Site icon Wanita Indonesia

Dirjen PEN: Indonesia bisa isi 2 persen perdagangan dunia, harapkan UMKM

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan RI, Fajarini Punto Dewi mengajak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dapat berperan sebagai eksportir sehingga Indonesia dapat meningkatkan peran di perdagangan dunia dari 1,1 persen menjadi 2 persen.

WANITAINDONESIA.CO — Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan RI, Fajarini Punto Dewi mengajak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dapat berperan sebagai eksportir sehingga Indonesia dapat meningkatkan peran di perdagangan dunia dari 1,1 persen menjadi 2 persen.

“Pada 2045 kita punya bonus demografi yang mana usia produktif lebih besar dari usia non produktif. Artinya potensi ini harus bisa dimanfaatkan dengan baik terutama dalam memperkuat perdagangan luar negeri,” kata Fajarini dalam acara Pelatihan UMKM Membuka Peluang Ekspor Di Era Digital hasil kolaborasi Kementerian Perdagangan RI dengan WanitaIndonesia.co di Jakarta, Minggu.

Sampai saat ini pertumbunan ekonomi Indonesia masih lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi dunia, jelas Fajarini.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada awal 2026 diproyeksikan tumbuh kuat di kisaran 4,9 hingga 5,1 persen, menempatkannya sebagai salah satu yang tertinggi di antara negara G20 dan melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi global yang diperkirakan sekitar 3,3 pesen.

Meskipun peluang untuk mendorong perdagangan luar negeri masih sangat besar akan tetapi tantangan yang dihadapi juga tidak ringan diantaranya semakin banyak negara di luar yang menerapkan kebijakan protektif.

Terkait hal itu salah satu upaya yang dilakukan eksportir agar produknya tetap dapat menembus pasar global adalah dengan meningkatkan kualitas.

Pelaku yang ingin masuk ke pasar global harus bisa mempelajari standar yang berlaku di masing-masing negara serta melakukan perbaikan, jelas Fajarini.

Pelaku UMKM harus bisa mempelajari tren yang sedang berlangsung termasuk teknologi dan perubahan iklim khususnya terkait produk pertanian. Kenaikan harga harus bisa diantisipasi calon eksportir.

“Kita harus tonton berita-berita internasional termasuk perdagangan saham untuk mengetahui tren perdagangan luar negeri,” jelas Fajarini.

Fajarini mengatakan saat ini Indonesia memiliki perwakilan perdagangan di 33 negara yang dapat dimanfaatkan untuk menembus pasar di luar negeri.

Bagi pelaku UMKM, jelas Fajarini, saat ini tengah dilakukan pitching (seleksi melalui presentasi) terhadap sejumlah pelaku UMKM untuk dipilih agar dapat melakukan ekspor.

“Saat pelaku UMKM ketemu pembeli (buyer), mereka sudah tau hitungannya serta harapannya dapat menjadi eksportir yang tangguh,” jelas Fajarini.

Sampai saat ini Ditjen PEN sudah memfasilitasi 1.200 pelaku usaha agar bisa ekspor baik melalui temu bisnis (business matching) maupun pameran dagang. (gdi)

Exit mobile version