Di Tengah Gelombang Kecerdasan Buatan, IdeaFest 2026 Ajak Publik Mengembalikan Peran Sentral Manusia

jumpa pers Ideafest 2026. (Idea)

WANITAINDONESIA.CO – Perkembangan teknologi yang begitu pesat sering kali memicu kekhawatiran akan tergesernya posisi manusia dalam berbagai sektor kehidupan. Menjawab tantangan tersebut, festival industri kreatif terbesar di Indonesia kembali hadir untuk menegaskan bahwa sentuhan serta akal budi manusia tetap tidak tergantikan oleh mesin.

Gelaran IdeaFest ke-15 yang berlangsung pada 4–6 September 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta Selatan, mengusung tema besar “Re:Humanize”. Melalui tema ini, ajang tahunan tersebut menyoroti pentingnya peran manusia dalam menentukan arah pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence) yang kian mendominasi dunia kerja, industri kreatif, hingga aktivitas sehari-hari.

Co-Chair IdeaFest Ben Soebiakto menjelaskan bahwa pemilihan tema “Re:Humanize” bertujuan untuk mendorong masyarakat melakukan refleksi mendalam di tengah laju teknologi yang serba cepat. Pihaknya menilai bahwa kecerdasan buatan memang mampu memperluas kemampuan, namun aspek inti seperti kreativitas, empati, serta kemampuan menentukan tujuan hidup tetap sepenuhnya berada di tangan manusia.

Baca Juga :  Menembus Lorong Waktu Borobudur Lewat Keajaiban Teknologi Imersif Berbasis Kecerdasan Buatan di Jakarta

“Melalui ‘Re:Humanize’, kami ingin mengajak publik melihat kembali apa yang membuat manusia tetap penting di tengah perkembangan kecerdasan buatan dan bagaimana teknologi dapat memperluas potensi manusia tanpa kehilangan kreativitas, empati, dan makna,” ujar Co-Chair IdeaFest Ben Soebiakto.

Sepanjang 15 tahun perjalanan, festival ini telah berkembang menjadi wadah kolaborasi berskala besar. Acara tersebut tercatat telah mempertemukan lebih dari 2500 pembicara tingkat nasional maupun internasional melalui lebih dari 1000 sesi diskusi, serta melibatkan lebih dari 200000 pengunjung.

Baca Juga :  Menatap Masa Depan Lewat Dana Abadi Kecerdasan Buatan

Penentuan arah pembahasan tahun ini juga tidak lepas dari hasil evaluasi penyelenggaraan pada tahun sebelumnya. Hasil evaluasi IdeaFest 2025 menunjukkan adanya kebutuhan mendesak dari khalayak terhadap pemahaman yang lebih mendalam mengenai peta industri kreatif serta hubungan dinamis antara manusia dan kecerdasan buatan.

Senada dengan hal tersebut, Content Lead & BrainTrust IdeaFest Firdza Radiany menyampaikan bahwa proses kurasi rangkaian acara dirancang khusus untuk mempertanyakan kembali bagaimana manusia dapat terus menjadi pusat kendali dalam ekosistem digital. Pembahasan dalam 160 sesi diskusi (IdeaTalks) yang menghadirkan lebih dari 500 pembicara mencakup ragam topik luas, mulai dari bisnis, hiburan, budaya, komunitas, hingga perubahan pola kerja.

Baca Juga :  Menatap Masa Depan Lewat Dana Abadi Kecerdasan Buatan

Meskipun kecerdasan buatan terbukti mampu mempercepat proses kerja dan membuka peluang inovasi baru, penentu arah serta dampak pemanfaatannya tetap bergantung pada keputusan manusia. Dalam konteks industri kreatif, keberadaan pengalaman hidup, emosi, intuisi, perspektif unik, serta pemahaman konteks sosial merupakan fondasi utama yang tidak bisa digantikan oleh algoritma untuk menghasilkan karya yang memiliki jiwa dan makna mendalam.

Selain sesi diskusi interaktif, ajang ini turut menghadirkan pasar kreatif serta ragam aktivitas kolaboratif yang mempertemukan secara langsung para pelaku industri, komunitas, dan pengunjung.

Teknologi mungkin sanggup meniru cara berpikir, namun kemampuan untuk merasakan, berempati, dan memberi makna pada sebuah karya akan selalu menjadi keistimewaan mutlak milik manusia. (Gdi)