. Juga tak kalah diminati treatment anti-penuaan wajah, dan eksfoliasi wajah untuk mengangkat sel kulit mati, “ucapnya.

Baca Juga :  Inawati "Kartini Brebes" Dukung Wellness Tourism Agar Perempuan Lebih Sehat, Cantik, Berdaya

“Tak kalah menarik perawatan tubuh, serta membentuk tubuh ideal, dan beragam treatment non surgery, yang kerap mengundang rasa penasaran turis untuk mencobanya, “terang Dokter Hendry.

Dokter Hendry menyampaikan, “Selain melakukan treatment estetik non surgery, mereka menyempurnakan pengalaman selama berwisata, dan tinggal di Bali dengan mengikuti sesi relaksasi mendalam seperti belajar yoga, meditasi, dan menikmati spa tradisional.”

“Pemerintah telah mengembangkan destinasi wisata medis di Pulau Bali menjadi beberapa klaster seperti wisata kebugaran, wisata estetika diantaranya anti-aging, herbal Indonesia, serta wisata olah raga, “jelasnya.

“Tak kalah menggoda, akses ke Bali lebih mudah dengan layanan penerbangan internasional dari berbagai bandara utama dunia.”

Spa di Bali salah satu elemen utama Wellness Tourism hadirkan perawatan tubuh & pikiran khas Indonesia. (Foto: Istimewa)

i-SWAM & ISAM Garda Terdepan Dukung Wellness Tourism Indonesia

Hal ini selaras dengan salah satu sorotan utama Menteri Kesehatan RI, Bapak Budi Gunadi
Sadikin yang menegaskan peran Indonesia sebagai kandidat kuat pusat health-aesthetic tourism
Asia. Menteri Budi Gunadi menyampaikannya, dalam sambutan pembukaan kongres 3rd ISAM Annual Meeting 2025, & 16th International Symposium & Workshop and Aesthetic Medicine (i-SWAM).

Baca Juga :  Inawati "Kartini Brebes" Dukung Wellness Tourism Agar Perempuan Lebih Sehat, Cantik, Berdaya

Dokter Hendry menceritakan, Dengan infrastruktur medis yang berkembang, hadirnya inovasi teknologi, jumlah dokter
terlatih yang kian meningkat, serta keberagaman budaya, dan herbal Nusantara, Indonesia
memiliki beragam keunggulan, serta keunikan yang tidak dimiliki negara lain.

Wellness Tourism atau wisata kebugaran merupakan wisata yang berfokus pada peningkatan, dan pemeliharaan kesehatan, serta kesejahteraan wisatawan.
Populer paska pandemi Covid-19. Bali, dan Batam menjadi destinasi Wellness Tourism populer masyarakat dunia.

“Hampir 90 persen wisata kesehatan di Bali didominasi oleh wisatawan asing, jumlah terbanyak berasal dari Australia. Sedangkan jelang week end, wisatawan Singapura memenuhi destinasi wisata kesehatan di Pulau Batam, “terang Dokter Hendry.

“Sebagai salah satu destinasi pariwisata dunia, Bali diuntungkan lewat beragam potensi pariwisatanya yang dihadirkan bertaraf internasional. Wisatawan mancanegara merasa diuntungkan selain dapat melakukan wisata kesehatan, juga dapat melakukan wisata konvensional, “tambahnya.

“Sedangkan Pulau Batam diserbu wisatawan Singapura dikarenakan letak geografisnya lebih dekat dengan Singapura, “imbuh Dokter Hendry.

Baca Juga :  Inawati "Kartini Brebes" Dukung Wellness Tourism Agar Perempuan Lebih Sehat, Cantik, Berdaya

Dokter yang juga melakukan treatment anti-aging pada wajah, serta di bagian lehernya ini memaparkan, Magnet Bali, dan Batam bagi penikmat wisata kesehatan non surgery didukung oleh ketersediaan layanan premium. Pun yang membuat mereka bahagia, harga yang ditawarkan jauh lebih murah dibandingkan dengan di negara mereka, maupun negara lain. Selain itu, wisatawan luar memburu layanan treatment yang tidak tersedia di negara mereka.

“Tak kalah memikat destinasi wisata kesehatan Pulau Batam. Saat ini tengah dikembangkan kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata, dan Kesehatan Internasional, “ujarnya.

“KEK merupakan upaya pemerintah dalam menarget kunjungan wisatawan luar, khususnya dari Singapura, dan Malaysia. Pulau Batam minat wisatawan Singapura khususnya pada saat week end lewat layanan kesehatan Anti-aging berkualitas dunia, dengan harga yang kompetitif, “cetus Dokter Hendry.

“Melalui terobosan i-SWAM, dan jaringan ISAM, Indonesia semakin diakui sebagai pemimpin regional yang mampu bersaing dalam pasar estetika-anti-aging global.
Kiranya asa Indonesia menjadi Pusat Health-Aesthetic Tourism selangkah lebih dekat untuk mewujudkannya, “tutup Dokter Hendry. (*)