
WANITAINDONESIA.CO – Sejumlah awak media nasional melakukan kunjungan ke lokasi peternakan sapi dan domba yang dikelola oleh Dompet Dhuafa di Desa Tolokan Dusun dangklik , Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, dalam rangka melihat secara langsung kesiapan hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha sekaligus meninjau dampak pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui sektor peternakan.
Kunjungan tersebut didampingi langsung oleh tim dari Dompet Dhuafa dan disambut oleh Kepala Desa Tolokan Dusun dangklik, Dwi Wahono, bersama drh. Hermanto, yang turut memberikan penjelasan terkait perkembangan dan kondisi kesehatan hewan ternak yang saat ini dikelola dalam program pemberdayaan tersebut.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Tolokan Dusun Dangklik, Dwi Wahono, menyampaikan apresiasi atas hadirnya program peternakan yang dijalankan Dompet Dhuafa di wilayahnya. Menurutnya, keberadaan peternakan ini tidak hanya memberikan manfaat dari sisi penyediaan hewan kurban berkualitas, tetapi juga menjadi penggerak roda perekonomian masyarakat desa.
“Program ini sangat membantu masyarakat, khususnya dalam membuka peluang ekonomi baru dan meningkatkan kesejahteraan warga melalui keterlibatan langsung dalam pengelolaan peternakan,” ujarnya.
Sementara itu, Zaini, perwakilan dari Dompet Dhuafa Jawa Temgah menjelaskan bahwa melalui Program Jantara (Jaringan Ternak Nusantara), Dompet Dhuafa berkomitmen memperkuat kemandirian peternak lokal sekaligus membangun jaringan ekonomi yang berkelanjutan di masyarakat.
“Melalui program Jantara, kami tidak hanya fokus pada pengelolaan hewan ternak untuk kebutuhan kurban, tetapi juga berupaya meningkatkan taraf perekonomian masyarakat dengan memperkuat kapasitas peternak, membangun kemandirian usaha, dan memperluas jejaring ekonomi berbasis komunitas,” jelas Zaini.
Program tersebut, lanjutnya, menjadi salah satu strategi Dompet Dhuafa dalam mengintegrasikan nilai sosial, ekonomi, dan keberlanjutan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat sekitar.
Di sisi lain, drh. Hermanto memaparkan kondisi kesehatan hewan ternak yang saat ini berada dalam pengawasan ketat menjelang momentum Idul Adha. Ia menjelaskan bahwa salah satu penyakit yang kerap menjadi perhatian utama dalam peternakan adalah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang dapat memengaruhi produktivitas dan kesehatan hewan.
“Pencegahan dan pemantauan kesehatan hewan terus kami lakukan secara berkala. Alhamdulillah, kondisi sapi dan domba di DD Farm saat ini menunjukkan perkembangan yang sangat baik, baik dari sisi pertambahan bobot badan maupun pertumbuhan hewan secara sehat dan maksimal,” terang drh. Hermanto.
Ia menambahkan bahwa standar pemeliharaan yang diterapkan di DD Farm mencakup pengelolaan pakan berkualitas, sanitasi kandang, hingga pemeriksaan kesehatan rutin guna memastikan hewan ternak siap menjadi hewan kurban yang sehat dan layak.
Kunjungan media nasional ini menjadi momentum penting untuk menunjukkan bagaimana pengelolaan peternakan berbasis pemberdayaan masyarakat dapat menjadi model pembangunan ekonomi desa yang berkelanjutan. Melalui kolaborasi antara Dompet Dhuafa, pemerintah desa, dan masyarakat, DD Farm di Desa Tolokan diharapkan terus berkembang sebagai pusat peternakan produktif yang membawa manfaat luas, baik secara sosial maupun ekonomi. (srv)




