Dorong Dukungan Ibu Menyusui Berbasis Al-Qur`an, Fitria Raih Predikat Cumlaude di Universitas PTIQ Jakarta

WanitaIndonesia.co – Fitria Bilkis Hidayat, seorang akademisi muda yang dikenal aktif dan berdedikasi, baru saja sukses menyelesaikan sidang tesisnya di Universitas PTIQ Jakarta dengan predikat cum laude. Tesis yang ditulisnya, “Urgensi Dukungan Pada Ibu Menyusui dalam Al-Qur`an,” menyoroti pentingnya dukungan bagi ibu menyusui dari perspektif ajaran Islam. Capaian Fitria ini tak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tapi juga disambut gembira oleh keluarga besarnya, termasuk sang suami, Wildan Alwi M.Pd.I, yang merupakan Wakil Ketua PC JQH NU Kabupaten Bogor.

Dikenal dengan rekam jejak pendidikan dan organisasi yang cemerlang, Fitria Bilkis Hidayat terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan ilmu pengetahuan serta berkontribusi pada isu-isu sosial dan keagamaan, khususnya di bidang kesehatan ibu dan anak.

Dukungan Menyusui: Mendesak di Era Modern
Dalam riset tesisnya, Fitria menegaskan bahwa dukungan terhadap ibu menyusui sangatlah vital, sejalan dengan amanat Al-Qur`an. Di tengah dinamika kehidupan modern, para ibu menyusui menghadapi beragam tantangan, menjadikan dukungan komprehensif sebagai kebutuhan yang tak bisa ditawar.

Data terkini menunjukkan bahwa Indonesia masih punya PR besar terkait ASI eksklusif. Berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2022 dan Laporan Kemenkes 2023, hanya 52,5% bayi di bawah 6 bulan yang menerima ASI eksklusif. Angka ini jauh di bawah target nasional 80% dan rekomendasi WHO.
Beberapa poin krusial yang menunjukkan urgensi dukungan ini adalah:

Baca Juga :  BAZNAS RI Gelar Program ToT Al-Quran Braille bagi Penyandang Disabilitas Sensorik Netra

Tantangan Psikologis dan Fisik: Banyak ibu baru bergumul dengan tekanan pasca-melahirkan, kelelahan, hingga masalah teknis menyusui yang kerap kurang dipahami lingkungan.

Tekanan Sosial dan Profesional: Ibu pekerja seringkali sulit menyeimbangkan karier dan komitmen menyusui. Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2012 bahkan mencatat, pemberian ASI eksklusif pada ibu pekerja hanya sekitar 32%, menyoroti minimnya fasilitas laktasi, fleksibilitas waktu, dan dukungan kebijakan di tempat kerja.

Informasi yang Membanjiri: Di tengah melimpahnya informasi, ibu menyusui tak jarang dihadapkan pada informasi simpang siur atau mitos yang menimbulkan keraguan, ditambah lagi dengan gempuran iklan susu formula.

Peran Ayah dan Keluarga: Keberhasilan menyusui sangat bergantung pada dukungan kuat dari suami, keluarga inti, dan keluarga besar. Minimnya pemahaman akan peran ini bisa menghambat proses menyusui yang optimal.

Baca Juga :  Peletakan Batu Pertama Asrama Santri, Pesantren Tahfiz Green Lido Dompet Dhuafa Siap Berdayakan Ratusan Penghafa Al Quran

Era Digital dan Fenomena Ibu Menyusui
Kini, media sosial menjadi platform populer bagi ibu menyusui untuk berbagi pengalaman dan mencari dukungan. Munculnya banyak komunitas daring menunjukkan tingginya kebutuhan akan informasi, konseling, dan dukungan emosional. Namun, di sisi lain, promosi susu formula yang masif dan kurangnya edukasi komprehensif tentang ASI eksklusif tetap menjadi tantangan serius, bahkan bisa membuat ibu menyerah memberikan ASI. Melalui tesisnya, Fitria Bilkis Hidayat berharap dapat memberikan landasan kuat berdasarkan perspektif Al-Qur`an, untuk memperkuat gerakan dukungan menyusui demi terciptanya generasi penerus bangsa yang lebih sehat.

Sekilas Profil Fitria Bilkis Hidayat
Lahir di Subang pada 12 Mei 1996, Fitria adalah anak tunggal dari Bapak Hidayat Nur Sidiq dan Ibu Iroh Rohaeti. Ia kini tinggal di Perumahan Panorama Kemang, Bogor.
Perjalanan akademisnya dimulai dari SD Sindang Laut Subang (2008), dilanjutkan ke MTs Bhakti Satria (pondok pesantren Darul Akhyar Subang, 2011), dan MA Plus Al-Hikam (pondok pesantren Al-Hikamussalafiyyah Sumedang, 2014). Pendidikan tingginya ditempuh di Institut Ilmu Al-Quran (IIQ) Jakarta, yang diselesaikannya pada 2018. Selama kuliah, Fitria aktif berorganisasi dan memegang berbagai posisi strategis, termasuk Ketua Pondok Putri Pesantren Darul Akhyar Subang (2010-2011), Sekretaris OSIS MA YPMI Wanayasa Purwakarta (2012-2013), dan Sekretaris Utama Pondok Putri Pesantren Alhikamussalafiyyah Sumedang (2013-2014). Di IIQ Jakarta, ia menjabat di Departemen Luar Negeri DEMA, Sekretaris PHBI, dan Sekretaris Jenderal SEMA. Ia juga Ketua Korps PMII Putri (KOPPRI) Komisariat Kebayoran Lama periode 2016-2017. Selain itu, Fitria memiliki pengalaman kerja sebagai staf administrasi di Majalah Risalah NU, guru tahfidz di SD Smart School Jagakarsa, dan guru les privat di AAG Private. Ia juga sering didaulat sebagai MC, moderator, dan narasumber dalam berbagai seminar, pelatihan, serta kegiatan dakwah Al-Quran.

Baca Juga :  Apakah Boleh Ibu Menyusui Tidur Pakai Bra?

Saat ini, Fitria Bilkis Hidayat aktif mengajar di Rumah Sahabat Qur`an, Kemang, Bogor, dan merupakan anggota Pengurus Anak Cabang (PAC) Fatayat Kemang Bogor.

Selamat atas pencapaian gemilang ini, Fitria Bilkis Hidayat. Semoga ilmu yang didapatkan, khususnya tentang “Urgensi Dukungan Ibu Menyusui dalam Al-Qur`an,” terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan menjadi amal jariyah yang tak terputus. (srv)